Minggu, 03 Mei 2026

Prinsip-Prinsip Bisnis menurut Islam

*_Prinsip-Prinsip dalam Bisnis menurut ajaran Islam_*

Prinsip utama bisnis dalam Islam adalah kejujuran, amanah, dan tidak merugikan orang lain untuk mendapatkan keberkahan.

1. Etika dalam berbisnis

- QS. Al-Muthaffifin (83): 1-3: Menegaskan larangan mengurangi timbangan dan takaran. "Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menimbang dan menakar)!".QS. An-Nisa (4): 29.
- Perintah bertransaksi atas dasar saling ridha (kerelaan) dan larangan memakan harta dengan cara batil. "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu...".
- QS. Al-Isra' (17): 35: Perintah menyempurnakan takaran dan timbangan. 
- "Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar..."

2. Anjuran Berusaha dan beraktivitas

- QS. Al-Jumu'ah (62): 10: Anjuran bekerja keras setelah ibadah. "Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.".
- QS. An-Najm (53): 39-40: Manusia mendapatkan apa yang diusahakannya. "Dan bahwasanya manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)."

3. Jual Beli dan Riba

- QS. Al-Baqarah (2): 275: Menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. "...Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba...".
- QS. Al-Baqarah (2): 282 (Ayat Mudayanah): Ayat terpanjang yang mengatur transaksi tidak tunai/hutang-piutang, diperintahkan untuk mencatatnya agar adil dan menghindari sengketa.

4. Bisnis adalah sebagai ibadah dengan melakukan perniagaan terbaik

- QS. Ash-Shaff (61): 10-11: Menawarkan perniagaan yang menyelamatkan dari azab, yaitu beriman kepada Allah dan berjihad dengan harta dan jiwa.

- Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. Al-Isra: 35).



*Menurut Hadist Nabi Muhammad SAW:*

1. Tidak boleh merugikan diri sendiri dan tidak boleh merugikan orang lain." (HR. Ahmad, Ibnu Majah).

2. Allah merahmati orang yang memudahkan ketika menjual, membeli, dan menagih hutang." (HR. Bukhari)

3. Wahai Rasulullah, mata pencaharian apakah yang paling baik?" Beliau bersabda, "Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi)." (HR. Ahmad, Thabrani, Hakim).

4. "Hendaklah kalian berdagang, karena sesungguhnya di dalamnya terdapat sembilan dari sepuluh pintu rezeki." (Diriwayatkan oleh Ibrahim Al Harbi)

5. "Pedagang yang jujur dan amanah (terpercaya) akan bersama para Nabi, shiddiqin, dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah).

Ayat Alquran dan Hadits tentang bisnis menekankan pentingnya kejujuran, amanah, dan kemudahan dalam bertransaksi untuk mencapai keberkahan. Rasulullah SAW menganjurkan berdagang karena merupakan sebagian besar sumber rezeki, dengan meneladani sifat jujur, amanah, dan murah hati. Bisnis yang baik adalah yang memberi manfaat dan dilakukan dengan cara halal dan berkah.

Senin, 27 April 2026

Excellent Entrepreneurs with Creativity and Innovation In West Bandung Regency, West Java, Indonesia

*Excellent Entrepreneurs with Creativity and Innovation In  West Bandung Regency, West Java, Indonesia*

*By: *_SuryaS09_*

Entrepreneur is an individual who identifies a business opportunity, creates a new business, and assumes the financial risks associated with bringing a new product or service to market for profit. They are driven by innovation, strategic thinking, and the ability to organize resources to create value

Key aspects of an entrepreneur include:
Risk-Taking & Innovation: Entrepreneurs take calculated risks and innovate to create new markets or improve existing products.
Key Characteristics: Successful entrepreneurs are usually resilient, proactive, adaptable, and capable of solving complex problems.
Economic Impact: They play a vital role in economic growth by creating jobs, fostering innovation, and boosting development.
Goal: The primary goal is often to build a sustainable, profitable business, which may stem from a passion or a vision to solve a problem.

Key Differences from Other Roles
Intrapreneur: Unlike an entrepreneur who builds a business from scratch, an intrapreneur focuses on driving innovation within an existing company.
Business Owner: While all entrepreneurs are business owners, not all business owners are entrepreneurs; entrepreneurs are specifically characterized by innovation and growth

Steps to Becoming an Entrepreneur
Identify a Business Idea: Find a need or a problem that requires a solution.
Develop a Plan: Create a business plan outlining your strategy and financial projections.
Find Resources: Secure the necessary capital and human resources.
Launch and Adapt: Start the business and be prepared to adapt to market feedback and challenges.
Build a Team: Hire the right people to help scale the business.

Common Skills
Leadership and Management: Ability to manage time, resources, and people efficiently.
Financial Literacy: Understanding key numbers like profit margins and cash flow.
Marketing Strategy: Knowing how to reach customers. 
Problem Solver, Decision Maker, Communication Skill and Soft and Hard Skill
For him company and others.

So Entrepreneurship can be developed through training, education, and experience. Also Excellent Entrepreneurs with Creativity and Innovation and then implementing a people's economy, Pancasila and Islam in a comprehensive manner so that it benefits oneself, family, neighbors, nation, state and the world

Sabtu, 24 Januari 2026

Kekuasaan ALLOH SWT Pada Alam Semesta dan atas diri Manusia

*Kekuasaan ALLOH SWT Pada Alam dan diri manusia:*


*QS. Fussilat (41): 53:* Menjelaskan bahwa Allah akan memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya di segenap ufuk/penjuru bumi dan pada diri manusia sendiri, hingga jelas bahwa Al-Qur'an adalah kebenaran.

*QS. Ali 'Imran (3): 190-191:* Menegaskan tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang berakal pada penciptaan langit, bumi, dan pergantian siang-malam.

*QS. Maryam (19): 35:* Bukti kekuasaan mutlak Allah, di mana jika Dia berkehendak sesuatu, Dia cukup berkata "Kun" (Jadilah), maka terjadilah (Fayakun).

*QS. Ar-Ra'd (13): 13:* Menyebutkan tentang guruh/petir dan malaikat yang bertasbih sebagai tanda kekuasaan Allah yang Mahapengatur.

*QS. Luqman (31): 34:* Lima hal ghaib yang menunjukkan kekuasaan Allah: ilmu kiamat, menurunkan hujan, pengetahuan apa yang di rahim, apa yang dikerjakan besok, dan di mana seseorang akan mati.

*QS. Al-Baqarah (2): 258:* Kisah Nabi Ibrahim yang menunjukkan Allah menerbitkan matahari dari timur, bukti kekuasaan-Nya yang tak tertandingi. 

*Hadist Nabi Muhammad SAW*

Langit dan Bumi dalam Genggaman Allah: Rasulullah ﷺ bersabda, "Alloh akan mengambil langit dan bumi-Nya dengan jari-jemari-Nya (sesuai keagungan-Nya), lalu berfirman: 'Akulah Penguasa (Raja). Di manakah orang-orang yang sombong?'" (HR. Muslim no. 2786 dan Bukhari no. 4811)

Perumpamaan Alam Semesta: "Langit yang tujuh dan bumi yang tujuh lapis perumpamaannya apabila diletakkan di tangan Allah seperti biji hardal di tangan salah seorang," 

ALLOH SWT MAHA KAYA dan Mengatur: Berdasarkan kutipan dari  hadits Qudsi disebutkan, "Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian semua lapar kecuali yang Aku beri makan. Maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku beri makan," (HR. Muslim).

Kekuasaan atas Nasib: "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku," (HR. Bukhari dan Muslim) 

Alloh SWT di Atas 'Arsy: Diriwayatkan oleh ad-Darimi, at-Thabrani, dan al-Baihaqi,  bahwa 'Arsy berada di atas air, dan Allah di atas 'Arsy, serta mengetahui semua amal hamba-Nya. 

Ayat Al-quran dan Hadits diats ini menekankan bahwa pentingnya mengagungkan ALLOH SWT, mengakui kerdilnya makhluk, dan menyadari bahwa kekuasaan absolut dan Mutlak hanya milik-Nya.