"Merasa Memiliki"
Bayangkan, jika di tangan kanan saya ada uang 100.000,-
Dan di tangan kiri saya ada potongan kertas putih, dengan ukuran yang sama dengan uang.
Lalu saya memberikannya kepada anda..
Bayangkan kedua buah kertas itu sudah berada di kantong anda, dan simpan baik-baik..
Beberapa waktu kemudian saya memintanya kembali potongan kertas putih tersebut, lalu apa yang terjadi?
Tidak keberatan bukan?
Setelahnya saya pun meminta uang 100.000.- dan anda pasti keberatan, alasannya sudah dipakai atau bisa apa saja,.
Betul??
Kenapa demikian?
Jawabannya karena anda "merasa memiliki"
Seorang bijak pernah berkata kepada saya, bahwa awal dari penderitaan hidup adalah "merasa memiliki, orang yang takut kehilangan hanyalah orang yang "merasa memiliki".
Padahal seharusnya kita menyadari, yakni Alloh tidak pernah memberikan hak milik kepada kita, melainkan hanyalah memberikan "hak guna pakai" kepada semua mahluk ciptaannya..
Jadi kalau ada pertanyaan,
"sejak kapan kita sedih?",
"sejak kapan kita susah?",
Jawabannya adalah, sejak kita "merasa memiliki".
Padahal apa pun yang kita punya kemarin dan hari ini, akan kita tinggalkan semuanya.
Sehat, sakit, kaya, miskin, suka, duka, lapang sempit, bahagia, dan menderita, semua sifatnya sementara.
Betul?
Hanya yang "merasa memilikilah" yang takut dan merasa kehilangan.
Itulah pentingnya konsep "Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rozi'uun" (bukan diucapkan ketika adanya kematian seseorang, tapi konsep saat kita hidup untuk melihat dan mempersiapkan kematian kita sendiri).
Kemelekatan adalah akar dari penderitaan, saya kira..
Setelah direnungi, baik orang yang pernah mengalami kehilangan, gagal, dan kembali ke awal, pun orang yang belum banyak mengalami hal itu, haruslah ini menjadi catatan dan pelajaran berharga teman-teman..
Di sini saya hanya bisa berbagi, atas apa yang telah kita rasakan, atau anda yang pernah sama-sama merasakan, bukan maksud menggurui..
"Ketika kita menggenggam sesuatu terlalu erat, yakin akan merasakan sangat sakit ketika kita harus terlepas".
Banyak diantara kita yang terlalu melekatkan harta, orang yang kita cinta, dan jika kita terlalu melekat dengan sesuatu itu, kemudian sesuatu itu rusak, hancur, lenyap meninggalkan kita, akan menimbulkan rasa duka yang teramat dalam.
Untuk itu satu-satunya kemelekatan yang harus kita punya dan kemelekatan ini akan "menghadirkan kebahagiaan" hanyalah, lekatnya hati dan diri kita hanya kepada Alloh, karena Alloh lah satu-satunya yang tidak akan pernah meningalkan kita..
Justru kita lah yang sering meninggalkan Alloh..
Semoga menginspirasi
#evaluasidiri
#Edisi_mapagahan_diri.
Derick Firdaus 191122