Tampilkan postingan dengan label #kenali #kendali #nafsu #diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #kenali #kendali #nafsu #diri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2024

Kenali dan Kendali Nafsu Diri

*NAFSU*

_Kenali dan Kendali Nafsu diri!_

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), secara etimologi kata 'nafsu' memiliki beberapa makna, di antaranya: keinginan, kecenderungan, atau dorongan hati yang kuat; gairah, atau meradang. Bila ditambah dengan kata 'hawa', menjadi hawa nafsu, maka bermakna dorongan hati yang kuat untuk berbuat kurang baik.

*Kenali Karakteristik Nafsu*

Ketahuilah, nafsu itu ada tujuh macam jika dilihat dari sisi karakteristiknya,
Namun dari sisi eksistensinya, nafsu itu tetap hanya satu saja.

*Pertama*, _nafsu amarah,_ yaitu nafsu yang selalu mendorong manusia kepada keburukan atau kemaksiatan.

*Kedua*, _nafsu lawwamah,_ yaitu nafsu yang sudah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya, namun masih banyak terpeleset dalam perbuatan maksiat, sehingga membuatnya selalu menyesali diri.

*Ketiga*, _nafsu mulhamah,_ yaitu nafsu yang sudah mengenali kotoran-kotoran yang halus seperti riya, ujub, sombong, dengki, cinta dunia, dan lain-lain dari pada penyakit-penyakit batin, tapi ia belum bisa melepaskan diri dari kotoran-kotoran halus itu.

*Keempat,* _nafsu muthmainnah,_ yaitu nafsu yang sudah bersih dari kotoran-kotoran halus dan telah berganti sifat-sifat tercelanya menjadi sifat-sifat terpuji, sudah berakhlak dengan akhlak Allah yang jamaliyah berupa kasih sayang, lemah lembut, kemuliaan, dan lain-lain.

Di sini awal mula seseorang sampai kepada Allah, tetapi ia masih belum bersih dari kotoran-kotoran yang halus sekali seperti syirik khafi dan cinta menjadi pemimpin.

*Kelima,* _nafsu radhiyah_ yaitu nafsu yang telah sampai maqam fana, tetapi ia masih melihat diri telah fana sehinga dapat membawanya kepada riya.

*Keenam*, _nafsu mardhiyyah_ yaitu nafsu yang telah fana dari fana dan sudah tenggelam dalam lautan tauhid.

Dan, *ketujuh*, _nafsu kamilah,_ yaitu nafsu yang sudah sempurna (kamil).

Berdasarkan klasifikasi nafsu itu, nafsu yang harus dikalahkan adalah nafsu amarah, lawwamah, dan mulhamah.

Hal itu mengisyaratkan bahwa tiga nafsu itu masih jauh dengan Allah, sehingga belum mendapat panggilan-Nya.

Dalam ayat itu, Allah hanya memanggil nafsu muthmainnah, radhiyah, mardhiyyah, dan nafsu kamilah. supaya mendapat panggilan Allkh SWT dan menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat.

*Kendali Nafsu*
- _Kendalikan dengan petunjuk agama__

Melawan hawa nafsu bisa dilakukan dengan mempelajari petunjuk agama yang benar. Jika tidak mengetahui ajaran agama yang benar, seseorang akan menderita di dunia dan di akhirat.

- _Mengamalkan ajaran agama_

Hawa nafsu dapat dilawan dengan mengamalkan ajaran Islam yang bernilai pahala.

- _Mengajarkan agama kepada yang belum mengetahui_

Hawa nafsu orang lain dapat dikendalikan dengan mengajak dan mengajarkan agama. 

- _Ambil Wudhu atau Thoharoh (Bersuci)_

Ajari diri bersuci, thoharoh atau berwudhu kepada orang yang belum mengetahui tentang ajaran agama yang benar.

- _Kendali dengan Sabar dan Sholat_

Sabar merupakan kunci dalam mengendalikan hawa nafsu. Tanpa kesabaran, seseorang dapat terjerumus dalam jurang keburukan.

Ayat Al-Quran Tentang Nafsu;
Ada Nafsu Terbelenggu, Tersesat dan Diridhoi.

1. Qs Al Kahf ayat 28, “janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari ingat kepada Allah serta menuruti hawa nafsunya.

2. Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama´ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku," (QS. Al-Fajr 27 - 30).

3. Dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri)," (QS. Al-Qiyamah: 2).

4. Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Yusuf : 53)

Hadist Tentang Nafsu;

1. Hawa nafsu adalah musuh terbesar manusia

Abu Malik Al Asyari meriwayatkan sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Musuhmu yang paling berbahaya adalah hawa nafsu yang ada di antara lambungmu, anakmu yang keluar dari tulang rusukmu, istrimu yang kamu gauli, dan sesuatu yang kamu miliki.” (HR Al Baihaqi)

2. Mengontrol hawa nafsu ketika marah adalah orang yang kuat

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah orang yang kuat adalah pandai bergulat, tapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan nafsunya ketika ia marah." (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Melawan hawa nafsu merupakan jihad yang paling utama.

Rasulullah SAW bersabda, “Mukmin yang paling utama adalah umat yang selamat dari keburukan lisan dan tangannya. Mukmin paling utama keimanannya adalah yang paling baik perilakunya. Muhajirin paling utama adalah orang yang meninggalkan larangan Allah. Jihad paling utama adalah jihad melawan nafsu sendiri karena Allah.” (HR. Ahmad, Al Tirmidzi, dan Abu Dawud)

4. Orang yang mengikuti hawa nafsu termasuk golongan orang yang tidak beriman

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin Al Ash ra, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak beriman seseorang sampai hawa nafsunya ia tundukkan demi mengikuti apa yang aku bawa” (HR. At-Thabrani)

Jika Sudah Dikenali, Berikan Solusi dan Kendali Atas Diri Maka Nikmatilah Hidup Ini!

Serahkan dan Pasrah Saja SemuaNya Hanya KepadaNYA  yaitu ALLOH SWT

Insyaalloh, Selamat dan Bahagia Dunia dan Akhirat Aamiin YRA.

Referensi: dari berbagai sumber.