Kamis, 16 Mei 2024

Level Ilmu

Level Ilmu

Level menurut arti adalah tingkat. Seperti Halnya Derajat Menurut KBBI yaitu tingkatan, Pangkat atau Martabat.

Sedangkan Ilmu yaitu aktivitas berpikir yang mencakup suatu sistematika, struktur, dan perilaku. Sementara itu, pengertian ilmu dalam perspektif kamus bahasa Indonesia, kata ilmu memiliki arti pengetahuan terkait bidang tertentu, dan dibuat secara sistematis.

Jadi Level Ilmu bisa disebut Tingkatan atau Derajat. Keilmuan seseorang itu bukan hanya di dapat dari pengakuan kebanyakan  orang melainkan dari TuhanNya Yaitu ALLOH SWT karena DIA Yang Meninggikan ataupun sebaliknya.

Manakala Ilmu Tersebut berkaitan dengan Iman, Adab dan Amal.
Fasenya adalah Iman, Adab, Ilmu dan Amal.
Karena itu adalah satu kesatuan yang tak bisa dilepaskan. 

Bila semua paket sudah komplit, niscaya kehidupan baik di dunia dan akhirat akan bahagia dan selamat.

*Sebagaimana tertulis dalam Alquran;*

1. Surat Al-Mujadilah ayat 11: “Alloh mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat”. 
2. Surat Alghofir ayat 15 tentang HAQ ALLOH dan DERAJATNYA: (Dialah) Yang Mahatinggi derajat-Nya, yang memiliki 'Arsy, yang menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, agar diperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari Kiamat).
3. Q.S Alhujarat Ayat 13: Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.
4. QS Az-Zumar ayat 9 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.
5. Q.S. Al-Imran ayat 18: Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para Malaikat dan orang-orang yang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana”.
6. Q.S. Fathir ayat 28: “Hanya saja yang takut kepada Allah dari sekian hamba-Nya adalah ulama,”
7. Q.S. Thoha ayat 75: Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh beramal salih, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia) “
8. Q.S. Annisa ayat 95 dan 96: … dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) kedudukan beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan, serta rahmat. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
9. Q.S. Al-Anfal 2-4: Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal, yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia.”

*Hadist dan Sunnah Nabi Muhammad SAW;*

- Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR Muslim, no. 2699). 
- Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang," (HR Tirmidzi).
- Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim" (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami'ish Shaghiir no. 3913).
- Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu. (HR Tabrani).
- Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang berdoa untuknya." (HR. Muslim).
- Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup." (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
- Ketahuilah bahwa sesungguhnya dunia itu terlaknat dan terlaknat pula isinya kecuali berdzikir kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, orang berilmu, dan orang yang belajar." (Hasan: HR. At-Tirmidzi no. 2322).
- Sungguh kalian sekarang benar-benar berada di sebuah zaman yang banyak orang-orang faqihnya, sedikit para penceramahnya, banyak para pemberi, dan sedikit para peminta-minta. Amal di masa ini lebih baik daripada ilmu. Akan datang suatu zaman nanti di mana sedikit orang-orang faqihnya, banyak para penceramahnya, sedikit para pemberi, dan banyak para peminta-minta. Ilmu di masa itu lebih baik daripada amal." (Shahih: HR. Ath-Thabrani no. 3111).
- Siapa yang bersegera pergi ke masjid hanya untuk tujuan belajar kebaikan atau mengajarkannya maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang haji secara sempurna." (Shahih: HR. Ath-Thabrani no. 7473 dalam Al-Mu'jam Al-Kabir).
- Siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya maka Dia akan menjadikannya mendalami agama. Aku hanya berbagi dan Allah yang memberi. Akan senantiasa ada sekelompok dari umat ini yang tegak di atas perintah Allah, orang yang menyelisihi mereka tidak akan membahayakan mereka hingga datang hari Kiamat." (HR. Al-Bukhari no. 3971 dan Muslim no. 1037).
- Selamat datang wahai penuntut ilmu. Sesungguhnya penutup ilmu benar-benar ditutupi para Malaikat dan dinaungi dengan sayap-sayapnya. Kemudian mereka saling bertumpuk-tumpuk hingga mencapai langit dunia (langit paling dekat dari bumi), karena kecintaan mereka (Malaikat) kepada ilmu yang dipelajarinya." (Shahih: HR. Ath-Thabrani no. 7347 dalam Al-Mu'jam Al-Kabir).
- Semoga Allah menjadikan bercahaya seseorang yang mendengar hadits kami lalu menghafalnya hingga menyampaikannya kepada orang lain. Betapa banyak orang yang membawa (riwayat) fiqih kepada orang yang lebih faqih darinya. Betapa banyak orang yang membawa (riwayat) fiqih tetapi tidak faqih." (Shahih: HR. At-Tirmidzi no. 2656).
- Keutamaan ahli ilmu atas ahli ibadah seperti keutamaanku atas orang paling rendah dari kalian." (Shahih: HR. At-Tirmidzi no. 2685).
- Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya." (HR Thabrani).
- Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu," (HR Ahmad).
-  "Berilmulah sebelum kamu berbicara, beramal, atau beraktivitas." (HR Bukhari).
- “Barangsiapa yang pergi untuk menuntut ilmu, maka dia telah termasuk golongan sabilillah (orang yang menegakkan agama Allah) hingga ia pulang kembali.” (HR. Tirmidzi).

Setelah adanya Dalil Alquran dan Sunnah (Hadist), maka pertanyaan nya selanjutnya bagaimana?
Dan Jawabannya pasti ada dalam diri kita yang fitrah ini.

Dan semoga ALLOH akan selalu terus Membimbing, Mendidik dan Mengkaruniakan IlmuNYA untuk Kebahagiaan dan Keselamatan di Dunia dan Akhirat.
Insyaalloh Aamiin YRA🤲🏻

Referensi Sumber: _Alquran dan Sunnah_

Rabu, 15 Mei 2024

Kenali dan Kendali Nafsu Diri

*NAFSU*

_Kenali dan Kendali Nafsu diri!_

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), secara etimologi kata 'nafsu' memiliki beberapa makna, di antaranya: keinginan, kecenderungan, atau dorongan hati yang kuat; gairah, atau meradang. Bila ditambah dengan kata 'hawa', menjadi hawa nafsu, maka bermakna dorongan hati yang kuat untuk berbuat kurang baik.

*Kenali Karakteristik Nafsu*

Ketahuilah, nafsu itu ada tujuh macam jika dilihat dari sisi karakteristiknya,
Namun dari sisi eksistensinya, nafsu itu tetap hanya satu saja.

*Pertama*, _nafsu amarah,_ yaitu nafsu yang selalu mendorong manusia kepada keburukan atau kemaksiatan.

*Kedua*, _nafsu lawwamah,_ yaitu nafsu yang sudah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya, namun masih banyak terpeleset dalam perbuatan maksiat, sehingga membuatnya selalu menyesali diri.

*Ketiga*, _nafsu mulhamah,_ yaitu nafsu yang sudah mengenali kotoran-kotoran yang halus seperti riya, ujub, sombong, dengki, cinta dunia, dan lain-lain dari pada penyakit-penyakit batin, tapi ia belum bisa melepaskan diri dari kotoran-kotoran halus itu.

*Keempat,* _nafsu muthmainnah,_ yaitu nafsu yang sudah bersih dari kotoran-kotoran halus dan telah berganti sifat-sifat tercelanya menjadi sifat-sifat terpuji, sudah berakhlak dengan akhlak Allah yang jamaliyah berupa kasih sayang, lemah lembut, kemuliaan, dan lain-lain.

Di sini awal mula seseorang sampai kepada Allah, tetapi ia masih belum bersih dari kotoran-kotoran yang halus sekali seperti syirik khafi dan cinta menjadi pemimpin.

*Kelima,* _nafsu radhiyah_ yaitu nafsu yang telah sampai maqam fana, tetapi ia masih melihat diri telah fana sehinga dapat membawanya kepada riya.

*Keenam*, _nafsu mardhiyyah_ yaitu nafsu yang telah fana dari fana dan sudah tenggelam dalam lautan tauhid.

Dan, *ketujuh*, _nafsu kamilah,_ yaitu nafsu yang sudah sempurna (kamil).

Berdasarkan klasifikasi nafsu itu, nafsu yang harus dikalahkan adalah nafsu amarah, lawwamah, dan mulhamah.

Hal itu mengisyaratkan bahwa tiga nafsu itu masih jauh dengan Allah, sehingga belum mendapat panggilan-Nya.

Dalam ayat itu, Allah hanya memanggil nafsu muthmainnah, radhiyah, mardhiyyah, dan nafsu kamilah. supaya mendapat panggilan Allkh SWT dan menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat.

*Kendali Nafsu*
- _Kendalikan dengan petunjuk agama__

Melawan hawa nafsu bisa dilakukan dengan mempelajari petunjuk agama yang benar. Jika tidak mengetahui ajaran agama yang benar, seseorang akan menderita di dunia dan di akhirat.

- _Mengamalkan ajaran agama_

Hawa nafsu dapat dilawan dengan mengamalkan ajaran Islam yang bernilai pahala.

- _Mengajarkan agama kepada yang belum mengetahui_

Hawa nafsu orang lain dapat dikendalikan dengan mengajak dan mengajarkan agama. 

- _Ambil Wudhu atau Thoharoh (Bersuci)_

Ajari diri bersuci, thoharoh atau berwudhu kepada orang yang belum mengetahui tentang ajaran agama yang benar.

- _Kendali dengan Sabar dan Sholat_

Sabar merupakan kunci dalam mengendalikan hawa nafsu. Tanpa kesabaran, seseorang dapat terjerumus dalam jurang keburukan.

Ayat Al-Quran Tentang Nafsu;
Ada Nafsu Terbelenggu, Tersesat dan Diridhoi.

1. Qs Al Kahf ayat 28, “janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari ingat kepada Allah serta menuruti hawa nafsunya.

2. Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama´ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku," (QS. Al-Fajr 27 - 30).

3. Dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri)," (QS. Al-Qiyamah: 2).

4. Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Yusuf : 53)

Hadist Tentang Nafsu;

1. Hawa nafsu adalah musuh terbesar manusia

Abu Malik Al Asyari meriwayatkan sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Musuhmu yang paling berbahaya adalah hawa nafsu yang ada di antara lambungmu, anakmu yang keluar dari tulang rusukmu, istrimu yang kamu gauli, dan sesuatu yang kamu miliki.” (HR Al Baihaqi)

2. Mengontrol hawa nafsu ketika marah adalah orang yang kuat

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah orang yang kuat adalah pandai bergulat, tapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan nafsunya ketika ia marah." (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Melawan hawa nafsu merupakan jihad yang paling utama.

Rasulullah SAW bersabda, “Mukmin yang paling utama adalah umat yang selamat dari keburukan lisan dan tangannya. Mukmin paling utama keimanannya adalah yang paling baik perilakunya. Muhajirin paling utama adalah orang yang meninggalkan larangan Allah. Jihad paling utama adalah jihad melawan nafsu sendiri karena Allah.” (HR. Ahmad, Al Tirmidzi, dan Abu Dawud)

4. Orang yang mengikuti hawa nafsu termasuk golongan orang yang tidak beriman

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin Al Ash ra, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak beriman seseorang sampai hawa nafsunya ia tundukkan demi mengikuti apa yang aku bawa” (HR. At-Thabrani)

Jika Sudah Dikenali, Berikan Solusi dan Kendali Atas Diri Maka Nikmatilah Hidup Ini!

Serahkan dan Pasrah Saja SemuaNya Hanya KepadaNYA  yaitu ALLOH SWT

Insyaalloh, Selamat dan Bahagia Dunia dan Akhirat Aamiin YRA.

Referensi: dari berbagai sumber.

Jumat, 10 Mei 2024

Pengadaan Barang dan Jasa

Pengadaan

Pengadaan barang itu ada dua yaitu Barang dan Jasa
Baik untuk pemerintah maupun swasta
Pengerjaanya macam-macam ada barang kebutuhan kantor, kontruksi, non kontruksi, manajemen,  perorangan dan lainnya.

Pengadaan di swasta itu relatif mudah
Perihal Kualifikasi, modal, SDM, Kualitas ataupun kuantitas.
Di banding dengan pemerintah K/L/PD ada S&K yang harus dipenuhi contoh PMDN atau yang sekarang lagi di angkat adalah penggunaan produk dalam negeri atau PDN

Namun ada pertanyaan di benak saya; kenapa hampir kebanyakan pemenang tender itu perusahaannya yang daftarnya terakhir?
Mungkin pikiran positifnya yaitu telat registrasi, pemenuhan S&K dan lainnya.

Ada perusahaan yg pengalaman beberapa tahun mengikuti pengadaan tender online tsb,  dan Bukan lagi satuan atau puluhan tetapi sudah ratusan kali mengikuti pengadaan barang dan jasa sejak tahun 2021-skrng tapi belum pernah memenangi tender yg di adakan oleh salah satu penyedia sarana elektronik. Begitu katanya. Kemudian Kata saya; mungkin belum waktunya dan saatnya saja.

Itulah sekelumit hasil obrolan pengadaan barang dan jasa
Harapan kedepan khususnya untuk pemerintah agar lebih profesional, jujur dan amanah lagi. Dan untuk swasta perbanyak lagi kepercayaan kerjasamanya kepada perusahaan-perusahaan lokal. Karena apa? Pasti akan berdampak positif khususnya nya di bidang Ekonomi dan Budaya.

Hingga akhirnya dalam pengadaan barang dan jasa tsb,
kita semua mendapatkan keberhasilan, kelancaran, kesuksesan, kebahagiaan, keberkahan dan kemakmuran di dunia dan akhirat kelak. Aamiin YRA...

#pengadaan
#barang
#jasa
#pemerintah
#swasta
#profesional
#jujur
#sidiq
#tabligh
#amanah
#pathonah
#berkah
#makmur
#selamat
#bahagia
#dunia
#akhirat
#bdas

Kamis, 09 Mei 2024

Tolong Menolong

*Tolong Menolonglah agar ditolong oleh ALLOH yang MAHA PENOLONG*

Di dalam ajaran Islam,i terdapat ajaran yang mengajarkan pentingnya menolong sesama makhluk.

Menyelesaikan penderitaan seorang mukmin di dunia adalah tindakan mulia yang akan mendatangkan rahmat dari Alloh SWT. 

Ketika seseorang memberikan bantuan dan kepedulian baik Materi ataupun materi kepada sesama mukmin, muslim ataupun sesama manusia yang sedang mengalami kesulitan, Alloh SWT dan RosulNya akan menghapuskan penderitaannya di akhirat sebagai balasan atas kebaikan yang dilakukannya.

Berikut Referensi Alquran dan HadistNya;

1. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Maidah ayat 2 :

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya."

2. . Allah SWT Mencintai Orang-orang yang Berbuat Baik (Al-Baqarah: 195)

Artinya: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah,  sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

3. Membantu Mereka yang Meminta Pertolongan (Al-Anfal: 74)

Allah SWT berfirman, artinya: “Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.

4. surah Al-Hujurat ayat 10, Allah SWT berfirman, artinya:

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Jadi siapa pun yang memudahkan orang yang mengalami kesulitan akan mendapatkan balasan baik di dunia maupun di akhirat. Memberikan kemudahan kepada sesama merupakan bentuk amal yang diberkahi oleh Allah SWT.

Dengan memberikan bantuan dan dukungan kepada orang yang kesulitan, seseorang akan mendapatkan berkah dan kemudahan dalam kehidupannya, serta mendapatkan pahala yang besar di akhirat sebagai penghargaan atas kebaikan yang telah dilakukannya.

Hadist:

- Rasulullah SAW bersabda :

"Orang yang paling dicintai oleh Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain, dan amal yang paling dicintai oleh Allah adalah kebahagiaan yang Anda bawa kepada Muslim yang lain." (HR. At-Tabrani).

- Umatku adalah seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota merasa sakit, seluruh tubuh akan merasakan sakitnya dengan begitu juga dengan bangunan, jika satu bata yang lain merasa sakit, maka seluruh bangunan akan merasa sakit." (HR. Bukhari & Muslim).

- Tidaklah seorang Muslim membantu saudaranya, melainkan Allah akan membantu nya; dan tidaklah seorang Muslim menutup kebutuhan saudaranya, melainkan Allah akan menutup kebutuhannya pada hari kiamat." (HR. Muslim).

- Siapa yang menyelesaikan penderitaan seorang mukmin di dunia maka Allah SWT akan melepaskan penderitaannya di akhirat. Siapa yang memudahkan orang yang kesulitan maka Allah SWT akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat. (HR. Muslim)

Selasa, 19 Maret 2024

Forum Diskusi dan Sharing

*Forum Diskusi dan Sharing*.
.
*_Forum_*, Organisasi, Kelompok, komunitas Lembaga atau tempat berkumpulnya beberapa orang. Forum, Musyawarah, Sarana untuk bermusyawarah.

*_Diskusi_* adalah pertukaran pikiran, gagasan dan pendapat antara dua orang atau lebih. Yang bertujuan untuk mencari kesepakatan pendapat dan menyelesaikan masalah.

*_sharing_* : berbagi cerita, teori, informasi, pengalaman wawasan dan pengetahuan.

*Jadi Forum Diskusi dan Sharing dapat disimpulkan*:

1. Tempat berkumpul nya satu orang atau lebih
2. Untuk bertukar pikiran, ide dan gagasan
3. Berbagi bukan berdebat
4. Penyelesaian masalah.

Referensi; 
- QS. Al-Baqarah/2: 233
- hadits yang menunjang perintah bermusyawarah sebagai berikut : "Tidak akan merugi orang yang beristikharah; tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah; dan tidak akan miskin orang yang hemat." ( Ath-Thabrani ). "Sesungguhnya orang yang diajak bermusyawarah ( dimintai saran ) adalah terpercaya." ( Abu Daud ).
- Dasar hukum pentingnya melakukan ijtihad ini merujuk pada peristiwa monumental penunjukkan Muadz bin Jabal sebagai hakim yang diutus Rasulullah Saw ke kawasan Yaman. Secara dialogis, Rasulullah Saw bertanya kepada Mu’adz, bagaimana dia menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapkan kepadanya. Mu’adz menjawab akan merujuk pada al-Qur`an, jika tidak ada dalam Kitab Suci itu, maka akan merujuk pada Sunnah Nabi Saw, dan andaikan dalam Sunnah Nabi Saw sekalipun tidak ditemui jawabannya, Muadz akan berijtihad dengan menggunakan pemikirannya.

Selasa, 27 Juni 2023

Pakta Integritas Surya Sugianto, S.E. CALEG DPRD PAN KBB DAPIL 2 Kepada Masyarakat

*Pakta Integritas CALEG DPRD PAN KBB DAPIL 2* (Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Partai Amanat Nasional Kabupaten Bandung Barat Daerah Pemilihan Dua)
Surya Sugianto, S.E.

A. Ikut serta dalam upaya mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme serta tidak melakukan perbuatan tercela menurut Agama dan Negara

B. Tidak meminta atau menerima suap, _money politic,_ gratifikasi atau bentuk lainnya yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

C. Bersikap amanah, jujur, transparan dan akuntabel dalam menjalankan tugas.

D. Menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam pelaksanaan sosialisasi dan silaturahmi.

E. Memberikan laporan pelaksanaan kinerja berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kepada kepada konstituen atau masyarakat daerah pemilihan.

F.  Menyampaikan penyimpangan integritas kepada instansi atau dinas terkait dan menjaga kerahasiaan saksi.

G. Tidak Melakukan Kecurangan dalam berkampanye

H. Apabila melanggar, maka akan menerima konsekuensi hukum.

Demikian Pakta Integritas CALEG Saya Buat dengan sebenarnya agar menjadikan manfaat bagi pribadi, keluarga, dan masyarakat secara luas khususnya untuk kabupaten bandung barat dan umumnya untuk indonesia.

Cipatat, 26.06.2023
CALEG DPRD PAN KBB DAPIL 2

TTD

Surya Sugianto, S.E.

#fakta
#pakta
#integritas
#calon
#legislatif
#dprd
#kabupaten
#bandung
#barat
#partai
#amanat
#nasional
#cipatat
#cipeundeuy
#cikalongwetan
#kbb
#jabar
#indonesia

Minggu, 21 Mei 2023

Politik Ekonomi

- Politik -

Perihal Mengenai Ketatanegaraan, kenegaraan, dasar dan sistem pemerintahan di suatu negara.

Mengatur kebijakan dan menjalankan kekuasaan itu adalah politik.

Seni strategik atau taktik
Dalam mengatur, mengelola, dan memanajemen kekuasaan agar ahkhirnya keren. Ini juga bisa disebut politik.

Ada pejabat publik yang Tak etik dengan taktik licik dan picik, penuh intrik serta tidak mau menerima saran dan kritik yang pada akhirnya rakyat 'tercekik'.

Tak menyerang fisik
Akan tetapi membuat terusik, memprioritaskan etnic dan mengakibatkan polemik.

Etika, Budaya, dan aturan politik yang lalu biarlah berlalu. Kita buka lembaran baru..

Namun itu semua akan terbalik apabila politik diracik dengan apik penuh teknik,  etik, nyentrik, asyik, estetik energik, unik, cantik dan baik bersatu demi kekuasaan yg lebih ciamik dan menjadi negara terbaik.

Jika itu semua dilakukan politik ekonomi disikapi dengan bijak dan adil maka insyaalloh hasilnya tanpa nihil.

Semoga Perspektif Leadership di era disruptip ini, harapan saya di tahun politik  ini bisa melahirkan pemimpin eksekutif, yudikatif dan legislatif yang akan mengantarkan kepada Keadilan, Kesejahteraan, kemakmuran, keselamatan, kebahagiaan, dan Keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat indonesia.

Saya yakin dan Berharap Tuhan YME yaitu ALLOH AZAWAZALA MAHA MENDENGAR dan MAHA MENGABULKAN segala do'a HambaNya, Insyaalloh Aamiin YRA...🙏🏻😇🤲🏻

#perspektif
#surya
#sugianto
#tentang
#Politik
#baik
#politikbaik 
#cantik
#nyentrik
#eksentrik
#unik 
#energik
#asyik
#naik 
#etnik
#terbaik
#bahagiaduniaakhiratsurga
#bagjadunyaakheratsurga
#bdas

Sabtu, 20 Mei 2023

Debat Rezeki Ekonomi

- Debat Perihal Rezeki -

Ingat Jangan Pernah Mencela atau Merendahkan!

Apakah seseorang itu ahli teori, praktisi atau ahli di keduanya..

Jalankan saja sesuai peranmu dengan Maksimal,
Maka nanti kau akan tau arti hidup.

Setiap orang Mukmin dan Muslim pasti meyakini bahwa rezeki datangnya dari ALLOH SWT sebagaimana firman-Nya:

*وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ*

_Artinya:_
*"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata. (QS. Hud:6)*

Akan tetapi bagaimana memperoleh rezeki sering mengundang perbedaan pendapat dari banyak orang. Hal ini pula pernah menjadi 'perdebatan' ulama besar Imam Maliki dan Imam Syafi'i yang merupakan guru dan murid.

Dikisahkan, ketika dalam satu majelis ilmu, Imam Malik (wafat 179 H) yang merupakan guru dari Imam Syafi'i (wafat 204 H) mengatakan bahwa rezeki itu datang tanpa sebab. Seseorang cukup bertawakkal dengan benar, niscaya Alloh akan memberikannnya rezeki.

"Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Alloh mengurus lainnya," demikian pendapat Imam Malik.

Imam Malik mengambil pendapatnya itu berdasarkan sebuah hadis Rasululloh:

*لَو أنكُم توكَّلْتُم علَى اللهِ حقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُم كما يَرْزُقُ الطَّيْرَ تغدُو خِمَاصًا وتَروحُ بِطَانًا*

*_"Andai kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal niscaya Allah akan berikan rizki kepada kalian, sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar lalu pulang dalam keadaan kenyang"._*

Ternyata Imam Syafii memiliki pandangan lain. Beliau mengemukakan pendapat kepada sang guru. "Ya Syeikh, seandainya seekor burung tidak keluar dari sangkarnya, bagaimana mungkin ia akan mendapatkan rezeki?" kata Imam Syafii.

Imam Syafii menyampaikan pendapat bahwa untuk mendapatkan rezeki dibutuhkan usaha dan kerja keras. Rezeki tidak datang sendiri, melainkan harus dicari dan didapatkan melalui sebuah usaha.

Guru dan murid yang merupakan pendiri mazhab itu bersikukuh pada pendapatnya masing-masing. Hingga suatu ketika, saat Imam Syafii berjalan-jalan, beliau melihat serombongan orang sedang memanen buah anggur. Beliau pun ikut membantu mereka. Setelah pekerjaan selesai, Imam Syafi'i mendapat imbalan beberapa ikat anggur sebagai balas jasa.

Imam Syafi'i senang bukan main. Beliau senang bukan karena mendapatkan anggur, tetapi karena memiliki alasan untuk menyampaikan kepada Imam Malik bahwa pendapatnya soal rezeki itu benar.

Dengan bergegas Imam Syafi'i menjumpai Imam Malik yang sedang duduk santai. Sambil menaruh seluruh anggur yang didapatnya, Imam Syafi'i menceritakan pengalamannya seraya berkata: "Seandainya saya tidak keluar pondok dan melakukan sesuatu (membantu memanen), tentu saja anggur itu tidak akan pernah sampai di tangan saya".

Mendengar itu, Imam Malik tersenyum, seraya mengambil anggur dan mencicipinya. Kemudian Imam Malik berucap pelan. "Sehari ini aku memang tidak keluar pondok, hanya mengambil tugas sebagai guru, dan sedikit berpikir alangkah nikmatnya kalau dalam hari yang panas ini aku bisa menikmati anggur. Tiba-tiba engkau datang sambil membawakan beberapa ikat anggur untukku. Bukankah ini juga bagian dari rezeki yang datang tanpa sebab? Cukup dengan tawakkal yang benar kepada Alloh niscaya Allah akan berikan rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya".

Imam Syafi'i langsung tertawa mendengar penjelasan Imam Malik tersebut. Sang Guru dan murid itu kemudian tertawa bersama. Begitulah, dua Imam mazhab mengambil dua hukum berbeda dari hadis yang sama.

Imam Malik dan Imam Syafii mengajarkan kepada umat Islam bagaimana menyikapi perbedaan. Keduanya tak saling menyalahkan lalu membenarkan pendapatnya sendiri. Begitulah indahnya Islam apabila saling menghormati, mencintai dan saling berkasih-sayang karena ALLOH SWT.

#dunyaburuakheratserbu
#bagjadunyaakheratsurga
#bahagiaduniaakhiratsurga
#bdas
#wallohualam
#insyaalloh

Selasa, 11 April 2023

Perspesi Islam Terhadap Teknologi Informasi Dalam Media Dakwah Ekonomi

*PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM DAKWAH*

*ISLAMIC PERSPECTIVE ON INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY IN DAKWAH*

Oleh: Surya Sugianto, S.E.
By: Surya Sugianto, S.E.

Abstrak
Abstract

Hidup pada era digital membuat kita bisa dengan mudah mengakses informasi yang didapat tak hanya cepat, tetapi juga besar dan tepat. Hal ini juga mengubah cara kita mengkonsumsi hingga membagikan informasi itu. Kemajuan ilmu dan teknologi informasi telah banyak mengubah cara pandang dan gaya hidup masyarakat Indonesia dalam menjalankan aktivitas dan kegiatannya. Keberadaan dan peranan teknologi informasi dan Komunikasi telah membawa era baru perkembangan dunia, tetapi perkembangan tersebut belum diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia yang menentukan keberhasilan di Indonesia pada umumnya. Hal ini lebih desebabkan masih tertinggalnya sumber daya manusia kita untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam setiap proses kehidupan.

Peningkatan kinerja kebutuhan hidup di masa mendatang diperlukan sistem informasi dan teknologi informasi yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung, tetapi lebih sebagai senjata utama untuk mendukung keberhasilan dunia dalam bidang apapun sehingga mampu bersaing di pasar global yang tetap berstandar islam.  Dasar-dasar filosofil untuk mengembangkan illmu teknologi dan komunikasi bisa dikaji  dan digali dalam Al-Quran, sebab kita suci ini banyak mengupas keterangan-keterangan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi. Menelusuri pandangan Al-Quran tentang teknologi, banyak ayat al-quran yang berbicara tentang-Nya. Menurut sebagian ulama’ terdapat 750 ayat yang berbicara  tentang  alam  materi  dan  fenomenanya, memerintahkan  manusia  untuk  mengetahui dan memanfaatkan alam ini. Secara  tegas  dan  berulang-ulang  al Qur'an  menyatakan  bahwa  alam  raya diciptakan dan ditundukkan Allah untuk manusia. 
(QS. Al-Jatsiyah 45 :13):
 وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا مِّنْهُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Arab-Latin: Wa sakhkhara lakum mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi jamī'am min-h, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

Artinya: Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.

Surah Ar-rahman : 33
 

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ

وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
Artinya; 
“Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.”

Penjelasan :
Ayat tersebut berisi anjuran bagi siapapun yang bekerja di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk berusaha mengembangkan kemampuan sejauh-jauhnya sampai-sampai menembus (melintas) penjuru langit dan bumi. Namun al-Qur’an memberi peringatan agar manusia bersifat realistik, sebab betapapun baiknya rencana, namun bila kelengkapannya tidak dipersiapkan maka kesia-siaan akan dihadapi. Kelengkapan itu adalah apa yang dimaksud dalam ayat itu dengan istilah sulthan, yang menurut salah satu pendapat berarti kekuasaan, kekuatan yakni ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa penguasaan dibidang ilmu dan teknologi jangan harapkan manusia memperoleh keinginannya untuk menjelajahi luar angkasa. Oleh karena itu, manusia ditantang dianjurkan untuk selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Tafsir Al- Mishbah oleh M. Quraish Shihab

Ayat diatas menegaskan bahwa mereka tidak dapat menghindar dari pertanggungjawaban serta akibat-akibatnya. Allah menentang mereka dengan menyatakan : hai kelompok jin dan manusia yang durhaka, jika karena sanggup menembus keluar menuju penjuru-penjuru langit dan bumi guna menghindar dari pertanggungjawaban / siksa yang menimpakanmu itu, maka tembuslah keluar. Tetapi sekali-kali kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan, sedangkan kamu tidak memiliki kekuatan! Maka nikmat tuhan kamu berdua yang manakah yang kamu berdua ingkari?

Peringatan diatas yang merupakan salah satu bentuk nikmat Allah SWT dan karena itu pertanyaan yang menggugah atau mengandung kecaman tersebut diulangi lagi.

Rasululloh Sholallohu Alaihiwassalam Bersabda:
menyerahkan urusan Dunia, Ilmu pengetahuan dan teknologi kepada Ahlinya.

"Antum a'lamu bi umuri dunyakum"

"Kamu lebih mengetahui mengenai urusan dunia kalian".
(HR.Muslim)

Referensi: 
1. Al-Quran dan Hadist
2. Muya Syaroh Iwanda Lubis, Universitas Dharma Wangsa.

Kata Kunci: Teknologi Informasi, Komunikasi, Global, Perspektif,  Islam, Dakwah

Living in the digital era allows us to easily access information that is not only fast, but also large and precise.  It also changes the way we consume and share that information.  Advances in science and information technology have changed the perspective and lifestyle of the Indonesian people in carrying out their activities and activities.  The existence and role of information and communication technology has brought a new era of world development, but this development has not been matched by an increase in human resources which determines success in Indonesia in general.  This is more because our human resources are still lagging behind to utilize information and communication technology in every process of life.

 Improving the performance of the necessities of life in the future requires an information system and information technology that does not only function as a means of support, but rather as the main weapon to support the world's success in any field so that it is able to compete in the global market which remains based on Islamic standards.  Philosophical foundations for developing the science of technology and communication can be studied and explored in the Al-Quran, because this holy book discusses a lot of information about science and technology.  Tracing the Koran's view of technology, many verses of the Koran speak about Him.  According to some scholars, there are 750 verses that talk about material nature and its phenomena, instructing humans to know and make use of this nature.  The Qur'an expressly and repeatedly states that the universe was created and subdued by Allah for humans.
 (QS. Al-Jatsiyah 45: 13):
  وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلسient

 Arabic-Latin: Wa sakhkhara akum mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi jamī'am min-h, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

 Meaning: And He has subjected to you all that is in the heavens and all that is on earth, (as mercy) from Him.  Verily, in that there are signs (of Allah's power) for people who think.

 Surah Ar-Rahman : 33
 

 Amen

 وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
 It means;
 "O congregation of jinn and humans, if you are able to penetrate (cross) the corners of the heavens and the earth, then cross it, you cannot penetrate it except with strength."

 Explanation :
 The verse contains suggestions for anyone who works in the field of science and technology, to try to develop their abilities as far as possible so that they penetrate (cross) the corners of the heavens and the earth.  However, the Qur'an warns people to be realistic, because no matter how good the plan is, if the completeness is not prepared, then futility will be faced.  This completeness is what is meant in that verse by the term sultan, which according to one opinion means power, strength namely science and technology.  Without mastery in the field of science and technology, do not expect humans to get their desire to explore outer space.  Therefore, humans are challenged and encouraged to always develop science and technology.

 According to Tafsir Al-Mishbah by M. Quraish Shihab

 The verse above confirms that they cannot avoid accountability and its consequences.  Allah opposed them by saying: O group of rebellious jinn and humans, if you are able to penetrate outwards towards the corners of the heavens and the earth in order to avoid accountability / punishment that befalls you, then pass it out.  But maybe you can't penetrate it except with strength, while you don't have strength!  So which of the favors of your god do you both deny?

 The above warning is a form of Allah SWT's favor and because of that the question that arouses or contains criticism is repeated again.

 Rasulullah Sholallohu Alaihiwassalam said:
 handing over world affairs, science and technology to the experts.

 "Antum a'lamu bi aged dunyakum"

 "You know more about the affairs of your world."
 (HR. Muslim)

 Reference:
 1. Al-Quran and Hadith
 2. Muya Syaroh Iwanda Lubis, Dharmawangsa University
 3. Google Translate

 Keywords: Information Technology, Communication, Global, Perspective, Islam, Da'wah