Kamis, 16 Mei 2024

Level Ilmu

Level Ilmu

Level menurut arti adalah tingkat. Seperti Halnya Derajat Menurut KBBI yaitu tingkatan, Pangkat atau Martabat.

Sedangkan Ilmu yaitu aktivitas berpikir yang mencakup suatu sistematika, struktur, dan perilaku. Sementara itu, pengertian ilmu dalam perspektif kamus bahasa Indonesia, kata ilmu memiliki arti pengetahuan terkait bidang tertentu, dan dibuat secara sistematis.

Jadi Level Ilmu bisa disebut Tingkatan atau Derajat. Keilmuan seseorang itu bukan hanya di dapat dari pengakuan kebanyakan  orang melainkan dari TuhanNya Yaitu ALLOH SWT karena DIA Yang Meninggikan ataupun sebaliknya.

Manakala Ilmu Tersebut berkaitan dengan Iman, Adab dan Amal.
Fasenya adalah Iman, Adab, Ilmu dan Amal.
Karena itu adalah satu kesatuan yang tak bisa dilepaskan. 

Bila semua paket sudah komplit, niscaya kehidupan baik di dunia dan akhirat akan bahagia dan selamat.

*Sebagaimana tertulis dalam Alquran;*

1. Surat Al-Mujadilah ayat 11: “Alloh mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat”. 
2. Surat Alghofir ayat 15 tentang HAQ ALLOH dan DERAJATNYA: (Dialah) Yang Mahatinggi derajat-Nya, yang memiliki 'Arsy, yang menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, agar diperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari Kiamat).
3. Q.S Alhujarat Ayat 13: Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.
4. QS Az-Zumar ayat 9 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.
5. Q.S. Al-Imran ayat 18: Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para Malaikat dan orang-orang yang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana”.
6. Q.S. Fathir ayat 28: “Hanya saja yang takut kepada Allah dari sekian hamba-Nya adalah ulama,”
7. Q.S. Thoha ayat 75: Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh beramal salih, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia) “
8. Q.S. Annisa ayat 95 dan 96: … dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) kedudukan beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan, serta rahmat. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
9. Q.S. Al-Anfal 2-4: Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal, yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia.”

*Hadist dan Sunnah Nabi Muhammad SAW;*

- Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR Muslim, no. 2699). 
- Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang," (HR Tirmidzi).
- Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim" (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami'ish Shaghiir no. 3913).
- Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu. (HR Tabrani).
- Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang berdoa untuknya." (HR. Muslim).
- Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup." (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
- Ketahuilah bahwa sesungguhnya dunia itu terlaknat dan terlaknat pula isinya kecuali berdzikir kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, orang berilmu, dan orang yang belajar." (Hasan: HR. At-Tirmidzi no. 2322).
- Sungguh kalian sekarang benar-benar berada di sebuah zaman yang banyak orang-orang faqihnya, sedikit para penceramahnya, banyak para pemberi, dan sedikit para peminta-minta. Amal di masa ini lebih baik daripada ilmu. Akan datang suatu zaman nanti di mana sedikit orang-orang faqihnya, banyak para penceramahnya, sedikit para pemberi, dan banyak para peminta-minta. Ilmu di masa itu lebih baik daripada amal." (Shahih: HR. Ath-Thabrani no. 3111).
- Siapa yang bersegera pergi ke masjid hanya untuk tujuan belajar kebaikan atau mengajarkannya maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang haji secara sempurna." (Shahih: HR. Ath-Thabrani no. 7473 dalam Al-Mu'jam Al-Kabir).
- Siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya maka Dia akan menjadikannya mendalami agama. Aku hanya berbagi dan Allah yang memberi. Akan senantiasa ada sekelompok dari umat ini yang tegak di atas perintah Allah, orang yang menyelisihi mereka tidak akan membahayakan mereka hingga datang hari Kiamat." (HR. Al-Bukhari no. 3971 dan Muslim no. 1037).
- Selamat datang wahai penuntut ilmu. Sesungguhnya penutup ilmu benar-benar ditutupi para Malaikat dan dinaungi dengan sayap-sayapnya. Kemudian mereka saling bertumpuk-tumpuk hingga mencapai langit dunia (langit paling dekat dari bumi), karena kecintaan mereka (Malaikat) kepada ilmu yang dipelajarinya." (Shahih: HR. Ath-Thabrani no. 7347 dalam Al-Mu'jam Al-Kabir).
- Semoga Allah menjadikan bercahaya seseorang yang mendengar hadits kami lalu menghafalnya hingga menyampaikannya kepada orang lain. Betapa banyak orang yang membawa (riwayat) fiqih kepada orang yang lebih faqih darinya. Betapa banyak orang yang membawa (riwayat) fiqih tetapi tidak faqih." (Shahih: HR. At-Tirmidzi no. 2656).
- Keutamaan ahli ilmu atas ahli ibadah seperti keutamaanku atas orang paling rendah dari kalian." (Shahih: HR. At-Tirmidzi no. 2685).
- Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya." (HR Thabrani).
- Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu," (HR Ahmad).
-  "Berilmulah sebelum kamu berbicara, beramal, atau beraktivitas." (HR Bukhari).
- “Barangsiapa yang pergi untuk menuntut ilmu, maka dia telah termasuk golongan sabilillah (orang yang menegakkan agama Allah) hingga ia pulang kembali.” (HR. Tirmidzi).

Setelah adanya Dalil Alquran dan Sunnah (Hadist), maka pertanyaan nya selanjutnya bagaimana?
Dan Jawabannya pasti ada dalam diri kita yang fitrah ini.

Dan semoga ALLOH akan selalu terus Membimbing, Mendidik dan Mengkaruniakan IlmuNYA untuk Kebahagiaan dan Keselamatan di Dunia dan Akhirat.
Insyaalloh Aamiin YRA🤲🏻

Referensi Sumber: _Alquran dan Sunnah_

Tidak ada komentar: