Selasa, 27 Juni 2023

Pakta Integritas Surya Sugianto, S.E. CALEG DPRD PAN KBB DAPIL 2 Kepada Masyarakat

*Pakta Integritas CALEG DPRD PAN KBB DAPIL 2* (Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Partai Amanat Nasional Kabupaten Bandung Barat Daerah Pemilihan Dua)
Surya Sugianto, S.E.

A. Ikut serta dalam upaya mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme serta tidak melakukan perbuatan tercela menurut Agama dan Negara

B. Tidak meminta atau menerima suap, _money politic,_ gratifikasi atau bentuk lainnya yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

C. Bersikap amanah, jujur, transparan dan akuntabel dalam menjalankan tugas.

D. Menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam pelaksanaan sosialisasi dan silaturahmi.

E. Memberikan laporan pelaksanaan kinerja berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kepada kepada konstituen atau masyarakat daerah pemilihan.

F.  Menyampaikan penyimpangan integritas kepada instansi atau dinas terkait dan menjaga kerahasiaan saksi.

G. Tidak Melakukan Kecurangan dalam berkampanye

H. Apabila melanggar, maka akan menerima konsekuensi hukum.

Demikian Pakta Integritas CALEG Saya Buat dengan sebenarnya agar menjadikan manfaat bagi pribadi, keluarga, dan masyarakat secara luas khususnya untuk kabupaten bandung barat dan umumnya untuk indonesia.

Cipatat, 26.06.2023
CALEG DPRD PAN KBB DAPIL 2

TTD

Surya Sugianto, S.E.

#fakta
#pakta
#integritas
#calon
#legislatif
#dprd
#kabupaten
#bandung
#barat
#partai
#amanat
#nasional
#cipatat
#cipeundeuy
#cikalongwetan
#kbb
#jabar
#indonesia

Minggu, 21 Mei 2023

Politik Ekonomi

- Politik -

Perihal Mengenai Ketatanegaraan, kenegaraan, dasar dan sistem pemerintahan di suatu negara.

Mengatur kebijakan dan menjalankan kekuasaan itu adalah politik.

Seni strategik atau taktik
Dalam mengatur, mengelola, dan memanajemen kekuasaan agar ahkhirnya keren. Ini juga bisa disebut politik.

Ada pejabat publik yang Tak etik dengan taktik licik dan picik, penuh intrik serta tidak mau menerima saran dan kritik yang pada akhirnya rakyat 'tercekik'.

Tak menyerang fisik
Akan tetapi membuat terusik, memprioritaskan etnic dan mengakibatkan polemik.

Etika, Budaya, dan aturan politik yang lalu biarlah berlalu. Kita buka lembaran baru..

Namun itu semua akan terbalik apabila politik diracik dengan apik penuh teknik,  etik, nyentrik, asyik, estetik energik, unik, cantik dan baik bersatu demi kekuasaan yg lebih ciamik dan menjadi negara terbaik.

Jika itu semua dilakukan politik ekonomi disikapi dengan bijak dan adil maka insyaalloh hasilnya tanpa nihil.

Semoga Perspektif Leadership di era disruptip ini, harapan saya di tahun politik  ini bisa melahirkan pemimpin eksekutif, yudikatif dan legislatif yang akan mengantarkan kepada Keadilan, Kesejahteraan, kemakmuran, keselamatan, kebahagiaan, dan Keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat indonesia.

Saya yakin dan Berharap Tuhan YME yaitu ALLOH AZAWAZALA MAHA MENDENGAR dan MAHA MENGABULKAN segala do'a HambaNya, Insyaalloh Aamiin YRA...🙏🏻😇🤲🏻

#perspektif
#surya
#sugianto
#tentang
#Politik
#baik
#politikbaik 
#cantik
#nyentrik
#eksentrik
#unik 
#energik
#asyik
#naik 
#etnik
#terbaik
#bahagiaduniaakhiratsurga
#bagjadunyaakheratsurga
#bdas

Sabtu, 20 Mei 2023

Debat Rezeki Ekonomi

- Debat Perihal Rezeki -

Ingat Jangan Pernah Mencela atau Merendahkan!

Apakah seseorang itu ahli teori, praktisi atau ahli di keduanya..

Jalankan saja sesuai peranmu dengan Maksimal,
Maka nanti kau akan tau arti hidup.

Setiap orang Mukmin dan Muslim pasti meyakini bahwa rezeki datangnya dari ALLOH SWT sebagaimana firman-Nya:

*وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ*

_Artinya:_
*"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata. (QS. Hud:6)*

Akan tetapi bagaimana memperoleh rezeki sering mengundang perbedaan pendapat dari banyak orang. Hal ini pula pernah menjadi 'perdebatan' ulama besar Imam Maliki dan Imam Syafi'i yang merupakan guru dan murid.

Dikisahkan, ketika dalam satu majelis ilmu, Imam Malik (wafat 179 H) yang merupakan guru dari Imam Syafi'i (wafat 204 H) mengatakan bahwa rezeki itu datang tanpa sebab. Seseorang cukup bertawakkal dengan benar, niscaya Alloh akan memberikannnya rezeki.

"Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Alloh mengurus lainnya," demikian pendapat Imam Malik.

Imam Malik mengambil pendapatnya itu berdasarkan sebuah hadis Rasululloh:

*لَو أنكُم توكَّلْتُم علَى اللهِ حقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُم كما يَرْزُقُ الطَّيْرَ تغدُو خِمَاصًا وتَروحُ بِطَانًا*

*_"Andai kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal niscaya Allah akan berikan rizki kepada kalian, sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar lalu pulang dalam keadaan kenyang"._*

Ternyata Imam Syafii memiliki pandangan lain. Beliau mengemukakan pendapat kepada sang guru. "Ya Syeikh, seandainya seekor burung tidak keluar dari sangkarnya, bagaimana mungkin ia akan mendapatkan rezeki?" kata Imam Syafii.

Imam Syafii menyampaikan pendapat bahwa untuk mendapatkan rezeki dibutuhkan usaha dan kerja keras. Rezeki tidak datang sendiri, melainkan harus dicari dan didapatkan melalui sebuah usaha.

Guru dan murid yang merupakan pendiri mazhab itu bersikukuh pada pendapatnya masing-masing. Hingga suatu ketika, saat Imam Syafii berjalan-jalan, beliau melihat serombongan orang sedang memanen buah anggur. Beliau pun ikut membantu mereka. Setelah pekerjaan selesai, Imam Syafi'i mendapat imbalan beberapa ikat anggur sebagai balas jasa.

Imam Syafi'i senang bukan main. Beliau senang bukan karena mendapatkan anggur, tetapi karena memiliki alasan untuk menyampaikan kepada Imam Malik bahwa pendapatnya soal rezeki itu benar.

Dengan bergegas Imam Syafi'i menjumpai Imam Malik yang sedang duduk santai. Sambil menaruh seluruh anggur yang didapatnya, Imam Syafi'i menceritakan pengalamannya seraya berkata: "Seandainya saya tidak keluar pondok dan melakukan sesuatu (membantu memanen), tentu saja anggur itu tidak akan pernah sampai di tangan saya".

Mendengar itu, Imam Malik tersenyum, seraya mengambil anggur dan mencicipinya. Kemudian Imam Malik berucap pelan. "Sehari ini aku memang tidak keluar pondok, hanya mengambil tugas sebagai guru, dan sedikit berpikir alangkah nikmatnya kalau dalam hari yang panas ini aku bisa menikmati anggur. Tiba-tiba engkau datang sambil membawakan beberapa ikat anggur untukku. Bukankah ini juga bagian dari rezeki yang datang tanpa sebab? Cukup dengan tawakkal yang benar kepada Alloh niscaya Allah akan berikan rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya".

Imam Syafi'i langsung tertawa mendengar penjelasan Imam Malik tersebut. Sang Guru dan murid itu kemudian tertawa bersama. Begitulah, dua Imam mazhab mengambil dua hukum berbeda dari hadis yang sama.

Imam Malik dan Imam Syafii mengajarkan kepada umat Islam bagaimana menyikapi perbedaan. Keduanya tak saling menyalahkan lalu membenarkan pendapatnya sendiri. Begitulah indahnya Islam apabila saling menghormati, mencintai dan saling berkasih-sayang karena ALLOH SWT.

#dunyaburuakheratserbu
#bagjadunyaakheratsurga
#bahagiaduniaakhiratsurga
#bdas
#wallohualam
#insyaalloh

Selasa, 11 April 2023

Perspesi Islam Terhadap Teknologi Informasi Dalam Media Dakwah Ekonomi

*PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM DAKWAH*

*ISLAMIC PERSPECTIVE ON INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY IN DAKWAH*

Oleh: Surya Sugianto, S.E.
By: Surya Sugianto, S.E.

Abstrak
Abstract

Hidup pada era digital membuat kita bisa dengan mudah mengakses informasi yang didapat tak hanya cepat, tetapi juga besar dan tepat. Hal ini juga mengubah cara kita mengkonsumsi hingga membagikan informasi itu. Kemajuan ilmu dan teknologi informasi telah banyak mengubah cara pandang dan gaya hidup masyarakat Indonesia dalam menjalankan aktivitas dan kegiatannya. Keberadaan dan peranan teknologi informasi dan Komunikasi telah membawa era baru perkembangan dunia, tetapi perkembangan tersebut belum diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia yang menentukan keberhasilan di Indonesia pada umumnya. Hal ini lebih desebabkan masih tertinggalnya sumber daya manusia kita untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam setiap proses kehidupan.

Peningkatan kinerja kebutuhan hidup di masa mendatang diperlukan sistem informasi dan teknologi informasi yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung, tetapi lebih sebagai senjata utama untuk mendukung keberhasilan dunia dalam bidang apapun sehingga mampu bersaing di pasar global yang tetap berstandar islam.  Dasar-dasar filosofil untuk mengembangkan illmu teknologi dan komunikasi bisa dikaji  dan digali dalam Al-Quran, sebab kita suci ini banyak mengupas keterangan-keterangan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi. Menelusuri pandangan Al-Quran tentang teknologi, banyak ayat al-quran yang berbicara tentang-Nya. Menurut sebagian ulama’ terdapat 750 ayat yang berbicara  tentang  alam  materi  dan  fenomenanya, memerintahkan  manusia  untuk  mengetahui dan memanfaatkan alam ini. Secara  tegas  dan  berulang-ulang  al Qur'an  menyatakan  bahwa  alam  raya diciptakan dan ditundukkan Allah untuk manusia. 
(QS. Al-Jatsiyah 45 :13):
 وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا مِّنْهُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Arab-Latin: Wa sakhkhara lakum mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi jamī'am min-h, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

Artinya: Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.

Surah Ar-rahman : 33
 

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ

وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
Artinya; 
“Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.”

Penjelasan :
Ayat tersebut berisi anjuran bagi siapapun yang bekerja di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk berusaha mengembangkan kemampuan sejauh-jauhnya sampai-sampai menembus (melintas) penjuru langit dan bumi. Namun al-Qur’an memberi peringatan agar manusia bersifat realistik, sebab betapapun baiknya rencana, namun bila kelengkapannya tidak dipersiapkan maka kesia-siaan akan dihadapi. Kelengkapan itu adalah apa yang dimaksud dalam ayat itu dengan istilah sulthan, yang menurut salah satu pendapat berarti kekuasaan, kekuatan yakni ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa penguasaan dibidang ilmu dan teknologi jangan harapkan manusia memperoleh keinginannya untuk menjelajahi luar angkasa. Oleh karena itu, manusia ditantang dianjurkan untuk selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Tafsir Al- Mishbah oleh M. Quraish Shihab

Ayat diatas menegaskan bahwa mereka tidak dapat menghindar dari pertanggungjawaban serta akibat-akibatnya. Allah menentang mereka dengan menyatakan : hai kelompok jin dan manusia yang durhaka, jika karena sanggup menembus keluar menuju penjuru-penjuru langit dan bumi guna menghindar dari pertanggungjawaban / siksa yang menimpakanmu itu, maka tembuslah keluar. Tetapi sekali-kali kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan, sedangkan kamu tidak memiliki kekuatan! Maka nikmat tuhan kamu berdua yang manakah yang kamu berdua ingkari?

Peringatan diatas yang merupakan salah satu bentuk nikmat Allah SWT dan karena itu pertanyaan yang menggugah atau mengandung kecaman tersebut diulangi lagi.

Rasululloh Sholallohu Alaihiwassalam Bersabda:
menyerahkan urusan Dunia, Ilmu pengetahuan dan teknologi kepada Ahlinya.

"Antum a'lamu bi umuri dunyakum"

"Kamu lebih mengetahui mengenai urusan dunia kalian".
(HR.Muslim)

Referensi: 
1. Al-Quran dan Hadist
2. Muya Syaroh Iwanda Lubis, Universitas Dharma Wangsa.

Kata Kunci: Teknologi Informasi, Komunikasi, Global, Perspektif,  Islam, Dakwah

Living in the digital era allows us to easily access information that is not only fast, but also large and precise.  It also changes the way we consume and share that information.  Advances in science and information technology have changed the perspective and lifestyle of the Indonesian people in carrying out their activities and activities.  The existence and role of information and communication technology has brought a new era of world development, but this development has not been matched by an increase in human resources which determines success in Indonesia in general.  This is more because our human resources are still lagging behind to utilize information and communication technology in every process of life.

 Improving the performance of the necessities of life in the future requires an information system and information technology that does not only function as a means of support, but rather as the main weapon to support the world's success in any field so that it is able to compete in the global market which remains based on Islamic standards.  Philosophical foundations for developing the science of technology and communication can be studied and explored in the Al-Quran, because this holy book discusses a lot of information about science and technology.  Tracing the Koran's view of technology, many verses of the Koran speak about Him.  According to some scholars, there are 750 verses that talk about material nature and its phenomena, instructing humans to know and make use of this nature.  The Qur'an expressly and repeatedly states that the universe was created and subdued by Allah for humans.
 (QS. Al-Jatsiyah 45: 13):
  وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلسient

 Arabic-Latin: Wa sakhkhara akum mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi jamī'am min-h, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

 Meaning: And He has subjected to you all that is in the heavens and all that is on earth, (as mercy) from Him.  Verily, in that there are signs (of Allah's power) for people who think.

 Surah Ar-Rahman : 33
 

 Amen

 وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
 It means;
 "O congregation of jinn and humans, if you are able to penetrate (cross) the corners of the heavens and the earth, then cross it, you cannot penetrate it except with strength."

 Explanation :
 The verse contains suggestions for anyone who works in the field of science and technology, to try to develop their abilities as far as possible so that they penetrate (cross) the corners of the heavens and the earth.  However, the Qur'an warns people to be realistic, because no matter how good the plan is, if the completeness is not prepared, then futility will be faced.  This completeness is what is meant in that verse by the term sultan, which according to one opinion means power, strength namely science and technology.  Without mastery in the field of science and technology, do not expect humans to get their desire to explore outer space.  Therefore, humans are challenged and encouraged to always develop science and technology.

 According to Tafsir Al-Mishbah by M. Quraish Shihab

 The verse above confirms that they cannot avoid accountability and its consequences.  Allah opposed them by saying: O group of rebellious jinn and humans, if you are able to penetrate outwards towards the corners of the heavens and the earth in order to avoid accountability / punishment that befalls you, then pass it out.  But maybe you can't penetrate it except with strength, while you don't have strength!  So which of the favors of your god do you both deny?

 The above warning is a form of Allah SWT's favor and because of that the question that arouses or contains criticism is repeated again.

 Rasulullah Sholallohu Alaihiwassalam said:
 handing over world affairs, science and technology to the experts.

 "Antum a'lamu bi aged dunyakum"

 "You know more about the affairs of your world."
 (HR. Muslim)

 Reference:
 1. Al-Quran and Hadith
 2. Muya Syaroh Iwanda Lubis, Dharmawangsa University
 3. Google Translate

 Keywords: Information Technology, Communication, Global, Perspective, Islam, Da'wah

Sabtu, 25 Maret 2023

Ekonomi Baik

Bila ekonom ada Indikasi ke Arah Munafik, 
Maka mereka tidak cerdik, ciamik dan nyentrik.

Berikut ciri-ciri nya;

1. Bangga Berbuat Dosa

Orang munafik bangga dengan perbuatan dosa dan tidak pernah ragu untuk terus mengulanginya. Betapa pun banyak dosa yang dilakukan, ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an, mereka digambarkan selalu mencari jalan keluar untuk pembenaran tindakannya.

Mereka dengan ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an, dikenal tidak segan menutupi kesalahan, melimpahkan fitnah kepada orang lain dengan tuduhan yang dapat memecah belah persaudaraan.

Ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 126:

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “ Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Dia (Allah) berfirman, Dan kepada orang yang kafir dan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”

2. Cenderung Pelit

Orang munafik selalu enggan berinfak untuk membantu orang lain. Ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an digambarkan sebagai seseorang yang sangatlah pelit dan menghindari hal-hal yang akan mengurangi kekayaan hartanya.

Padahal berinfak sangat dianjurkan oleh agama dan tidak akan mengurani kekayaan sedikit pun. ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 254.

“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang dzalim.”

3. Bermuka Dua

Mereka orang munafik memiliki muka dua atau bermuka dua. ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an digambarkan, bahwa ifat ini muncul akibat kebingungan mereka terhadap kebenaran yang dibawa Islam.

Ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 14:

“Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman mereka berkata: “ Kami telah beriman”. Tetapi apabila mereka berjumpa kembali dengan setan-setan mereka berkata: “ Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.”

4. Suka Riya

Suka riya atau pamer menjadi ciri khas orang munafik. Ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an digambarkan melakukan segala hal khususnya yang berkaitan dengan kewajiban agama, karena ingin dilihat dan dipuji orang lain.

Dalam hal ini, orang munafik hanya akan melakukan suatu kebaikan di saat disaksikan orang lain. Ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an surat an-Nisa’ ayat 142:

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allahlah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali."

5. Cenderung Malas Beribadah

Mereka orang munafik akan cenderung malas beribadah, bahkan dalam keadaan sehat dan memiliki kecukupan harta. Ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an surat an-Nisa’ ayat 142:

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat, mereka berdiri dengan malas.”

6. Sering Iri dan Dengki

Mereka yang tidak suka dengan pencapaian orang lain dan tidak suka dengan kebahagiaan orang lain, disebut orang munafik. ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an digambarkan sebagai seseorang dengan perasaan iri dan dengki.

Ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an surat sl-Imran ayat 120:

“Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati. Tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikitpun. Sungguh Allah Maha meliputi segala apa yang mereka kerjakan.”

7. Suka Merusak

Mereka orang munafik suka sekali merusak, ini berhubungan dengan perasaan iri dan dengki yang sudah dijelaskan sebelumnya. Ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an ini digambarkan sebagai orang yang sangat pandai memutarbalikkan fakta.

Mereka juga menipu orang-orang seakan sedang mengusahakan suatu perbaikan. Ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 11-12:

“Dan bila dikatakan kepada mereka “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi.” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.”

8. Suka Ingkar Janji

Mereka orang munafik sangat suka membuat janji dan mengingkari janjinya, ini sudah menjadi hal wajah bagi orang munafik. Suka melakukan ingkar janji membuat mereka tidak bisa dipegang perkataannya.

Ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an surat an-Nahl ayat 91 yang artinya:

“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah (mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.”

9. Ingin Menang Sendiri

Ingin menang sendiri dan tidak suka dengan kekalahan menjadi ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an. Istilahnya fujur dan akan melemahkan iman seseorang. Ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an surat asy-Syams ayat 7-10:

"Demi jiwa serta penyempurnaan ciptaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya."

10. Suka Bersumpah Palsu

Mirip dengan mereka yang suka ingkar janji. ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an digambarkan sebagai mereka yang suka bersumpah palsu atau berbohong.

Orang-orang yang selalu dengan mudahnya mengucapkan "Demi Allah" tanpa memikirkan tanggung jawab dan kesungguhan. Ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an surat al-Munafiqun ayat 2:

"Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan."

11. Suka Berkhianat

Mereka orang munafik sangat suka berkhianat, termasuk kepada saudaranya sendiri. Segala yang dititipkan kepadanya, tidak dirawat dengan baik atau merusaknya. Mereka pun suka melakukan adu domba.

Ciri-ciri orang munafik dalam Al-Qur’an surat an-Nisa ayat 58:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya....”

Tanda-tanda orang munafik ada tiga, jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari, dan jika diberi amanah mengkhianati.” (HR Bukhari dan Muslim).

Wallohualam Bisowab..
#bahagiaduniaakhiratsurga
#bagjadunyaakheratsurga
#bdas

Selasa, 07 Maret 2023

Pasar Ekonomi

Definisi Pasar

 1. tempat umum untuk menjual dan membeli barang; 2. bertemunya penjual dan pembeli barang atau jasa, tidak selalu harus ada tempat secara fisik, misalnya pasar uang (market).

Pasar adalah tempat bertemunya orang-orang yang ingin bertransaksi jual-beli.

Pasar adalah tempat bertemunya orang-orang yang ingin bertransaksi jual-beli. Jenis-jenis pasar ada banyak dan dibagi menjadi beberapa kategori, apa saja?

Dalam kehidupan sehari-hari, peran pasar sangatlah penting. Pasar menjadi tempat untuk mencari kebutuhan yang tidak dapat dihasilkan sendiri.

Pasar menjadi tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu, seperti pusat perbelanjaan, pasar tradisional, mall, plaza, pusat perdagangan, dan e-commerce.

Apa itu pasar?
Menurut ilmu ekonomi pasar adalah tempat atau proses interaksi antara permintaan dan penawaran dari suatu barang atau jasa tertentu, sehingga dapat menetapkan harga keseimbangan atau harga pasar dan jumlah yang diperdagangkan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pasar adalah kekuatan penawaran dan permintaan, tempat penjual yang ingin menukar barang atau jasa dengan uang, dan pembeli yang ingin menukar uang dengan barang atau jasa.

Mengutip laman resmi Kemendikbud, setiap proses yang mempertemukan pembeli dan penjual, akan membentuk harga yang disepakati antara pembeli dan penjual.

Aktivitas usaha yang dilakukan di pasar hanya melibatkan dua subjek pokok, yaitu produsen dan konsumen. Keduanya memiliki peranan yang sama besarnya terhadap pembentukan harga barang di pasar.

Jenis-jenis Pasar
*1. Jenis-jenis pasar menurut bentuk kegiatan*

Pasar nyata, jenis pasar di mana memperjualbelikan berbagai jenis barang dan dapat dibeli oleh pembeli. _Misalnya;_ pasar swalayan dan pasar tradisional.
Pasar abstrak, jenis pasar di mana pembeli tidak menawar barang yang dijual dan tidak juga membeli secara langsung. Misalnya pasar online, pasar modal, pasar valuta asing, dan pasar saham.

*2. Jenis-jenis pasar menurut cara bertransaksi*

Pasar tradisional, pasar yang bersifat tradisional di mana pembeli dan penjual dapat saling tawar menawar secara langsung. Umumnya, barang yang diperjualbelikan di jenis pasar ini merupakan barang kebutuhan sehari-hari.

Pasar modern, pasar yang bersifat modern di mana ada berbagai macam barang yang dijual dengan harga yang tidak bisa ditawar dan pembeli melayani dirinya sendiri. Misalnya; mall, plaza, minimarket, dan supermarket.

*3. Jenis-jenis pasar menurut jenis barang*

Jenis pasar ini barang yang dijual hanya ada satu jenis, _Misalnya;_ pasar ikan, pasar sayur, pasar buah, pasar barang elektronik, pasar bahan bangunan, pasar mainan, dan pasar efek atau pasar saham.

*4. Jenis-jenis pasar menurut waktu*

Pasar harian, jenis pasar ini melakukan jual-beli setiap hari. Umumnya, pasar harian menjual berbagai barang kebutuhan sehari-hari. Misalnya, pasar tradisional.

Pasar mingguan, jenis pasar ini melakukan jual-beli seminggu sekali. Barang yang dijual juga sama dengan pasar harian. Contohnya, pasar kamis, pasar minggu, pasar senin, dan sebagainya.

Pasar bulanan, jenis pasar ini melakukan jual-beli tiap sebulan sekali. Umumnya barang yang dijual berupa barang yang pernah dibeli lau dijual kembali. Contohnya; pasar pameran batik, pasar batu akik, dan lain-lain.

Pasar tahunan, jenis pasar ini melakukan jual-beli setahun sekali, biasanya saat ada momen-momen tertentu. Misalnya, pasar Ramadhan, pasar Idul Fitri, pasar Imlek, dan sebagainya.

Pasar temporer, jenis pasar ini digelar pada waktu tertentu dan tidak rutin. Misalnya; bazar.
Baca juga: Contoh dan Kelebihan Sistem Ekonomi Liberal

*5. Jenis-jenis pasar menurut ruang lingkup*

Pasar daerah, jenis pasar ini hanya melayani jual-beli dalam satu daerah di mana produk yang dijual juga dihasilkan di daerah tersebut. Misalnya, pasar kerajinan tangan.

Pasar lokal, jenis pasar di mana pembeli dan penjual ada dalam satu kota. _Misalnya;_ pasar kelurahan atau pasar desa.

Pasar nasional, jenis pasar yang menjual barang untuk pembeli dari berbagai daerah. Misalnya; pasar saham.
Pasar internasional, jenis pasar yang menjual barang untuk konsumen yang berada di berbagai negara. Misalnya, pasar kopi di Brazil.

*6. Jenis-jenis pasar menurut jumlah penjual dan pembeli*

Pasar persaingan sempurna ialah jenis pasar ini jumlah penjual dan pembeli sangat banyak. Biasanya, produk yang diperdagangkan homogen atau sama. Misalnya, pasar ponsel atau pasar laptop.

Pasar monopoli, jenis pasar di mana penjual hanya satu sedangkan pembelinya banyak. Misalnya, kereta api Indonesia.

Pasar monopsoni, jenis pasar di mana penjual ada banyak sedangkan pembelinya hanya satu. Misalnya, produk sabun kecantikan atau kesehatan.

Pasar oligopoli, jenis pasar di mana jumlah penjualnya sedikit sendangkan pembelinya banyak. Misalnya, perusahaan rokok, perusahaan telekomunikasi.
Pasar oligopsoni, jenis pasar ini penjualnya banyak dan pembelinya sedikit. Misalnya; jasa konstruksi bangunan.
Baca juga: Kelebihan, Contoh, dan Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran

*7. Jenis-jenis pasar menurut strukturnya*

Pasar persaingan sempurna, jenis pasar di mana jumlah pembeli dan penjual sama banyaknya. Barang yang diperjualbelikan biasanya homogen atau sama. _Misalnya,_ Pasar Tanah Abang di Jakarta.
Pasar persaingan tidak sempurna, di mana penjual lebih banyak dan pembeli lebih sedikit atau sebaliknya. Misalnya, maskapai penerbangan.

Kesimpulan; pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual-beli dan membentuk harga pasar yang disepakati antara keduanya. Jenis-jenis pasar ada berbagai macam sesuai kategorinya.

Manfaat Pasar

Sebagai sarana distribusi, pasar berfungsi untuk memperlancar proses penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Pasar akan menetapkan harga suatu barang atau jasa tertentu sesuai dengan permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar yang telah disepakati oleh produsen dan konsumen.

Kesimpulan dan Saran 
Pasar Memiliki pertumbuhan ekonomi baik dari daya jual maupun daya beli
Indikator sebuah masyarakat berkembang dan maju dalam ekonomi yakni banyak transaksi didalamnya sehingga roda Ekonomi berjalan dan tumbuh dengan baik
Kedepannya semoga ekonomi dalam negeri memiliki pasar yang bersih, rapi, murah, terjangkau dan pelayanan atau negosiasi dan transaksi didalam pasar menghadirkan keridhoan dan Keberkahan

Sekian tulisan Terkait hal Ekonomi ini, penulis Mohon maaf apabila ada kesalahan Mohon dimaafkan karena penulis yakin akan kekurangan diri dan yang MAHA BENAR atas segala adala ALLOH SWT

Wabilahitopikwalhidayah wassalamualaikum Wr Wb...

Penulis, 


Tips Menghadapi Kesulitan Ekonomi

Ada dua hal penting yang mendasar agar kita terhindar dan tidak sukar dalam menjalankan kehidupan perekonomian

Yang Pertama adalah ikhtiar
Dengan segala potensi yang ada pada diri niscaya kesulitan Ekonomi terhindari.

Kedua Doa 
Doa yang mustajab dan tulus ikhlas mengharap Tuhan kita yaitu Alloh agar mengabulkan segala Do'a kita sehingga kita dapat menjalankan roda perekonomian sesuai syariat yang diperintahkanNya supaya mendapatkan keridhoan dan Keberkahan

Serta tambahan ibadah lainnya seperti sabar dan sholat sehingga dapat mengantarkan kita agar lebih baik lagi wallohualam
Insyaalloh...

- Quote Of The Day -

Sabar dan Sholat.

Kata “sabar”, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sabar adalah tahan dalam menghadapi cobaan, tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati, dan tabah. Kata sabar berasal dari bahasa Arab yaitu as-Shabru, yang berarti menahan diri dari keluh kesah.

Menurut Wikipedia; Sabar adalah suatu rin menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya.

Sabar Menurut Islam: Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, َر َب ص yang berarti menahan, mencegah atau tabah. Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.

Dan Sabar bukan berdiam diri melainkan menjaga perilaku agar selalu berada dijalan yang Benar Menurut Diri, "Masyarakat Umum", Bangsa, Negara dan Agama agar terhindar dari sifat tidak terpuji dan yang dilarang.

QS. 2: 45 Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk."

QS. 2:153 Allah SWT juga berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. Orang-orang yang sabar adalah orang-orang yang dekat dengan Allah SWT.

Hadist

Barangsiapa yang berusaha menjaga diri, maka Allah menjaganya, barangsiapa yang berusaha merasa cukup, maka Allah mencukupinya. Barangsiapa yang berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bisa bersabar dan tidak ada seorang pun yang dianugerahi sesuatu yang melebihi kesabaran." (HR Bukhari No 1469).

Selasa, 21 Februari 2023

Kemiskinan Ekonomi Akibat Efek Domino Kesejahteraan

DOMINO EFEK KESEJAHTERAAN

Sekitar dua pekan yang lalu saya kedatangan aktivis dakwah jalanan. Sosok yang mendedikasikan dirinya untuk segmen dakwah mereka yang banyak menghabiskan waktu di jalan, relatif tidak berpusar di Masjid, apalagi ta'lim.

Pengalaman beliau terjun di dakwah jalanan tentunya berdampak pada kedalaman pemahaman beliau tentang apa yang masyarakat hadapi. Sangat berbeda pendalamannya dengan kami yang mungkin banyak berpusar di masjid dan ta'lim.

Salah satu problem memprihatinkan, yang kemudian disimak oleh sahabat saya ini adalah... maraknya judi online dikalangan masyarakat ekonomi kelas bawah. Bahkan pekerja moda roda dua online pun aktif beli token judi, sepuluh dua puluh ribu untuk bertaruh di platform judi online.

Pendalamanpun beliau lakukan, mengapa disaat ekonomi sudah sulit, masih mau-maunya berjudi, ternyata sudut pandang lain terkuak, mengejutkan,

"Mereka itu bilang, kalo cuma bawa hasil ngojeg sepuluh dua puluh ribu ya gak cukup, desakan kebutuhan harus ngidupin anak-anak, makan, itu lebih dari segitu. Jadi bagi mereka, mempertaruhkan sepuluh dua puluh ribu untuk dapat gede, jadi ilusi tersendiri."

Tragis memang, tetapi itulah masalah sosial yang hari ini kita hadapi. Berjudi tidak lagi harus ke tempat judinya. Semua amal sholih dan juga amal maksiat, dalam waktu yang bersamaan bisa diakses lewat teknologi yang mudah hari ini.

***

Membaca kemiskinan sebenarnya tidak bisa hanya dibaca sebagai perilaku personal. Misalnya anggapan "dia miskin karena malas". Hal ini gak bisa jadi patokan karena kemiskinan dalam keilmuwan sosial juga bisa terjadj karena struktur ekonomi masyarakat yang gak bisa menghadirkan kesejahteraan, mau serajin apapun orang tersebut.

Kita harus melihat secara holistik, kemiskinan terjadi pada awalnya karena tidak ada platform ruang pekerjaan bagi angkatan tenaga kerja aktif, lalu jika ditarik ke belakang, tidak mumpuni nya kualitas pendidikan dalam menghasilkan output kompetensi. Jika ditarik lagi ke belakang, ketidak cukupan unit sektor riil yang dapat menampung semua angkatan kerja.

Alhasil mencari penghasilan jadi berat, serat-serat penghasilan jadi tertekan. Itulah yang mendera masyarakat.

Jika memang arus penghasilan yang menjadi permasalahan, harusnya kita bisa mengoperasi kemiskinan ini dari sisi yang lain, yaitu mengurangi beban kebutuhannya.

Pada tulisan kali ini saya ingin memberikan apresiasi kepada gerakan dakwah pendidikan Quran dengan konsep beasiswa penuh, dimana angkatan belajar negeri ini terserap di rumah-rumah Quran dan pondok-pondok Tahfidz. Tidak hanya belajar, tetapi juga bermukim.

Di titik program seperti inilah kebutuhan hidup para pemimpin keluarga bisa terkurangi. Saudara-saudara kita yang Allah uji dengan kecilnya arus penghasilan dapat ringan hidupnya, jika anak-anak saudara kita tercover pendidikan dan hidupnya di pondok-pondok tahfidz.

Mari kita bahas sedikit, seorang santri yang menjalani program tahfidz Al Quran, biasanya mukim di asrama selama tiga tahun, ditanggung makannya, biaya hidupnya, hingga proses pendidikan pun tidak bayar apa-apa.

Jika pondok-pondok dan rumah Quran ini bertumbuh maksimal di negeri ini, maka serapan pada anak muda angkatan belajar pasti akan tinggi. Dan ini insyaAllah meringankan banyak beban pemimpin keluarga yang masuk dalam kategori dhuafa.

Kesejahteraan dalam perspektif Islam sederhana. Tercukupi kebutuhan makan, ada hunian, tercukupi sandang, lalu akses pada pendidikan dan kesehatan.

Gerakan Rumah Tahfidz Quran dan Pondok Quran sebenarnya adalah jawaban atas soslusi kemiskinan di negeri ini, setidaknya solusi awal untuk menekan beban kebutuhan keluarga dhuafa, biarlah anak-anak generasi muslim ini dididik sekaligus dinaungi kehidupannya oleh lembaga dakwah.

***

Visi besar diatas bukan utopia. Perlahan populasi Rumah Quran perlahan bertumbuh, dan kerja peradaban ini haruslah didukung oleh semua pihak, semua entitas, barulah gelombangnya bisa maksimal.

Ada gerakan yang menyediakan beras pondok, ada gerakan yang menyediakan voucher listrik untuk pondok, ada gerakan yang menyediakan khusus telur untuk pondok, ada yang lebih jauh sampai menyediakan daging untuk santri, di berbagai pondok. Kesemua itu adalah harmoni gerak yang harus kita doakan dan dukung, untuk gelombang perbaikan generasi kedepannya.

Bukan hanya dihidupi, tetapi generasi ini dididik dengan Al Quran. Bukan hanya sekedar memberi makan dan tempat tinggal, tetapi kita bersama-sama mencetak generasi muslim yang dekat dengan Al Quran.

Semoga perspektif ini mendorong kita untuk semakin semangat mendukung gerakan dakwah kesantrian tahfidz di negeri ini. Mari dorong lahirnya titik-titik pemukiman pondok untuk para santri. Mari sama-sama dukung makannya, pendidikannya, dan segala kebutuhannya.

Semoga Allah ridho, semoga Allah turunkan rahmah.

URS

Jumat, 20 Januari 2023

Sosial Ekonomi Indonesia

Dear Ekonomi Indonesia...

Saya Mengajak keluarga's, rekan's, kawan's, teman's semua yg Tua, Muda dan Remaja untuk membangun Negeri, dengan bersenang hati.

Bersinergi, berkolaborasi dan berbakti kepada ilahi Robbi dengan cara mencintai Indonesia ini. Tentunya dgn cara yg sangat senang..

Namun tantangannya banyak oligarki tiada henti yang mementingkan diri, keluarga dan golongannya saja.

Dear Ekonomi Indonesia...

sepertinya sistem tidak berjalan dengan benar, politik baik seakan diputar balik.
Sosial Ekonomi hanya dilingkarkan itu-ini saja.
Budayapun sama
Pertahan keamanan militer memang sudah cukup namun harus banyak tambahan.
Dan Hukum masih ada kekurangan. 
Tapi saya bersyukur Alhamdulillah Indonesia damai..

Apakah ini ada semacam formalitas saja, tidak dibarengi dengan 'ikhlas' tidak merata kepada masyarakat luas..
Padahal ini kan harus prioritas agar masyarakat makmur dan sejahtera.

Obsesi ekonomi agar berkuasa dengan cara yg unik, cerdik dan tentunya baik memang harus namun harus disertai keadilan.
Jangan menghakimi dari satu sisi.
Lihat Aturan yg berlaku.

Dear Ekonomi Indonesia...

Padahal itu semua akan dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan yaitu Alloh SWT kan?

Saya sempat merefleksi diri dan mengevaluasi. Apakah diri ini lebih memberikan kritik, saran dan ide yg pada akhirnya mereka menjawab tidak berhak, nanti ke yang lain atau ditanyakan dulu ke atas. Apakah itu pantas?..

Padahal itu semua demi pembangunan negeri. Apakah yg diatas hanya tunjuk sana dan sini memerintah tanpa arah saya yakin tidak, pasti ada arah dan tujuan.

Semoga dijauhkan dari serakah, bedebah dan pongah.
Karena Masih Ada Alloh yang Maha Gagah.

Sebuah negeri kuat apabila dalam internal itu solid dan eksternal ini handal. Memang terkenal akan menjadi fenomenal..

Dear Ekonomi Indonesia...

Saya takut ada yg memanfaatkan ekonomi kekuasaan seenak jidat dan mdh2an kekhawatiran saya dijauhkan..

Negeri ini takkan Maju secara Ekonomi apabila yg berkuasa membiarkan orang yg pintar, jenius untuk membangun negeri diasingkan. Ini sudah tahun 2022 jaman canggih..

Yuk bersama, bersatu membangun Indonesia tanpa ada rasa iri dan dengki. Kita ini manusiawi yang hakikatnya makhluk sosial dan berakal.
Kita sama2 membawa bekal untuk akhirat yang kekal.

Dear Ekonomi Indonesia..
Pada Akhirnya saya bisa berdoa;
Ya Alloh Ya Robb..
Amankanlah Ekonomi negeri ini
Makmurkan kami 
Sentosakan kami
Sejahterakan kami
Berkahi Kami ini dan
Ridhoi Kami Nanti..
Insyaalloh Aamiin YRA 🙏😇🤲
Alfatihah 99x

Maafkan saya bila ada salah kata dalam penulisan dan semoga Alloh memaafkan 🙏
(SuryaS09)

Sajarah Ekonomi

Wancik waktu anu Mustari
Mepeling barudak negri
Piken kanyahokeun sajarah Ekonomi Nu saestuna...

Dizaman ayeuna pohara jalma anu teuapaleun Kana perjalanan kahirupan, perjuangan sarta pangorbanan Ekonomi anu kalintang gedena.

Kolot baheula nanjerkeun hiji pamadegan Sangkan ekonomi urang ulah eleh ku penjajahan.

Bulan Agustus ayeuna nyaeta bulan kamerdekaan, kabebasan Nu kudu dieusi ku mangrupa kahadean Jeung kabaktian Ekonomi kanu Kawasa.

Urang teu walakaya, teuaya daya upaya mung ku MantenNa dipasihan kakiatan Ekonomi 
Sumerah pasrah nyuhunkeun RahmatNa.

Sajarah Ekonomi bakal kaulang, urang salarea kudu nyiapkeun Sagala rupa keur ayeuna Jeung jaga. Nyiapkeun anu panghadena, pangsaena pikeun mulang Sangkan mere NU paling Hade.

Pabalap-balap Dina kahadean Ekonomi Sangkan Alloh Ridho ka urang sadaya.
Sarta Dipasihan kameunangan. Nyaeta Meunang SurgaNa Alloh SWT.

Insyaalloh, Aamiin YRA 😇🤲

Memiliki Ekonomi

"Merasa Memiliki"

Bayangkan, jika di tangan kanan saya ada uang 100.000,-
Dan di tangan kiri saya ada potongan kertas putih, dengan ukuran yang sama dengan uang.
Lalu saya memberikannya kepada anda..
Bayangkan kedua buah kertas itu sudah berada di kantong anda, dan simpan baik-baik..
Beberapa waktu kemudian saya memintanya kembali potongan kertas putih tersebut, lalu apa yang terjadi?

Tidak keberatan bukan?

Setelahnya saya pun meminta uang 100.000.- dan anda pasti keberatan, alasannya sudah dipakai atau bisa apa saja,.

Betul??
Kenapa demikian?

Jawabannya karena anda "merasa memiliki"

Seorang bijak pernah berkata kepada saya, bahwa awal dari penderitaan hidup adalah "merasa memiliki, orang yang takut kehilangan hanyalah orang yang "merasa memiliki".
Padahal seharusnya kita menyadari, yakni Alloh tidak pernah memberikan hak milik kepada kita, melainkan hanyalah memberikan "hak guna pakai" kepada semua mahluk ciptaannya..

Jadi kalau ada pertanyaan,
"sejak kapan kita sedih?",
"sejak kapan kita susah?",
Jawabannya adalah, sejak kita "merasa memiliki".

Padahal apa pun yang kita punya kemarin dan hari ini, akan kita tinggalkan semuanya.
Sehat, sakit, kaya, miskin, suka, duka, lapang sempit, bahagia, dan menderita, semua sifatnya sementara.

Betul?

Hanya yang "merasa memilikilah" yang takut dan merasa kehilangan.

Itulah pentingnya konsep "Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rozi'uun" (bukan diucapkan ketika adanya kematian seseorang, tapi konsep saat kita hidup untuk melihat dan mempersiapkan kematian kita sendiri).
Kemelekatan adalah akar dari penderitaan, saya kira..

Setelah direnungi, baik orang yang pernah mengalami kehilangan, gagal, dan kembali ke awal, pun orang yang belum banyak mengalami hal itu, haruslah ini menjadi catatan dan pelajaran berharga teman-teman..
Di sini saya hanya bisa berbagi, atas apa yang telah kita rasakan, atau anda yang pernah sama-sama merasakan, bukan maksud menggurui..

"Ketika kita menggenggam sesuatu terlalu erat, yakin akan merasakan sangat sakit ketika kita harus terlepas".
Banyak diantara kita yang terlalu melekatkan harta, orang yang kita cinta, dan jika kita terlalu melekat dengan sesuatu itu, kemudian sesuatu itu rusak, hancur, lenyap meninggalkan kita, akan menimbulkan rasa duka yang teramat dalam.
Untuk itu satu-satunya kemelekatan yang harus kita punya dan kemelekatan ini akan "menghadirkan kebahagiaan" hanyalah, lekatnya hati dan diri kita hanya kepada Alloh, karena Alloh lah satu-satunya yang tidak akan pernah meningalkan kita..
Justru kita lah yang sering meninggalkan Alloh..

Semoga menginspirasi
#evaluasidiri
#Edisi_mapagahan_diri.

Derick Firdaus 191122

PENDIDIKAN EKONOMI ISLAM

KELUAR KOTAK

Daripada kita ngajarin kecerdasan manajemen keuangan untuk para ustadz ustadzah di pondok, alangkah baiknya kita juga membangun mekanisme kesejahteraan yang agresif untuk para guru. Kita letakkan orang berilmu pada harkat martabatnya.

Kecerdasan finansial, mengatur keuangan, itu penting, kalo ada uangnya. Nah, jika uangnya aja ngepas, ngepress, apanya yang mau dimanage, apa yang mau dikelola?

Membekali para ustadz dan ust!dzah dengan bekalan entrepreneurship ini juga harus hati-hati. Narasinya kayaknya keren, padahal bahaya.

"Agar guru juga bisnis, dagang, gak menggantungkan diri ke honor ngajar."

Tapi akhirnya seorang guru jadi gak punya waktu belajar, dan ini bahaya. Ilmu harus diasah, dipelihara, di murojaah, dimulazamah, jangan malah sibuk jualan.

Jika maqomnya di keilmuwan, biarlah fokus mendaras kitab, menulis di web, menulis tanya jawab ke ummat, berdialektika kajian di multaqo 'alim ulama, agar ummat ini ter asuh, terawat.

Sejarah kegemilangan Islam sudah menjawab, adanya Waqful Fuqoha untuk para faqih ilmu asalah bukti bahwa ulama itu tugasnya keilmuwan, jangan dipaksa dagang jualan, gak semua cocok.

Waqful Fuqoha itu, dibiayai hidupnya dari wakaf produktif, ditopang hidupnya dari hasil kebun-kebun kurma yang diwakafkan Sultan, kebun-kebun zaitun yang diwakafkan oleh aghniya, ada scriptnya, kalo mau fair sama sejarah, dibuka ada.

Maka alangkah baiknya ini yang difikirkan. Bukan nganggap para guru mata duitan, gak ikhlash, tapi terkadang kita gak menempatkan ahli ilmu di tempatnya.

Jika gaji guru, ujroh para ustadz di pondok-pondok ini gak ngejar ke angka kelayakan, dorongan migrasinya SDM bagus-bagus ke sektor lain ini pasti terjadi. Paling riskan adalah migrasinya guru laki-laki, karena penopang keluarga, dan tersisalah dominan para guru perempuan, ini juga dampaknya besar pada generasi laki-laki yang kehilangan teladan maskulin di bangku pendidikan.

Saya usul, usul pribadi aja, ya bukan atas nama entitas atau lembaga, alangkah baiknya kita mendesain kesejahteraan yang agresif untuk para guru-guru kita.

***

Masalahnya menurut saya bukan di pengelola Yayasan, atau pimpinan. Jangan buruk sangka dulu.

Saya bicara dan diskusi banyak dengan para pengurus yayasan, gak jarang juga mereka buka laporan keuangan. Ya pusing juga menghelat pondok ribuan santri, walau ada SPP, ya gak bisa besar-besar, walau ada uang wakaf, tergerus ke bangunan baru atau maintanance.

Gak ada yang namanya nilep-nilep, itu sangka baik saya.

Namun menurut saya salahnya di modeling arus pemasukan entitas pondok, atau pendidikan Keislaman. Yang salah ada di cara berfikir dan cara main yang dipertahankan. Old school, gak ngikutin zaman.

Arusnya hanya dari SPP, uang masuk, uang naik tingkat, yang kalo mau digimana-gimanain, pasti ada batasnya, apalagi berlakunya ke seluruh santri. Pukul rata.

Sebuah nominal pasti ringan bagi sebagian wali santri, tapi beratnya setengah mati bagi wali santri yang lain.

Gak usah jauh-jauh bikin bisnis pondok, atau mau bikin usaha produktif, gak usah jauh kesitu, ngejalaninnya aja nanti belum tentu bener, masalah baru lagi nanti. Silakan aja kalo ada SDM profesionalnya.

Coba fokus aja ke segmen khusus di para wali santri. Data santri aktif ribuan, 6 tingkat. Setingkat SMP-SMA. Tsanawiyah Aliyah. Berarti wali santri aktif ada berapa ribu itu, belum lagi alumni pondok yang sudah berkarir.

Mengapa gak bikin entitas khusus untuk kelola potensi ini? Dari belasan ribu wali santri, insyaAllah ada segmen pengusaha muslimnya, ada segmen aghniya nya, mengapa gak dibangun komunikasi intens kepada segmen ini?

Bangun tim relation pondok yang profesional. Hire tim komunikasi publik yang handal. Rekrut marketer program yang ngerti cara offering amal sholih. Sangat bisa dilakukan.

Maka arus pemasukan pondok bisa berlipat. Malah bisa jadi satu gedung baru dari wakaf satu pengusaha muslim.

Ini masalah transfer visi, ruh, pelayanan, selama komunikasinya baik, insyaAllah bisa.

Jika ragu bantu uang, kirim fisiknya saja, kirim mobilnya, semennya, bangku belajarnya, bismillah.

Sangat bisa. InsyaAllah.

Dengan diterapkannya multiple income source, sebuah pondok bisa memberlakukan imbal balas kerja yang progresif kepada tenaga pendidik.

Tidak hanya dari SPP, tidak hanya dari uang pangkal atau uang tingkat, tapi bisa dari infaq wali santri, waqaf tunai wali santri, kerjasama wakaf hak hasil usaha, dan banyak lagi.

***

Bicara kesejahteraan itu bukan cuma soal gaji. Jika pondok dapat mensupport kediaman untuk para ustadz, fasilitas kesehatan, sumber pangan bersama agar living cost murah, lokasi perumahan ustadz dan pondok yang dekat, hingga menekan beban transport, insyaAllah sejahtera.

Membangun perumahaan komersial yang dapat dimiliki oleh para guru itu baik, silakan saja difasilitasi, namun jika kembali ke sejarah wakaf, fasilitas wakaf kediaman untuk para pengajar itu membentang di sejarah Islam. Tinggal berani baca atau nggak aja. Ada yang pura-pura gak tau.

Secara pribadi saya punya impian, di negeri ini, imbal kerja seorang ustadz ustadzah di entitas pendidikan Islam adalah profesi yang didambakan. Insentif itu menggerakkan market, kalo imbal balasnya gak agresif, sosok-sosok berkualitas generasi muslim ini akan lari ke sektor komersil semua, jangan bicara jiwa pengabdian pada nyawa kehidupan seseorang. Ini hidup orang.

Desainlah nilai balas kerja yang agresif, bangun sistem kemakmurannya, insyaAllah seorang ustadz ustadzah akan dapat mengajar dengan tenang, poll.

Mudah-mudahan dengan dicukupi kebutuhannya, waktu luangnya akan digunakan untuk membuka kitab, memperkuat ruh, mendalami ilmu, bergerak dari dauroh ke dauroh, maka yang akan mendapatkan benefit adalah anak-anak kita sendiri, generasi kaum muslimin.

Anak-anak kita akan didik oleh para ustadz ustadzah yang benar-benar seratus persen dedikasi hidupnya untuk pembentukan karakter, transfer ruh, pendalaman ilmu.

***

Semangat tulisan ini, mengajak kita semua keluar dari kotak, berfikir meluas, mencari cara pendekatan baru.

Berhenti kita saling menyalahkan, Pembina Yayasan juga pusing, Ketua Yayasan juga, para tim Asatidz apalagi, mengasuh ribuan santri.

Sudah saatnya kita membuka fikiran atas peluang, celah kebertumbuhan, jangan sampai potensi ribuan wali santri hanya difikirkan SPP dan uang wakafnya saja. Itu pasti fix. Fix berat gak cukup.

Kembali menegaskan saran diatas, perlu dibangun pemasukan pondok yang ireguler, BaitulMaal yang profesional, Amil yang handal, Nazhir yang kompeten.

InsyaAllah..

Rasanya saya mau ngadain pelatihan gratis, kami yang sediakan hotelnya, yang datang wajib pendiri yayasan, ketua, dan pimpinan pondok, bagaimana?

Imajinasi aja sih, da saya bukan lulusan pondok, lewat tulisan aja yah.... semoga ada manfaatnya.

URS - lagi gelisah sama keadaan ustadz ustadzah pondok

Bantu Ekonomi

Bantu Ekonominya!

Bantulah apabila kau mampu secara Ekonomi dan
Apabila tidak berusahalah secara syariah

Kalo tidak juga berdo'alah
Bila semua dilakukan lalu berserah pasrah
Bertaqwalah!

Sebaik-baiknya manusia
Adalah yang bertaqwa Dan membantu sesama

InsyaAlloh Bahagia Dunia Akhirat Surga (BDAS)

#bantu
#ekonomi
#syariah

Politik dan Ekonomi

-Yang Berdasi Menghargai Profesi-

Aku Berdasi Menghargai setiap profesi
Dan akupun menghormati dari semua Profesi 
tanpa basa-basi karena aku mengalami

Pernah menjadi kenek angdes.dan angkot
Pelajarannya tetap melek tanpa judes n melotot
Intinya tetap fokus melayani dan memberi arti 
hingga capai tujuan dengan selamat

Mengalami jadi supir angdes, angkot, taksi, taksol
Sopir rental, pribadi, perusahaan, lembaga Dan lainnya
Disana saya belajar bagaimana berkonsentrasi tinggi
Namun tetap mencapai tujuan pasti

Kerja Keras, buruh pabrik, kuli kasar, bangunan, angkut, ojek, ob.
Macul, ngarit, ngangon, tandur, jemur, olahragawan..
Itu semua kualami penuh arti
agar senantiasa bisa lebih bermakna

Jadi penjaga, sales, marketing, anggota ormas, teknik, 
manajer, direktur, guru, komunitas, musisi, ruang kreasi anak negeri
Semua kujalani dan kulalui dengan rela hati
Semata-mata semua dgn Harapan Keridhoan

Jadikan politik baik, cantik, unik, estetik dan asyik agar hasil ekonomi tambah baik dan ciamik.

Yuk tanpa caci dan juga Maki
Setiap profesi hargai dan hormati
Bangga akan pakaian yg kita kenakan!!

#Profesi
#politik
#ekonomi

Hukum dan Ekonomi

- Hukum dan Ekonomi -

Saya Belajar dan Mengetahui Produk Hukum di LBHJ - YBPN
Khususnya dari seorang kawan yang baik hati, dosen Unpas juga masyarakat lain dan kontribusi bagi negeri tak diragukan lagi.

Ternyata Secara pemikiran pribadi bahwa Hukum itu adalah Rasional
Namun lebih dari itu ialah aturan
Aturan apa,, aturan yang memang untuk dimanfaatkan, diberdaya gunakan untuk kesejahteraan masyarakat secara luas.

Hukum dan ekonomi setali tiga uang 
Bagaimana etika dalam berbisnis
Budaya dalam ekonomi sinergi dengan hukum yang berlaku sehingga memberikan dampak atau manfaat yang banyak dan juga menyeluruh.

Dan pada akhirnya saya dijadikannya sebagai anggota dari LBHJ - YBPN ( Lembaga Bantuan Hukum dan Jasa Yayasan Bhakti Putra Nusantara )

Terimakasih atas Kepercayaannya dan ini adalah amanah yang harus diemban dan dijalankan.
Serta mohon maaf atas segala kekurangan yg ada pada diri pribadi.

Dan Kebenaran datang dari yang MAHA BENAR dan Sebaik-baiknya HUKUM dan ATURAN adalah DariNya Yaitu ALLOH SWT.

Sukses terus untuk LBHJ - YBPN
"Tegaknya Hukum akan menjadikan Makmur dan Jayanya Masyarakat diseluruh Nusantara".

#lembaga
#bantuan
#hukum
#ekonomi
#jasa
#yayasan
#bhakti
#putera
#nusantara

Pemimpin Ekonomi itu adalah ...

Pemimpin Ekonomi itu..

Bicara "Keras dan Tegas"
Dengan gaya yang lugas
Agar yg dipaparkan jelas
.
Saya Bukan Dewan yg punya hak imunitas
Hanya sebagai masyarakat yg memakai jas.
.
Lantas, bukan hanya sekedar bersikeras
Melainkan setiap orang punya hak asas.
.
Pemimpin itu minimal meneladani  keadilan, kebenaran, menyuarakan yg benar, menjalankan amanah dari Yang Maha Benar, sabar serta Cerdas.
.
Mempunyai Kredibilitas, Akseptabilitas, Kapabilitas, Kapasitas dan kualitas kelas atas.
.
Kebijakan yang intelektualitas akan membuat  semua cekas.
Problem solving yg efektivitas
Dan Produktivitas yg berkelas

.
Sinergitas, otoritas, legalitas dan loyalitas
Harus Dilakukan dgn Totalitas.
Agar Masyarakat Pantas dan Puas.
.
Maaf Bila kata-kata ini kurang pantas dan pas.
.
Jadi., Dari saat ini dan nanti,
yuks mari bersama2 membangun negeri yang kita cintai dgn karya yang nyata, prestasi yg tinggi dan terbaik sehingga kemakmuran, keberkahan dan keridhoanNya kita Dapati.
.
Insyaalloh Aamiin YRA 🙏😇🤲
.
#pemimpin 
#pemimpinbijak 
#pemimpinekonomi
#ekonomi
#pemimpinadilsejati 
#leader 
#leadership
#economic