Selasa, 11 April 2023

Perspesi Islam Terhadap Teknologi Informasi Dalam Media Dakwah Ekonomi

*PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM DAKWAH*

*ISLAMIC PERSPECTIVE ON INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY IN DAKWAH*

Oleh: Surya Sugianto, S.E.
By: Surya Sugianto, S.E.

Abstrak
Abstract

Hidup pada era digital membuat kita bisa dengan mudah mengakses informasi yang didapat tak hanya cepat, tetapi juga besar dan tepat. Hal ini juga mengubah cara kita mengkonsumsi hingga membagikan informasi itu. Kemajuan ilmu dan teknologi informasi telah banyak mengubah cara pandang dan gaya hidup masyarakat Indonesia dalam menjalankan aktivitas dan kegiatannya. Keberadaan dan peranan teknologi informasi dan Komunikasi telah membawa era baru perkembangan dunia, tetapi perkembangan tersebut belum diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia yang menentukan keberhasilan di Indonesia pada umumnya. Hal ini lebih desebabkan masih tertinggalnya sumber daya manusia kita untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam setiap proses kehidupan.

Peningkatan kinerja kebutuhan hidup di masa mendatang diperlukan sistem informasi dan teknologi informasi yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung, tetapi lebih sebagai senjata utama untuk mendukung keberhasilan dunia dalam bidang apapun sehingga mampu bersaing di pasar global yang tetap berstandar islam.  Dasar-dasar filosofil untuk mengembangkan illmu teknologi dan komunikasi bisa dikaji  dan digali dalam Al-Quran, sebab kita suci ini banyak mengupas keterangan-keterangan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi. Menelusuri pandangan Al-Quran tentang teknologi, banyak ayat al-quran yang berbicara tentang-Nya. Menurut sebagian ulama’ terdapat 750 ayat yang berbicara  tentang  alam  materi  dan  fenomenanya, memerintahkan  manusia  untuk  mengetahui dan memanfaatkan alam ini. Secara  tegas  dan  berulang-ulang  al Qur'an  menyatakan  bahwa  alam  raya diciptakan dan ditundukkan Allah untuk manusia. 
(QS. Al-Jatsiyah 45 :13):
 وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا مِّنْهُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Arab-Latin: Wa sakhkhara lakum mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi jamī'am min-h, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

Artinya: Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.

Surah Ar-rahman : 33
 

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ

وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
Artinya; 
“Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.”

Penjelasan :
Ayat tersebut berisi anjuran bagi siapapun yang bekerja di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk berusaha mengembangkan kemampuan sejauh-jauhnya sampai-sampai menembus (melintas) penjuru langit dan bumi. Namun al-Qur’an memberi peringatan agar manusia bersifat realistik, sebab betapapun baiknya rencana, namun bila kelengkapannya tidak dipersiapkan maka kesia-siaan akan dihadapi. Kelengkapan itu adalah apa yang dimaksud dalam ayat itu dengan istilah sulthan, yang menurut salah satu pendapat berarti kekuasaan, kekuatan yakni ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa penguasaan dibidang ilmu dan teknologi jangan harapkan manusia memperoleh keinginannya untuk menjelajahi luar angkasa. Oleh karena itu, manusia ditantang dianjurkan untuk selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Tafsir Al- Mishbah oleh M. Quraish Shihab

Ayat diatas menegaskan bahwa mereka tidak dapat menghindar dari pertanggungjawaban serta akibat-akibatnya. Allah menentang mereka dengan menyatakan : hai kelompok jin dan manusia yang durhaka, jika karena sanggup menembus keluar menuju penjuru-penjuru langit dan bumi guna menghindar dari pertanggungjawaban / siksa yang menimpakanmu itu, maka tembuslah keluar. Tetapi sekali-kali kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan, sedangkan kamu tidak memiliki kekuatan! Maka nikmat tuhan kamu berdua yang manakah yang kamu berdua ingkari?

Peringatan diatas yang merupakan salah satu bentuk nikmat Allah SWT dan karena itu pertanyaan yang menggugah atau mengandung kecaman tersebut diulangi lagi.

Rasululloh Sholallohu Alaihiwassalam Bersabda:
menyerahkan urusan Dunia, Ilmu pengetahuan dan teknologi kepada Ahlinya.

"Antum a'lamu bi umuri dunyakum"

"Kamu lebih mengetahui mengenai urusan dunia kalian".
(HR.Muslim)

Referensi: 
1. Al-Quran dan Hadist
2. Muya Syaroh Iwanda Lubis, Universitas Dharma Wangsa.

Kata Kunci: Teknologi Informasi, Komunikasi, Global, Perspektif,  Islam, Dakwah

Living in the digital era allows us to easily access information that is not only fast, but also large and precise.  It also changes the way we consume and share that information.  Advances in science and information technology have changed the perspective and lifestyle of the Indonesian people in carrying out their activities and activities.  The existence and role of information and communication technology has brought a new era of world development, but this development has not been matched by an increase in human resources which determines success in Indonesia in general.  This is more because our human resources are still lagging behind to utilize information and communication technology in every process of life.

 Improving the performance of the necessities of life in the future requires an information system and information technology that does not only function as a means of support, but rather as the main weapon to support the world's success in any field so that it is able to compete in the global market which remains based on Islamic standards.  Philosophical foundations for developing the science of technology and communication can be studied and explored in the Al-Quran, because this holy book discusses a lot of information about science and technology.  Tracing the Koran's view of technology, many verses of the Koran speak about Him.  According to some scholars, there are 750 verses that talk about material nature and its phenomena, instructing humans to know and make use of this nature.  The Qur'an expressly and repeatedly states that the universe was created and subdued by Allah for humans.
 (QS. Al-Jatsiyah 45: 13):
  وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلسient

 Arabic-Latin: Wa sakhkhara akum mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi jamī'am min-h, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

 Meaning: And He has subjected to you all that is in the heavens and all that is on earth, (as mercy) from Him.  Verily, in that there are signs (of Allah's power) for people who think.

 Surah Ar-Rahman : 33
 

 Amen

 وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
 It means;
 "O congregation of jinn and humans, if you are able to penetrate (cross) the corners of the heavens and the earth, then cross it, you cannot penetrate it except with strength."

 Explanation :
 The verse contains suggestions for anyone who works in the field of science and technology, to try to develop their abilities as far as possible so that they penetrate (cross) the corners of the heavens and the earth.  However, the Qur'an warns people to be realistic, because no matter how good the plan is, if the completeness is not prepared, then futility will be faced.  This completeness is what is meant in that verse by the term sultan, which according to one opinion means power, strength namely science and technology.  Without mastery in the field of science and technology, do not expect humans to get their desire to explore outer space.  Therefore, humans are challenged and encouraged to always develop science and technology.

 According to Tafsir Al-Mishbah by M. Quraish Shihab

 The verse above confirms that they cannot avoid accountability and its consequences.  Allah opposed them by saying: O group of rebellious jinn and humans, if you are able to penetrate outwards towards the corners of the heavens and the earth in order to avoid accountability / punishment that befalls you, then pass it out.  But maybe you can't penetrate it except with strength, while you don't have strength!  So which of the favors of your god do you both deny?

 The above warning is a form of Allah SWT's favor and because of that the question that arouses or contains criticism is repeated again.

 Rasulullah Sholallohu Alaihiwassalam said:
 handing over world affairs, science and technology to the experts.

 "Antum a'lamu bi aged dunyakum"

 "You know more about the affairs of your world."
 (HR. Muslim)

 Reference:
 1. Al-Quran and Hadith
 2. Muya Syaroh Iwanda Lubis, Dharmawangsa University
 3. Google Translate

 Keywords: Information Technology, Communication, Global, Perspective, Islam, Da'wah

Tidak ada komentar: