Selasa, 07 Juni 2022

DEAR INDONESIA

Bismillahirrahmanirrahim

-DEAR INDONESIA-

Dear Indonesia...

Saya Mengajak keluarga's, rekan's, kawan's, teman's semua yg Tua, Muda dan Remaja untuk membangun Negeri, dengan bersenang hati.

Bersinergi, berkolaborasi dan berbakti kepada ilahi Robbi dengan cara mencintai Indonesia ini. Tentunya dgn cara yg sangat senang..

Namun tantangannya banyak oligarki tiada henti yang mementingkan diri, keluarga dan golongannya saja.

Dear Indonesia...

sepertinya sistem tidak berjalan dengan benar, politik baik seakan diputar balik.
Sosial Ekonomi hanya dilingkarkan itu-ini saja.
Budayapun sama
Pertahan keamanan militer memang sudah cukup namun harus banyak tambahan.
Dan Hukum masih ada kekurangan. 
Tapi saya bersyukur Alhamdulillah Indonesia damai..

Apakah ini ada semacam formalitas saja, tidak dibarengi dengan 'ikhlas' tidak merata kepada masyarakat luas..
Padahal ini kan harus prioritas agar masyarakat makmur dan sejahtera.

Obsesi berkuasa dengan cara yg unik, cerdik dan tentunya baik memang harus namun harus disertai keadilan.
Jangan menghakimi dari satu sisi.
Lihat Aturan yg berlaku.

Dear Indonesia...

Padahal itu semua akan dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan yaitu Alloh SWT kan?

Saya sempat merefleksi diri dan mengevaluasi. Apakah diri ini lebih memberikan kritik, saran dan ide yg pada akhirnya mereka menjawab tidak berhak, nanti ke yang lain atau ditanyakan dulu ke atas. Apakah itu pantas?..

Padahal itu semua demi pembangunan negeri. Apakah yg diatas hanya tunjuk sana dan sini memerintah tanpa arah saya yakin tidak, pasti ada arah dan tujuan.

Semoga dijauhkan dari serakah, bedebah dan pongah.
Karena Masih Ada Alloh yang Maha Gagah.

Sebuah negeri kuat apabila dalam internal itu solid dan eksternal ini handal. Memang terkenal akan menjadi fenomenal..

Dear Indonesia...

Saya takut ada yg memanfaatkan kekuasaan seenak jidat dan mdh2an kekhawatiran saya dijauhkan..

Negeri ini takkan Maju apabila yg berkuasa membiarkan orang yg pintar, jenius untuk membangun negeri diasingkan. Ini sudah tahun 2022 jaman canggih..

Yuk bersama, bersatu membangun Indonesia tanpa ada rasa iri dan dengki. Kita ini manusiawi yang hakikatnya makhluk sosial dan berakal.
Kita sama2 membawa bekal untuk akhirat yang kekal.

Dear Indonesia..
Pada Akhirnya saya bisa berdoa;
Ya Alloh Ya Robb..
Amankanlah negeri ini
Makmurkan kami 
Sentosakan kami
Sejahterakan kami
Berkahi Kami ini dan
Ridhoi Kami Nanti..
Insyaalloh Aamiin YRA ๐Ÿ™๐Ÿ˜‡๐Ÿคฒ
Alfatihah 99x

Maafkan saya bila ada salah kata dalam penulisan dan semoga Alloh memaafkan ๐Ÿ™
(SuryaS09)

Selasa, 12 April 2022

PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DAN IMPLEMENTASI EKONOMI

*PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DAN IMPLEMENTASI DI INDONESIA NEGERI YANG KITA CINTAI*

Oleh: SuryaS09

Pendidikan Anti Korupsi *(PAK)* adalah sebuah gerakan budaya dalam menumbuhkan nilai antikorupsi. sejak Hari-hari ini kita menyaksikan berita tentang tindak pidana korupsi dan perilaku koruptif di mana-mana.

Pendidikan Anti Korupsi dinilai menjadi salah satu strategi pemberantasan korupsi karena dapat menciptakan ekosistem budaya antikorupsi dalam membangun karakter generasi muda.

Dengan demikian, strategi implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah dan dikehidupan sehari-hari dapat dilakukan melalui: 
(1) penyelenggaraan manajemen berbasis sekolah dan Masyarakat Umum yang transparan, profesional, dan akuntabel; 
(2) penerapan strategi pembelajaran dengan cara mengintegrasikan nilai- nilai antikorupsi ke dalam pembelajaran.

_Jenis-jenis Korupsi:_
Jenis-jenis Korupsi
A. Penyuapan (Bribery) Penyuapan adalah pembayaran dalam bentuk uang atau sejenisnya yang diberikan atau diambil dalam hubungan korupsi. ... 
B.PenggelapanPencurian (Embezzlement) ... 
C. Penipuan (Fraud) ... 
D. Pemerasan (Extortion) ... 
E. Favoritisme (Favortism) ... 
F. Represif. ... 
G. Perbaikan Sistem. ... 
H. Edukasi dan Kampanye.

*Upaya Pencegahan.*

Strategi Preventif
Memperkuat Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR.
Memperkuat Mahkamah Agung dan jajaran peradilan di bawahnya.
Membangun kode etik di sektor publik.
Membangun kode etik di sektor partai politik, organisasi profesi, dan asosiasi bisnis.
Meneliti lebih jauh sebab-sebab perbuatan korupsi secara berkelanjutan.

*Implementasi anti Korupsi di kehidupan sehari-hari.*

Untuk menanamkan sifat antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari dengan disiplin, selalu jujur dalam perkataan atau perbuatan, dan bertanggung jawab dalam melakukan kegiatan apa pun.

Nilai-nilai yang harus diupayakan terwujud dalam kehidupan sehari-hari sebagai habit tersebut antara lain nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan anti korupsi, yaitu nilai jujur, peduli, mandiri, tanggung jawab, sederhana, berani, dan adil.

*Kontrol Sosial*

Sebagai kontrol sosial, LSM Peduli Anti Korupsi, Mahasiswa dapat melakukan peran preventif terhadap korupsi dengan membantu masyarakat dalam mewujudkan ketentuan dan peraturan yang adil dan berpihak pada rakyat banyak, sekaligus mengkritisi peraturan yang tidak adil dan tidak berpihak pada masyarakat.

Peran Serta Masyarakat

Mendapatkan pelayanan dalam mencari dan memberikan informasi terkait dugaan terjadinya korupsi kepada penegak hukum yang menangani perkara tindak pidana korupsi. Menyampaikan saran dan pendapat secara bertanggung jawab kepada penegak hukum yang menangani perkara korupsi.

*BAGAIMANA CARA MENGATASI KORUPSI?*

*_Cara Mengatasi Korupsi:_*

1. Membangun Supremasi Hukum dengan Kuat.
2. Menciptakan Kondisifitas Nyata di Semua Daerah.
Eksistensi Para Aktivis.
3. Menciptakan 
4. Pendidikan Anti Korupsi.
5. Membangun Pendidikan Moral Sedini Mungkin.
6. Pembekalan pendidikan Religi yang Intensif.
7. Kontrol Ekonomi
8. Tambahkan keimanan 

_Kasus Korupsi dalam Persentase di Indonesia;
Kasus korupsi di Indonesia masih terus terjadi. Berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi 2021, Indonesia berada di peringkat 96 dari 180 negara. Sementara itu berdasarkan survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2021, Indeks Perilaku Anti Korupsi berada di kisaran 3,88%._

*Rumusan Tindakan Pidana dalam Undang Undang*

Bagaimana rumusan tindak pidana korupsi dalam pasal 2 ayat 1 UU No 31 tahun 1999?

(1) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonornian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidupatau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

*Kesimpulan dan Saran*
Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonornian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidupatau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama (dua puluh) tahun.

Sebaiknya, Seharusnya, Seyogyanya, dan berkewajiban untuk menghindari, Menjauhi dan Melaksanakan atau Melakukan Tindakan Korupsi Karena akan Merugikan Diri, Keluarga, Masyarakat Luas dan Negara, Bangsa dan Agama.

*Pandangan Islam Terhadap Korupsi.*

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. Al Maidah: 38). “Dosa besar adalah yang Allah ancam dengan suatu hukuman khusus.

Larangan mencuri dijelaskan dalam Alquran pada surat Al Baqarah ayat 188, yang berbunyi:

ูˆَู„َุง ุชَุฃْูƒُู„ُูˆْุٓง ุงَู…ْูˆَุงู„َูƒُู…ْ ุจَูŠْู†َูƒُู…ْ ุจِุงู„ْุจَุงุทِู„ِ ูˆَุชُุฏْู„ُูˆْุง ุจِู‡َุงٓ ุงِู„َู‰ ุงู„ْุญُูƒَّุงู…ِ ู„ِุชَุฃْูƒُู„ُูˆْุง ูَุฑِูŠْู‚ًุง ู…ِّู†ْ ุงَู…ْูˆَุงู„ِ ุงู„ู†َّุงุณِ ุจِุงู„ْุงِุซْู…ِ ูˆَุงَู†ْุชُู…ْ ุชَุนْู„َู…ُูˆْู†َ ࣖ

Artinya: Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.

Menurut Hadist:
Mayoritas ulama menentukan jumlah nisab yang dapat digunakan sebagai syarat potong tangan yaitu sebesar 3 dirham atau ¼ dinar. Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Aisyah ra:

"Tidak boleh dipotong tangan seorang pencuri, kecuali sebesar seperempat dinar atau lebih." (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika dihitung, 1 dinar = emas 24 karat sebesar 4,25 gram. Jadi bila ¼ dinar berarti= ¼ x 4.25 : 1.0625 gram. Apabila nilai barang curiannya kurang dari ukuran tersebut, maka hukum potong tangan tidak boleh dilakukan.

Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat pencuri yang mencuri sebutir telur, lalu di lain waktu ia dipotong tangannya karena mencuri tali.” (HR. Bukhari no. 6285)

Menurut Alkitab;
Pandangan Korupsi dari Alkitab Imamat 6:2, 4-5
“Apabila seseorang berbuat dosa dan berubah setia terhadap TUHAN, dan memungkiri terhadap sesamanya barang yang dipercayakan kepadanya, atau barang yang diserahkan kepadanya atau barang yang dirampasnya, atau apabila ia telah melakukan pemerasan atas sesamanya, … apabila dengan demikian ia berbuat dosa dan bersalah, maka haruslah ia memulangkan barang yang telah dirampasnya atau yang telah diperasnya atau yang telah dipercayakan kepadanya atau barang hilang yang ditemuinya itu, atau segala sesuatu yang dimungkirinya dengan bersumpah dusta. Haruslah ia membayar gantinya sepenuhnya dengan menambah seperlima; haruslah ia menyerahkannya kepada pemiliknya pada hari ia mempersembahkan korban penebus salahnya.

Sumber Kutipan: Al-Qur'an, Hadist, Alkitab, Kumparan, KPK, Kompas, Detik, brainly, Unpar.

Minggu, 03 April 2022

Ekonomi Naik

-NAIK-

Seperti sudah lumrah di setiap masuk bulan ramadhan harga barang ataupun jasa pasti bakal naik kenapa? Karena Demand Naik dan Supply menurun.

saya kurang bisa menerima hal itu, bukannya setiap taun pasti ada bulan shaum jadi kenapa tidak dipersiapkan?..

namun kenyataannya setaun yg lalu hargai semua sdh ditentukan oleh dewan harga yg demi kepentingan diri, golongan dan oligarki.

Yang mengherankan Pajak Naik satu persen baik pajak pribadi ataupun badan. terus harga minyak Pertamax juga naik dgn harga variatif mulai 12.500 - 16.000. Rupiah.

Dan yang paling mengherankan l lagi  hutang juga naik sampai 7000 Triliyun an. 
Ada apa dan mengapa...
Kenapa bisa seperti itu ....
Tata kelola negaranya bagaimana?

Saya MENOLAK atas semua kebijakan yang dibuat, legislatif ataupun eksekutif yg Tdk pro kepada Rakyat!!.

Pengadaan barang dan jasa dikuasai dan dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan yg seakan pro.. padahal kerjanya ya gitu-gitu aja. seakan disitulah sarang  korupsi..

Semua permasalahan pasti ada jalan untuk menyelesaikan.
Tinggal kembali pada kemauan dan pelaksanaannya. 

Kalau Anda yg memegang tampuk kepemimpinan pemerintahan atau swasta. yuk terbuka baik perihal data informasi publik dan lainya..

Kita jujur dan terbuka oleh karena itu akan mengembangkan, memajukan daerah secara keseluruhan.

Ada poin penting untuk menyelesaikan masalah diatas yakni diantaranya penurunan nilai persentase penghasilan Wajib Pajak menengah kebawah dan keatas.

Dan pastinya banyak lagi solusi lainnya,,jadi tinggal tunggu waktu yg tepat agar kesejahteraan cepat terealisasi serta kemakmuran terpenuhi. Insyaalloh.

Info lanjut bisa di DM, Inbox Messenger, WA yg tertera.
Kuy gaskeun Ciptakeun
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

#indonesia 
#anaknegericintaindonesia 
#sandisberkahmakmur
#keadilan
#sosial
#pajak
#minyak
#pengadaan
#barang
#jasa
#naik
#kebijakan
#eksekutif
#legislatif
#suryas09

Minggu, 27 Maret 2022

Aspirasi Untuk Pemimpin Perekonomian

Bicara "Keras dan Tegas" Mengenai Perihal Ekonomi diberbagai sisi.
.
Harus Dengan gaya yang lugas
Agar yg dipaparkan jelas
.
Saya Bukan Pejabat Publik yg punya hak imunitas
Hanya sebagai masyarakat yg memakai jas.
.
Lantas, bukan hanya sekedar bersikeras
Melainkan setiap orang punya hak asas.
.
Pemimpin itu minimal meneladani  keadilan, kebenaran, menyuarakan yg benar, menjalankan amanah dari Yang Maha Benar, sabar serta Cerdas.
.
Mempunyai Kredibilitas, Akseptabilitas, Kapabilitas dan Kapasitas.
.
Kebijakan yang intelektualitas akan membuat  semua cekas.
Problem solving yg efektivitas
Dan Produktivitas yg berkelas

.
Sinergitas, otoritas, legalitas dan loyalitas
Harus Dilakukan dgn Totalitas.
Agar Masyarakat Pantas dan Puas.
.
Maaf Bila kata-kata ini kurang pantas dan pas.
.
Jadi., Dari saat ini dan nanti, dari segi ekonomi harus lebih baik lagi.
.
yuks mari bersama2 membangun negeri yang kita cintai dgn karya yang nyata, prestasi yg tinggi dan terbaik.
.
Sehingga kemakmuran, keberkahan dan keridhoanNya kita Dapati.
.
Insyaalloh Aamiin YRA ๐Ÿ™๐Ÿ˜‡๐Ÿคฒ
.
#pemimpin 
#pemimpinbijak 
#pemimpinadilsejati 
#leader 
#leadership
#ekonomi

Senin, 14 Maret 2022

Manajemen Solusi Strategis SDM yang Unggul dengan Kreativitas dan Inovasi di Perusahaan Umum Daerah Pasar Juara Kota Bandung

MAKALAH MANAJEMEN SOLUSI STRATEGIS SUMBER DAYA MANUSIA YANG UNGGUL DENGAN KREATIVITAS DAN INOVASI

dibuat untuk memenuhi salah satu syarat lamaran untuk posisi Direktur umum PERUMDA Pasar Juara Kota Bandung












Oleh: Surya Sugianto, S.E


PENGELOLAAN PERUSAHAAN UMUM DAERAH PASAR JUARA KOTA BANDUNG
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Alloh SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia yang Unggul dengan Kreativitas dan Inovasi untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah manajemen inovasi. Salawat serta salam semoga selalu tercurah limpahkan pada Nabi Muhammad SAW, kepada para keluarganya, sahabatnya, para tabiin tabii nya, dan mudah-mudahan sampai kepada kita selaku umatnya, Aamiin.
 Penulis menyadari akan keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki, meskipun demikian penulis berusaha dengan semaksimal mungkin untuk menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sampai terselesaikannya makalah ini.
 Penulis pun menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis berharap makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya 
dan bagi para pembaca pada umumnya. Semoga segala kebaikan semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT, Aamiin.

Bandung, Maret 2021
Penulis
















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... i
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 1
A.    Latar Belakang Masalah…................................................................. 1
B.     Rumusan masalah ............................................................................. 3
C. Tujuan Penulisan Makalah ................................................................ 3
D. Metode Penyusunan Makalah ........................................................... 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA ........................................................................... 4
Konsep Mnajemen............................................................................ 4
Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia.................................... 5
Konsep Pengembangan Strategi Pengembangan SDM................... 9
Pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia............................. 10
Proses Tahapan Manajemen Sumber Daya Manusia...................... 12
Peran dan Fungsi Mnajemen Sumber Daya Manusia..................... 13
Konsep Kreativitas.......................................................................... 16
Konsep Inovasi............................................................................... 20
BAB III PEMBAHASAN................................................................................ 23
Kreativitas Berpengaruh Terhadap Pencapaian Sumber
     Manusia yang Unggul................................................................... 23
B.    Inovasi Berpengaruh Terhadap Pencapaian Sumber
     Manusia yang Unggul.................................................................. 24
Solusi Strategis Untuk Pengembangan dan Kemajuan Perusahaan.... 24
Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap
 Pencapaian Sumber Manusia yang Unggul............................... 26
BAB IV PENUTUP.......................................................................................... 27
A.    Kesimpulan ................................................................................. 28
B.     Saran ........................................................................................... 28
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 29




BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

       Perkembangan teknologi saat ini melahirkan cara baru dalam menyelesaikan pekerjaan di berbagai sektor, seperti manufaktur, perbankan, jasa dan lain sebagainya. Kondisi ini kemudian menuntut adanya manajemen sumber daya manusia (SDM) yang kreatif dan inovatif. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa manajemen adalah pondasi dari sebuah perusahaan atau organisasi.
Organisasi harus menanamkan budaya kerja yang mendukung sebagai terciptanya kreativitas dan inovasi baru. Salah satu cara adalah dengan memberdayakan sumber daya manusia agar selalu bersikap kritis dan menindaklanjuti sifat kritisnya dengan tindakan yang nyata untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Kemudian sikap tersebut diberikan kesempatan untuk melakukan proses aktualisasi diri. 
Dewasa ini segala aspek kehidupan dituntut untuk bersaing menunjukkan yang terbaik, karena yang terbaiklah yang akan dapat bertahan untuk tetap bersaing dalam panggung globalisasi. Sebuah organisasi seharusnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang ada dalam dunia yang penuh gejolak global tersebut. Sebagai contoh, perkembangan bisnis dunia yang sangat pesat menimbulkan persaingan pasar yang ketat. Setiap harinya muncul pelaku bisnis yang menghasilkan dan mengenalkan produknya dengan kreativitas dan inovasi baru, sehingga persaingan pun tidak bisa dihindarkan lagi. Jika para pelaku usaha tidak berusaha menjadi diri yang kreatif dan inovatif dalam menghasilkan produknya, maka usahanya akan tergilas oleh kompetitor lain. Sejatinya, manusia yang memegang peran besar dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Manusia yang menjadi motor penggerak semua komponen yang ada di dalam organisasi tersebut, sehingga manusia menjadi ujung tombak dari pengelolaan organisasi secara keseluruhan. Untuk melakukan perubahan ke arah yang positif, maka dibutuhkan manusia-manusia andal yang mampu mencari strategi yang tepat dan unik guna memenangkan persaingan. Seperti diketahui, dalam organisasi terdapat salah satu unsur, yaitu manusia yang merupakan sumber daya penggerak tujuan suatu organisasi dan paling banyak berperan untuk menentukan berhasil atau tidaknya tujuan organisasi tersebut. Sumber daya manusia berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian organisasi demi pencapaian misi yang maksimal. Demikian vitalnya manusia dalam sebuah organisasi, sehingga untuk dapat menjalankan organisasi dengan baik, maka manusia tersebut haruslah unggul yaitu dengan cara kreatif dan inovatif. Adapun kunci keberhasilan untuk mampu bertahan di tengah persaingan terletak pada kemampuan suatu organisasi atau perusahaan dalam mengembangkan keunggulan SDM nya. Salah satu strategi perusahaan dalam mengembangkan keunggulan yaitu melalui inovasi. Menurut Wahyono (2002) tujuan utama dari inovasi adalah untuk memenuhi permintaan pasar sehingga produk inovasi merupakan salah satu yang dapat digunakan sebagai keunggulan bersaing bagi perusahaan.
Selain itu pengembangan sumber daya manusia diharapkan mampu menjadikan para karyawan sebagai anggota organisasi mempunyai pengetahuan dan keahlian. Proses ini berjalan dalam jangka panjang sesuai atau sejalan dengan implementasi strategi  yang dijalankan oleh lembaga yang bersangkutan. Pengembangan bertujuan mempersiapkan kompetensi/kemampuan pegawai yang diperlukan bagi posisi jabatan dalam jangka panjang sebagai antisipasi kemungkinan perubahan pengetahuan, teknologi dan wawasan baik tanpa direncanakan atau direncanakan sesuai dengan pencapaian misi lembaga.
Keunggulan SDM adalah kemampuan sebuah organisasi untuk memformulasikan strategi yang menempatkannya pada suatu posisi yang menguntungkan berkaitan dengan organisasi lainnya. Tidak mudah menjadikan SDM sebagai sumber keunggulan perusahaan karena hal itu berkaitan dengan bukan saja faktor kemampuan dan keahlian melainkan berkaitan pula dengan faktor–faktor personal seperti nilai yang dianut, persepsi, sikap, personality dan kemauan individu untuk maju.  Sumber daya manusia dikatakan memiliki keunggula jika SDM memiliki kemampuan keahlian yang khas dan memiliki kepribadian yang sesuai dengan company personality  di mana mereka bekerja. Dari uraian di atas maka penulis mengambil judul Manajemen Sumber Daya Manusia yang Unggul dengan Kreativitas dan Inovasi.

Rumusan Masalah
Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu:
Bagaimana kreativitas berpengaruh terhadap pencapaian sumber daya manusia yang unggul 
Bagaimana inovasi berpengaruh terhadap pencapaian sumber daya manusia yang unggul 
Bagaimana kreativitas dan inovasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap pencapaian sumber daya manusia yang unggul 

Tujuan  Penulisan Makalah
Atas dasar uraian di atas, penulis mempunyai tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini, yakni:
Untuk mengetahui kreativitas berpengaruh terhadap pencapaian sumber daya manusia yang unggul 
Untuk mengetahui inovasi berpengaruh terhadap pencapaian sumber daya manusia yang unggul
Untuk mengetahui kreativitas dan inovasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap pencapaian sumber daya manusia yang unggul
 
Metode Penyusunan Makalah
Data yang dikemukakan dalam makalah ini diperoleh melalui berbagai cara yaitu dengan membaca buku-buku sumber yang relevan dan wawancara dengan narasumber yang kompeten.
























BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Konsep Manajemen 
Manajemen Menurut G.R. Terry adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksudmaksud yang nyata. Sedangkan menurut Hilman manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama. Ricky W. Griffin mengungkapkan bahwa manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Lebih lanjutnya Drs. Oey Liang Lee beranggapan bahwa manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan, William H. Newman menambahkan manajemen merupakan fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain.
       Walaupun banyak pendapat yang menjabarkan definisi manajemen, namun sampai saat ini belum ada definisi yang dapat mencakup manajemen secara kompleks. Namun, Kata manajemen mungkin berasal dari etimologi bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti mengendalikan, terutama dalam konteks mengendalikan kuda, yang berasal dari bahasa latin manus yang berarti tangan. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi mรฉnagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. 
       Banyak pendapat yang mengemukakan para ahli tentang penegertian manajemen. Pendapat – pendapat tersebut berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan itu terjadi karena adanya perbedaan perbedaan tinjauan tentang manajemen itu sendiri.
       
Berikut ini akan dikemukakan tentang pengertian manajemen yang ditinjau dari beberapa segi.
1. Pengertian Manajemen Ditinjau Dari Segi Seni ( Art ).
Pengertian Manajemen dari segi seni yang dikemukakan oleh Marry Marker Follet. Follet mangatakan seni itu dalam menyelesai pekerjaan melalui orang luar.
2. Pengertian Manajemen Ditinjau Dari Segi Ilmu Pengetahuan.
Pengertian manajemen ditijau dari segi ilmu pengetahun yang dikemukakan oleh Luther Gulick. Gulic mengatakan manajemen adalah bidang pengetahuan yang berusaha yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia manusia bekerja sama untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia itu sendiri.
3. Pengertian Manajemen Ditinjau Dari Segi Proses.
Pengertian manajemen jika ditinjau dari segi proses dikemukakan oleh James A.F Stoner. Stoner mengatakan bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan kegiatan anggota dan tujuan pengunaan organisasi yang sudah ditentukan.
Dari berbagai pengertian diatas, dapat kita rumuskan bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan kegiatan anggota organisasi dan tujuan pengunaan organisasi lainnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapka atau secara ringkasnya berdasarkan penjabaran definisi di atas maka dapat disimpulkan pengertian manajemen adalah pengorganisasian untuk mencapai tujuan tertentu.

 B.  Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
Ada beberapa pengertian atau definisi mengenai Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dari para ahli. Berikut ini adalah pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut para ahli:
1.   Menurut Melayu SP. Hasibuan.
MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
2.   Menurut Henry Simamora
MSDM adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja.
MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan dan hubungan perburuhan yang mulus.
3.   Menurut Achmad S. Rucky
MSDM adalah penerapan secara tepat dan efektif dalam proses akusis, pendayagunaan, pengemebangan dan pemeliharaan personil yang dimiliki sebuah organisasi secara efektif untuk mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang optimal oleh organisasi tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.
4.   Menurut Mutiara S. Panggabean
MSDM adalah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pimpinan dan pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan, pengadaan, pengembangan, kompensasi, promosi dan pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan
5.   Menurut Edwin B. Flippo, Manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian dari pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemberhentian karyawan, dengan maksud terwujudnya tujuan perusahaan, individu, karyawan, dan masyarakat dan menurut Dale Yoder adalah penyedia kepemimpinan dan pengarahan para karyawan dalam pekerjaan atau hubungan kerja mereka.
Menurut beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Manajemen Sumber Daya Mnausia (SDM) adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Unsur- unsur dasar manajemen  yang terdiri dari Man (faktor manusia adalah yang paling menentukan), Money (uang untuk mencapai tujuan), Methods (cara kerja atau sistem kerja yang digunakan untuk mencapai tujuan), Materials (bahan-bahan yang diperlukan), Machines (mesin-mesin yang diperlukan untuk mencapai tujuan) dan Market (pasar atau pemasaran sebagai tempat untuk bertransaksi produk) harus diperhatikan dalam menjalankan proses organisasi.
Begitu pula fungsi-fungsi MSDM harus dijalankan dengan baik agar perusahaan dapat berjalan dengan baik. Fungsi-fungsi MSDM  terdiri dari perencanaan (human resources planning), pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian tenaga kerja.

C. Konsep Strategi Pengembangan SDM
1.      Pengertian Strategi Pengembangan SDM
Investasi yang paling penting bagi perusahaan/ institusi adalah sumber daya manusia di mana sumber  daya manusia merupakan kunci keberhasilan institusi agar tetap bertahan dan berkembang dengan baik. Agar sumber daya manusia yang dimiliki insitutisi dapat memberikan kontribusi yang maksimal, maka sumber daya manusia itu diperlukan, baik melalui pendidikan dan pelatihan. Ada lima definisi strategi yang perlu dikemukakan ialah strategi sebagai rencana, siasat/taktik, pola, posisi dan perspektif. 
Bentuk strategi  itu dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.    Strategi sebagai suatu rencana, merupakan serangkaian tindakan dan pedoman berkaitan dengan situasi yang digunakan yaitu: melakukan tindakan terlebih dahulu dalam penerapannya serta melakukan pengembangan secara sadar dan terarah.
b.   Strategi sebagai suatu siasat atau taktik dalam rangka untuk memperdayakan pesaing. Strategi dilakukan untuk mengantisipasi ancaman yang datang.
c.    Strategi sebagai suatu pola merupakan suatu cara dalam melokalisasi suatu organisasi yang dapat diartikan dalam suatu lingkungan.
d.    Strategi sebagai suatu perspektif akan berusaha untuk menggerakkan organisasi dalam lingkungan eksternalal dan menuju posisi yang konkret. Pada definisi tersebut strategi dapat diartikan sebagai suatu konsep yang menyatukan para individu dengan perilaku organisasi.  
Menurut Thompson dan Strickland seperti dikutip Hani Handoko (1995), strategi sebenarnya merupakan rencana percaturan manajemen untuk memperkuat  posisi organisasi, memuaskan pengguna produk atau jasa dan mencapai target-target kinerja. Menurut Nisjar, tujuan suatu strategi adalah untuk mempertahankan atau mencapai suatu posisi keunggulan dibanding dengan pihak pesaing.
Dengan demikian, strategi adalah suatu pola keputusan dalam suatu organisasi yang menentukan dan mengungkapkan tujuan dan menentukan prinsip kebijakan dan rencana dalam mencapai tujuan tersebut. Adapun strategi menurut pengertian manajemen strategik adalah upaya untuk memaksimalkan keunggulan kompetitif dan ketidakunggulan kompetitif suatu organisasi termasuk produk dan layanannya serta konsumen (pelanggan) yang dilayani.
Strategi pengembangan SDM merupakan perencanaan mengenai cara bagaimana kualitas dari sumber daya manusia yang dimiliki mampu berkembang ke arah yang lebih baik, meningkat kemampuan kerja, skill dan memiliki loyalitas yang baik terhadap organisasi atau perusahaan. Mondy & Noe (1995:270) menyebutkan bahwa pengembang-an sumber daya manusia adalah sebagai upaya manajemen yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kompetensi pekerja melalui program pelatihan, pendidikan dan pengembangan. Strategi atau langkah-langkah yang dapat diambil oleh perusahaan/organisasi dapat berupa mengagendakan program pelatihan, memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menyumbangkan ide, pemberian reward dan punishment.

2.      Tujuan dan Manfaat Pengembangan SDM
Pengembangan sumber daya manusia bertujuan untuk memperbaiki unjuk kerja (performance) pegawai, mengembangkan kecakapan dan keterampilannya sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan meningkatkan karier atau promosi sehingga dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan lembaga. Selain itu, pengembangan dapat diartikan pemberian keterampilan, pengetahuan pegawai yang lebih  mengutamakan pada pemberian pengetahuam, konsep dan sikap untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar.
Pengembangan sumber daya manusia dapat difokuskan pada peningkatan ketahanan dan kompetensi setiap individu atau yang akan terlibat dalam proses organisasi. Peningkatan tersebut dapat melalui pendidikan, karena dengan pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kompetensi dengan tujuan agar pesertanya dapat menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan dan tunjangan yang dihadapi.
Handoko menyatakan bahwa tujuan utama program pengembangan sumber daya manusia, yaitu: 
a.    Untuk menutup gap antara kecakapan/ kemampuan pegawai dengan permintaan jabatan
b.    Diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja atau produktivitas kerja pegawai dalam mencapai sasaran kerja yang telah ditetapkan.
Menurut Siagian, ada enam manfaat dalam pengembangan sumber daya manusia, yaitu: 
a.      Membantu para pegawai membuat keputusa lebih baik.
b.      Meningkatkan kemampuan para pekerja menyelesaikan berbagai masalah yang   
         dihadapinya.
c.      Terjadinya internalalisasi dan operasionalisasi faktor-faktor motivasional.
d.      Timbulnya dorongan dalam  diri para pekerja untuk terus meningkatkan   
          kemampuan kerjanya.
e.      Peningkatan kemampuan pegawai untuk mengatasi stress, frustasi dan konflik  
         yang pada gilirannya memperbesar rasa percaya pada diri sendiri.
f.       Tersedianya informasi tentang berbagai program.

3.      Strategi Pengembangan SDM
Griffin (2000) menyatakan strategi sebagai rencana komprehensif untuk mencapai tujuan organisasi. Tidak hanya sekedar mencapai, akan tetapi strategi juga dimaksudkan untuk mempertahankan keberlangsungan organisasi di lingkungan di mana organisasi tersebut menjalankan aktivitas pengembangan berupa:
a.      Pengembangan Organisasi (Organization Development). Pengembangan organisasi merupakan program untuk meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasian keinginan individu dan  kelompok. Pengembangan organisasi itu sendiri diharapkan dapat memberikan hasil pada perubahan budaya yang meliputi nilai, keyakinan sikap, pola perilaku, gagasan, makna, dalam tempat kerja/organisasi.
b.   Kelompok Pekerjaan. Artinya bagaimana  melakukan aktivitas pekerjaan dari beragam kebutuhan dan motivasi mampu berkoordinasi, berkomunikasi secara  intensif dengan berbagai bentuk gagasan, ide, dan kreativitas dalam organisasi, sehingga dapat  mencapai tujuan bersama. Komponen tersebut di atas juga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas kehidupan kerja/komitmen terhadap kelompok.
c.      Pendidikan (Employees Education Development). Pendidikan aparatur salah satu strategi fungsional SDM suatu organisasi berupaya memberikan kesempatan kepada pegawai sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan caranya sendiri,  berorientasi dan fokus pada  individu dan pengembangan diri.  Hasil yang diharapkan dalam Pendekatan ini adalah mobilitas karir, pertumbuhan kepribadian.
d.      Pelatihan Karyawan (Employees Training). Pelatihan bertujuan untuk peningkatan kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas. Pelatihan memiliki sasaran kerja pada jangka pendek dengan berfokus pada pekerja yang  belum menguasai teknis/operasional. Pengembangan pegawai melalui kegiatan pelatihan  selain berorientasi pada jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil yang diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan bagi pekerja untuk meningkatkan kualitasn pegawai agar dapat memiliki keunggulan yang kompetitif.
e.      Analisis kebutuhan pelatihan (Training Need Assessment). Training Needs Assessment (TNA) atau analisis kebutuhan pelatihan adalah suatu langkah yang dilakukan sebelum melakukan pelatihan dan merupakan bagian terpadu dalam merancang pelatihan untuk memperoleh gambaran komprehensif tentang materi, alokasi waktu tiap materi, dan strategi pembelajaran yang sebaiknya diterapkan dalam penyelenggaraan pelatihan agar pelatihan bermanfaat bagi peserta pelatihan.
 
D.  Pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia
Dalam setiap kegiatan atau aktivitas organisasi dari waktu ke waktu selalu timbul masalah-masalah. Untuk mengatasi masalah–masalah yang timbul ada beberapa pendekatan sesuai dengan periodenya. Maksudnya pendekatan yang lebih akhir menunjukkan lebih baru ditinjau dari segi waktunya. Namun sampai sekarang pun masih ada pimpinan perusahaan yang menggunakan pendekatan lama dalam mengatasi permasalahan. Di bawah ini dikemukakan tiga pendekatan: Pendekatan Mekanis, Pendekatan Paternalisme, dan, Pendekatan Sistem Sosial.
1.    Pendekatan Mekanis (klasik)
Perkembangan di bidang Industri dengan penggunaan mesin–mesin dan alat–alat elektronika membawa kemajuan yang sangat pesat dalam efisiensi kerja. Dalam pendekatan mekanis, apabila ada permasalahan yang berhubungan dengan tenaga kerja, maka unsur manusia dalam organisasi disamakan dengan faktor produksi lain, sehingga pimpinan perusahaan cenderung menekan pekerja dengan upah yang minim sehingga biaya produksi rendah. Pandangan pendekatan ini menunjukkan sikap bahwa tenaga kerja harus dikelompokkan sebagai modal yang merupakan faktor produksi. Dengan hal ini maka di usahakan untuk memperoleh tenaga kerja yang murah namun bisa di manfaatkan semaksimal mungkin dan memperoleh hasil yang lebih besar untuk kepentingan pemberi kerja. Pendekatan ini cukup dominan di negara–negara industri barat sampai dengan tahun 1920 – an.
2.    Pendekatan Paternalisme (Paternalistik)
Dengan adanya perkembangan pemikiran dari para pekerja yang semakin maju dari para pekerja, yang menunjukkan mereka dapat melepaskan diri dari ketergantungan manajemen atau pimpinan perusahaan mengimbangkan dengan kebaikan untuk para pekerja. Paternalisme merupakan suatu konsep yang menganggap manajemen sebagai pelindung terhadap karyawan, berbagai usaha telah dilakukan oleh pimpinan perusahaan supaya para pekerja tidak mencari bantuan dari pihak lain. Pendekatan ini mulai hilang pada waktu periode tahun 1930–an.
3.    Pendekatan Sistem Sosial (Human Relation)
Manajemen Sumber Daya Manusia atau personalia merupakan proses yang kompleks. Dengan kekomplekan kegiatan manajemen Sumber Daya Manusia, maka pimpinan perusahaan mulai mengarah pada pendekatan yang lain yaitu pendidikan sistem sosial yang merupakan suatu pendekatan yang dalam pemecahan masalah selalu memperhitungkan faktor – faktor lingkungan. Setiap ada permasalahan, maka diusahakan dipecahkan dengan sebaik mungkin dengan resiko yang paling kecil, baik bagi pihak tenaga kerja maupun pemberi kerja.



E.   Proses Tahapan Manajemen Sumber Daya Manusia
1.    Recruitment (pengadaan),
Pengadaan Manajemen Sumber Daya Manusia Recruitment disini diartikan pengadaan, yaitu suatu proses kegiatan mengisi formasi yang lowong, mulai dari perencanaan, pengumuman, pelamaran, penyarigan sampai dengan pengangkatan dan penempatan. Pengadaan yang dimaksud disini lebih luas maknanya, karena pengadaan dapat merupakan salah satu upaya dari pemanfaatan. Jadi pengadaan disini adalah upaya penemuan calon dari dalam organisasi maupun dari luar untuk mengisi jabatan yang memerlukan SDM yang berkualitas.
Jadi bisa berupa recruitment from outside dan recruitment from within. Recruitment from within merupakan bagian dari upaya pemanfatan SDM yang sudah ada, antara lain melalui pemindahan dengan promosi atau tanpa promosi. Untuk pengadaan pekerja dari luar tahapan seleksi memegang peran penting.
2.    Maintenance (pemeliharaan)
Pemeliharaan atau maintenance merupakan tanggung jawab setiap pimpinan. Pemeliharaan SDM yang disertai dengan ganjaran (reward system) akan berpengaruh terhadap jalannya organisasi. Tujuan utama dari pemeliharaan adalah untuk membuat orang yang ada dalam organisasi betah dan bertahan, serta dapat berperan secara optimal. Sumber daya manusia yang tidak terpelihara dan merasa tidak memperoleh ganjaran atau imbalan yang wajar, dapat mendorong pekerja tersebut keluar dari organisasi atau bekerja tidak optimal. Pemeliharaan SDM pada dasarnya untuk memperhatikan dan mempertimbangkan secara seksama hakikat manusianya. Manusia memiliki persamaan disamping perbedaan, manusia mempunyai kepribadian, mempunyai rasa, karya, karsa dan cipta. Manusia mempunyai kepentingan, kebutuhan, keinginan, kehendak dan kemampuan, dan manusia juga mempunyai harga diri. Hal-hal tersebut di atas harus menjadi perhatian pimpinan dalam manajemen SDM.
3.    Development (pengembangan).
Pengembangan Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia yang ada didalam suatu organisasi perlu pengembangan sampai pada taraf tertentu sesuai dengan perkembangan organisasi. Apabila organisasi ingin berkembang yang diikuti oleh pengembangan sumber daya manusia. Pengembangan sumber daya manusia ini dapat dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan. Pendidikan dan pelatihan merupakan upaya untuk pengembangaan SDM, terutama untuk pengembangan kemampuan intelektual dan kepribadian. Pendidikan pada umumnya berkaitan dengan mempersiapkan calon tenaga yang digunakan oleh suatu organisasi, sedangkan pelatihan lebih berkaitan dengan peningkatan kemampuan atau keterampilan pekerja yang sudah menduduki suatu jabatan atau tugas tertentu.
Untuk pendidikan dan pelatihan ini, langkah awalnya perlu dilakukan analisis kebutuhan atau need assessment, yang menyangkut tiga aspek, yaitu:
a.    Analisis organisasi, untuk menjawab pertanyaan : “Bagaimana organisasi melakukan pelatihan bagi pekerjanya”,
b.    Analisis pekerjaan, dengan pertanyaan : “Apa yang harus diajarkan atau dilatihkan agar pekerja mampu melaksanakan tugas atau pekerjaannya” dan,
c.   Analisis pribadi, menekankan “Siapa membutuhkan pendidikan dan pelatihan apa”. Hasil analisis ketiga aspek tersebut dapat memberikan gambaran tingkat kemampuan atau kinerja pegawai yang ada di organisasi tersebut.

F.   Peran dan Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Peranan karyawan bagi sebuah perusahan berupa keterlibatan mereka dalam sebuah perencanaan, sistem, proses dan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Berbicara mengenai peranan tenaga kerja, harus dibedakan antara mereka yang memiliki pekerjaan dan mereka yang bekerja. R.Kyosaki menyebutnya dalam empat tingkatan (quadrant) yaitu self employed, employe, pebisnis dan investor. Karyawan adalah mereka yang bekerja pada orang lain dengan menjual jasa mereka; waktu, tenaga dan pikiran untuk perusahan dan mendapat kopensasi dari perusahan tersebut. Namun berbicara mengenai tenaga kerja ini masih umum.
Dalam MSDM yang ingin ditelah adalah karyawan (mereka yang menjual jasa-pikiran, tenaga dan waktu- kepada orang lain atau perusahaan. Disini terjadi sebuah ikatan atau kontrak mengenai hak dan kewajiban masing-masing.
1.   Perencanaan
Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja (Preparation and selection). Persiapan. Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan/forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya. Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.


2.   Rekrutmen & Seleksi
Rekrutmen tenaga kerja/Recruitment. Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperlukan analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan/job description dan juga spesifikasi pekerjaan/job specification.
Seleksi tenaga kerja/Selection. Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup/cv/curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja/interview dan proses seleksi lainnya.
3.   Pelatihan, Pengembangan & Penilaian Prestasi
Pengembangan dan evaluasi karyawan (Development and evaluation). Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai (Compensation and protection). Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal.

4.   Promosi, Pemindahan dan Pemisahan
Promosi adalah sebuah jenis transfer yang meliputi penugasan kembali seorang pegawai pada sebuah posisi yang kemungkinan besar diberikan pembayaran yang lebih tinggi dan tanggung jawab, hak dan kesempatan yang lebih besar. Demosi, kadang-kadang disebut transfer ke bawah, adalah sebuah jenis transfer meliputi pemotongan pembayaran, hak dan kesempatan.
Pemisahan, disebut juga pemberhentian, bahkan sering disebut downsizing, adalah perpindahan sementara atau tidak definitif seorang pegawai dari daftar gaji. Umumnya adalah untuk mengurangi kelebihan beban biaya tenaga kerja dan permasalahan keuangan perusahaan semakin serius.
Terminasi adalah tindakan manajemen berupa pemisahan pegawai dari organisasi karena melanggar aturan organisasi atau karena tidak menunjukkan kinerja yang cukup.
Pemberhentian sukarela adalah pemisahan pegawai dari organisasi atas inisiatif organisasi atau kemauan pegawai sendiri.
Pengunduran diri adalah pemisahan pegawai yang telah menyelesaikan masa kerja maksimalnya dari organisasi atau umumnya di kenal dengan istilah pensiun.
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Sejarah Manajemen Sumber Daya Manusia sebelum permulaan abad ke-20 manusia dipandang sebagai barang, benda mati yang dapat diperlakukan sekehendak oleh majikan, hingga saat ini peningkatan kualitas sumber daya masih terus dilakukan, karena meskipun suatu negara tidak mempunyai keunggulan komparatif yang baik, namun mempunyai keunggulan kompetitif, maka negara tersebut bisa lebih bersaing dengan negara lain. Pendekatannya Manajemen Sumber Daya Manusia yaitu dilakukan dengan pendekatan mekanis, pendekatan paternalisme, dan, pendekatan system social. Tahap pelaksanaannya yaitu recruitment (pengadaan), maintenance (pemeliharaan), dan development (pengembangan). Fungsi adanya MSDM yaitu perencanaan tenaga kerja, pengembangan tenaga kerja, penilaian prestasi kerja, pemberian kompensasi, pemeliharaan tenaga kerja, dan pemberhentian. Urgensi adanya MSDM yaitu karena MSDM berarti mengatur, mengurus SDM berdasarkan visi perusahaan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara optimum, staffing dan personalia dalam organisasi, meningkatkan kinerja, mengembangkan budaya korporasi yang mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas.






G. Konsep Kreativitas 
kreativitas ialah potensi yang dimiliki oleh setiap manusia dan bukan yang diterima dari luar individu. Kreativitas yang dimiliki oleh menusia, lahir bersama lahirnya manusia tersebut. Seja lahir individu telah memperlihatkan kencederungan mengaktualisasikkan dirinya. Dalam kehidupan ini kreativitas sangatlah penting, karena kreativitas ialah suatu kemampuan yang sangat berarti dalam proses kehidupan manusia, orang yang berkreativitas disebut kreatif.

Berikut ini ialah beberapa definisi kreativitas menurut para ahli, diantaranya:
Menurut Conny R Semiawan
Kreativitas merupakan modifikasi sesuatu yang telah ada menjadi konsep baru. Dengan begitu, terdapat dua konsep lama yang dikombinasikan menjadi satu konsep baru.
Menurut Utami Mundar
Kreativitas merupakan hasil dari interasi antara individu dan lingungannya, kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi atau unsur yang telah ada atau dikenal sebelumnya, yaitu semua pengalaman dan juga pengatahuan yang sudah diproses seseorang selama hidupnya bai itu di lingungan seolah keluarga maupun di masyarakat.
Menurut Rogers
Kreativitas ialah sebagai proses munculnya hasil-hasil baru ke dalam tindakan. Hasil baru itu muncul darisifat-sifat inficudu yang unik yang berinteraksi dengan individu lain, pengalaman maupun juga keadaan hidupnya.
Menurut Dreavdahl
Kreativitas merupakan kemampuan yang bisa berwujud kreativitas  sebagai kemampuan untuk memproduksi komposisi dan juga gagasan-gagasan baru yang bisa berwujud kreativitas imanjenatif atau sintesis yang mungkin melibatkan pembentukan pola-pola baru dan juga kombinasi dari pengalaman masa lalu yang duhubungkan dengan yang telah ada pada situasi sekarang.
Menurut Jawwad (Dikutip Dari Kemendikbud)
Kreativitas merupakan kemampuan berpikir untuk meraih hasil-hasil yang variatif dan juga baru, serta memungkinkan untuk diaplikasikan, baik dalam bidag keilmuan, kesusastraan, keolah ragaan, maupun bidang kehidupan yang lainnya. 

Tipe Kreativitas
Terdapat tiga tipe kreativitas yang berbeda, yaitu:
Menciptakan, yaitu proses membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada.
Memodifikasi, dengan cara membentuk fungsi-fungsi baru dan menjadi berbeda dari yang sudah ada.
Mengkombinasikan, yaitu menghubungkan dua hal atau lebih yang sebelumnya tidak saling berhubungan. 

Tahapan Kreativitas
Menurut wallas, yang dikutip oleh solso, kreatif muncul dalam empat tahap yaitu sebagai  berikut ini

Tahapan Persiapan
Tahapan ini merupakan tahapan awal yang berisikan kegiatan pengenalan masalah, pengumbulan data informasi yang relevan dan melihat hubungan antara hiptersis dengan kaidah yang ada, akan tetapi belum sampai menemukan sesuatu, baru menjajaki kemungkinan-kemungkinan.
Tahapan Inkubasi
Masa inkubasi ini dikenal luas sebagai tahapan istirahat, masa menyimpan informasi yang telah dikumpulakan, lalu berhenti dan juga tidak lagi memusatkan diri atau merenungkannya

Konsep Tentang Kreativitas
Ada empat pengertian kretivitas yang dapat di tinjau:
Kretivitas Sebagai Proses
Kreatifitas merupakan suatu proses yang menghasilakn sesuatu yang baru, apakah suatu gagasan atau suatu objek dalam suatu bentuk atau susunan yang baru proses kreativitas sebagai munculnya ke dalam tindakan suatu produk baru yang tumbuh dari keunikan indiviru di satu pihak, dan juga dari kejadian orang-orang, dan keadaan hidup dilain pihak.

Kreativitas Sebagai Produk
Definisi pada dimensi produk ialah upaya yang mendifinisikan kreativitas yang berfokus pada produk atau apa yang dihasilkan oleh individu baik sesuatu yang baru atau original sebuah elaborasi atau penggabungan yang inovatif

Kreativitas Ditinjau Dari Segi Pribadi
Kreativitas ialah ungkapa yang unik dari seluruh pribadi sebagai hasil interaksi individu, sikap, perasaan dan juga perilakunya. Sebagai pribadi: kreaivitas mencerminkan keunikan individu dalam pikiran-pikiran dan juga ungkapannnya. Kreativitas mulai dengan kemampuan individu untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Faktor Penghambat dan Pendorong Kreativitas
Kreativitas bisa berupa bakat dan minat yang dikembangkan oleh lingkungan maupun sesuatu yang langsung didapat dari lingkungan. Sebuah kreativitas dapat berkembang dan dapat juga tidak berkembang. Dalam mengembangkan sebuah kreativitas, seseorang dapat mengalami hambatan, kendala, maupun rintangan yang dapat merusak daya kreatifitas seseorang.
Adapaun faktor yang menghambat kreativitas antara lain sikap negatif, takut gagal, stress yang berlebihan, taat pada aturan, membuat asumsi, terlalu mengandalkan logika, merasa tidak kreatif. Beberapa faktor diatas dapat menghambat kreativitas seseorang. Selain itu, menurut Rachmawati dan Kurniati (2010), faktor yang menghambat perkembangan kreativitas antara lain:
Hambatan Diri Sendiri
Faktor diri sendiri menjadi penyebab utama penghambat kreativitas, karena dorongan dan keinginan yang ada didalam diri seseorang menjadi kekuatan dalam berkreativitas. Faktor diri sendiri meliputi psikologis, biologis, fisiologis, dan sosial individu.
Psikologis
Psikologis seseorang mempengaruhi perilaku kreativitas. Menurut Munandar (1999) sebuah kebiasaan atau pembiasaan seseorang dalam kehidupan sehari-hari mempengaruhi kreativitas orang tersebut, seperti: perkiraan harapan orang lain; kurangnya usaha dan malas, ketakutan berpikir, mengambil resiko, dan takut diejek; ketidakberanian untuk berbeda; ketergantungan terhadap otoritas, pola pikir orang lain, rutinitas, dan kenyamanan sangat mempengaruhi psikologi seseorang dalam mengembangkan kreativitas.
Biologis
Kreativitas merupakan salah satu faktor biologis atau hereditas atau keturunan. Gen kreativitas yang diwariskan oleh orang tua mempunyai faktor penting dalam mengembangkan kreativitas. Seorang anak yang orang tuanya seorang seniman atau mempunyai kreativitas tinggi pasti secara hereditas akan menurunkan gen tersebut kepada sang anak.
Fisiologis
Seseorang yang mengalami kendala faali karena terjadinya kerusakan otak yang disebabkan oleh penyakit atau kecelakaan yang memungkinkan seseorang mengalami kelainan fisik dapat menghambat kreativitas orang tersebut.
Sosiologis
Lingkungan sosial merupakan faktor utama dalam mengembangkan kreativitas seseorang. Lingkungan sosial berperan penting dalam menentukan kemampuan seseorang untuk menggunakan potensi kreatif dan mengungkapkan keunikan diri. Kemampuan kreativitas seseorang akan terhambat ketika pemikirannya tidak diterima oleh lingkungan. Menurut Suryani (2007), seseorang harus menentukan batas perilaku tetapi juga harus mempertahankan motivasi intrinsik. Seseorang yang merasa dirinya diawasi dan tidak nyaman berada pada sebuah lingkungan mengakibatkan kreativitas terhambat.

Faktor-Faktor Yang Menunjang Kreatifitas
Faktor-faktor pendorong kreativitas setiap orang memiliki potensi kreatif dalam derajat yang berbeda-beda. Potensi ini perlu dipupuk sejak dini agar dapat diwujudkan. Untuk itu perlu kekuatan-kekuatan pendorong, baik dari luar (lingkungan) maupun dari dalam individu sendiri. Perlu diciptakan kondisi lingkungan yang dapat memupuk daya kreatif individu, dalam hal ini mencakup baik lingkungan dalam arti sempit (keluarga, sekolah) maupun dalam arti kata luas (masyarakat, kebudayaan).
Timbul dan tumbuhnya kreatifitas dan selanjutnya berkembangnya suatu kreasi yang diciptakan oleh seseorang individu tidak dapat luput dari pengaruh kebudayaan serta pengaruh masyarakat tempat individu itu hidup dan bekerja (Selo Soemardjan 1983).

Faktor penunjang kreatifitas yaitu
Faktor Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga yang harmonis dan demokratis mendorong anak untuk mengekspresikan diri tanpa tekanan dan hambatan.
Faktor Lingkungan Sekolah
Sekolah merupakan lingkungan kedua setelah keluarga. Suasana, kondisi sekolah sangat menentukan kreatifitas berkembang.
Faktor Lingkungan Masyarakat
Lingkungan masyarakat bersifat heterogen dan kultur yang berbeda, lingkungan yang tidak kondusif mengakibatkan anak tidak berkembang kreatifitasnya

G. Konsep Inovasi
1. Pengertian Inovasi
Inovasi adalah hal yang perlu dimiliki dan dikembangkan dalam diri wirausaha atau perusahaan untuk perkembangan dan kesuksesan sebuah usaha. Melalui proses inovasi menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa yang kemudian menciptakan berbagai keunggulan termasuk keunggulan kompetitif. Menurut Hills (2008) inovasi adalah sebagai ide, praktek atau obyek yang dianggap baru oleh seorang individu atau unit pengguna lainnya. Sementara itu menurut Suryana (2003) inovasi sebagai kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan. Inovasi organisasi dapat diinterprestasikan secara luas dan bervariasi dengan berbagai cara. Inovasi merupakan pemberian solusi baru yang dapat memberikan nilai pada konsumen. Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa inovasi adalah suatu cara atau proses dalam penuangan ide dan praktek yang dianggap baru untuk memberikan nilai tambah bagi pengguna sehinga wirausaha atau perusahaan memiliki nilai pembeda untuk dapat berkompetisi dengan perusahaan lainnya.

2. Tujuan dan Prinsip Inovasi
Tujuan utama dari proses inovasi adalah memberikan dan menyalurkan nilai pelanggan yang lebih baik. Inovasi dapat dipandang dengan pendekatan strukturalis dan pendekatan proses. Pendekatan strukturalis memandang inovasi sebagai suatu unit dengan parameter yang tetap seperti teknologi dan praktek manajemen, adapun pendekatan proses memandang inovasi sebagai suatu proses yang kompleks, yang sering melibatkan berbagai kelompok sosial dalam organisasi. Perusahaan dapat melakukan inovasi dalam bidang: 1) Inovasi produk (barang, jasa, ide dan tempat); dan 2) Inovasi manajemen (proses kerja, proses produksi, keuangan, pemasaran dan lain-lain).
Dalam melakukan inovasi perusahaan perlu memperhatikan prinsip-prinsip seperti: menganalisi peluang, apa yang harus dilakukan untuk memuaskan peluang, sederhana dan terarah, dimulai dari yang kecil dan kepemimpinan.

3. Alasan Inovasi
Menurut Larsen & Lewis (2007) salah satu karakter yang sangat penting dari pelaku dunia uasaha adalah kemampuannya berinovasi. Tanpa adanya inovasi, perusahaan tidak akan dapat bertahan lama. Kemudian, Keeh, et.al (2007) menjelaskan inovasi sangat penting karena alasan berikut:
a. Teknologi berubah sangat cepat seiring adanya produk baru, proses dan layanan baru dari pesaing, dan ini mendorong usaha entrepreneurial untuk bersaing dan sukses. Yang harus dilakukan adalah menyesuaikan diri dengan inovasi teknologi baru.
b. Efek perubahan lingkungan terhadap siklus hidup produk semakin pendek, yang artinya bahwa produk atau layanan lama harus digantikan dengan yang baru dalam waktu cepat, dan ini bisa terjadi karena ada pemikiran kreatif yang menimbulkan inovasi.
c. Konsumen saat ini lebih pintar dan menuntut pemenuhan kebutuhan. Harapan dalam pemenuhan kebutuhan mengharap lebih dalam hal kualitas, pembaruan, dan harga. Oleh karena itu skill inovatif dibutuhkan untuk memuaskan kebutuhan konsumen sekaligus mempertahankan konsumen sebagai pelanggan.
d. Dengan pasar dan teknologi yang berubah sangat cepat, ide yang bagus dapat semakin mudah ditiru, dan ini membutuhkan metode penggunaan produk, proses yang baru dan lebih baik, dan layanan yang lebih cepat secara kontinyu.
e. Inovasi bisa menghasilkan pertumbuhan lebih cepat, meningkatkan segmen pasar, dan mencipta-kan posisi korporat yang lebih baik
 Inovasi produk terdiri dari 3 hal penting yaitu keunggulan produk, keunikan produk, serta biaya produk. Produk inovasi dapat gagal karena desain produk yang tidak inovatif, salah memperkirakan persaingan, biaya produksinya jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan, tidak cepat bergerak dan cepatnya laju pertumbuhan kebanyakan produk di pasaran.
Menurut Henard dan Szymanski (2001) inovasi produk merupakan strategi untuk meningkatkan nilai produk sebagai komponen kunci sukses operasi bisnis yang membawa perusahaan memiliki keunggulan kompetitif.































BAB III
PEMBAHASAN

 Kreativitas berpengaruh terhadap pencapaian sumber daya manusia yang unggul
            Kreativitas adalah menciptakan ide atau gagasan baru yang mampu menghasilkan produk baru yang belum ada sebelumnya dan bisa digunakan oleh masyarakat. Ciri-ciri orang yang kreatif antara lain memiliki banyak ide dan kemauan, memiliki jiwa yang suka dengan tantangan, selalu mencoba sesuatu yang baru, serta memiliki jiwa yang profesional. 
Sedangkan yang dimaksud dengan inovasi adalah pembaruan yang bertujuan memberikan nilai lebih pada suatu produk dengan ide baru yang berbeda dengan produk lainnya. 
Kreativitas adalah kekuatan positif bagi organisasi, karena sebagai pendorong inovasi dan keberhasilan organisasi pada lingkungan yang kompetitif . Organisasi harus  menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pemikiran kreatif.  Kinerja kreatif karyawan  merupakan perwujudan perilaku dari kemampuan kreativitas yang dimiliki  karyawan sehingga  memiliki kemampuan dalam memberikan ide-ide baru dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.Organisasi dapat membangun  kinerja kreatif karyawan melalui peminpin yang selalu empowering anak buah,  kesesuaian minat  karyawan pada pekerjaan, kesesuaian pekerjaan pada kemampuan dan keahlian karyawan sehingga dapat  meningkatkan kepercayaan diri dalam melakukan kreativitas pada pekerjaaan. Kesesuaian individu  dengan  pekerjaan sebagai kecocokan antara kemampuan seseorang dengan tuntutan pekerjaan, atau kebutuhan dan keinginan seseorang dengan apa yang disediakan oleh pekerjaan. Kesesuaian individu  dengan  pekerjaan mengacu pada tingkat kompatibilitas yang dimiliki individu dengan pekerjaannya, kecocokan dapat tercapai ketika individu memiliki   pengetahuan,   skill,   dan   kemampuan   yang   cukup   untuk   memenuhi permintaan pekerjaannya. Sementara dalam kecocokan dapat tercapai saat sebuah penawaran oleh pekerjaan sesuai dengan kebutuhan, preferensi, dan keinginan seorang individu. Kesesuaian individu  dengan pekerjaan yang menuntut creativity dapat diwujudkan apabila karyawan memiliki pengetahuan, skill dan kemampuan kreatifitas  serta organisasi dapat memfasilitasi lingkungan kerja yang mendukung kreatifitas. Person –job fit creativity akan meningkatkan keyakinan karyawan untuk menjadi kreatif, sehingga karyawan akan memiliki creative self efficacy. 
Empowering leadership adalah pemimpin yang mendorong partisipasi anak buah dalam pengambilan keputusan, diberikan kebebasan untuk berinovasi dan bertindak sendiri.   Pemberian power dari pemimpin untuk bawahan dengan otonomi yang tinggi sehingga mampu mengambil inisiatif dalam pengambilan keputusan karyawan sehari-hari.
 Kemampuan pemimpin untuk memberikan autonomy  akan  meningkatkan pola pikir positif dan self-efficacy anak buah. Empowering leadership dapat  mendorong kemampuan anak buah  agar dapat berkontribusi secara kreatif.  Perilaku tersebut dapat meningkatkan self efficacy  karena adanya  dukungan emosional positif dan kata-kata persuasif.
Karyawan yang memiliki  tingkat creative self-efficacy,  akan  cenderung memilih untuk terlibat dalam kegiatan yang kreatif dan tetap termotivasi untuk menghasilkan ide-ide baru dan berguna. Creative self-efficacy dapat mendorong creative performance pada karyawan dan akan menghasilkan manajemen sumber daya manusia yang unggul.

Inovasi berpengaruh terhadap pencapaian sumber daya manusia yang unggul
Karyawan adalah titik pusat dalam budaya organisasi, bila organisasi ingin membangun budaya dalam berinovasi maka organisasi harus mampu menentukan perilaku karyawan yang bisa efektif mendorong terciptanya inovasi. Bahkan di beberapa organisasi, manajemennya mempunyai preferensi untuk menarik dan memilih karyawan dengan karakteristik yang sesuai budaya organisasi. Tanpa adanya infrastruktur langsung seperti itu untuk mendorong adanya inovasi, maka komitmen manajemen terhadap inovasi, hanyalah tetap merupakan dorongan yang kosong dan tidak bisa menghasilkan suatu inovasi. 

B. Solusi Strategis untuk perkembangan kemajuan Perusahaan
SDM adalah faktor penting untuk sebuah perusahaan baik itu internal ataupun eksternal ada tiga poin penting dalam proses perencanaan solusi strategis yaitu: pengumpulan data, analisis dan pengambilan keputusan. Dari data eksternal dapat diperoleh di lingkungan luar perusahaan diantaranya dengan analisis pasar, kompetitor, komunitas, pemasok, pemerintah dan kelompok kepentingan tertentu. Untuk data Internal dapat diperoleh dalam perusahaan umum daerah kota bandung juara yakni: laporan Keuangan, (Neraca. Laba Rugi, CashFlow, Struktur Pendanaan), laporan kegiatan SDM (Jumlah Karyawan, Pendidikan, Keahlian, Pengalaman, gaji, turn over dsb), laporan kegiatan operasional, laporan pemasaran.
 
Selain secara fisik, keterlibatan karyawan juga membutuhkan dorongan emosional, guna memperbesar kemungkinan keterlibatan tersebut. Desain interior juga dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan fisik guna mempermudah karyawan dalam bekerjasama antar unit dan mendiskusikan ide-ide inovasi mereka. Alasan inilah yang mendorong beberapa perusahaan mendesain ruangan kantornya menjadi openspace office dan banyak menyediakan sudut-sudut untuk berdiskusi.

Adanya pemberian anugerah dan penghargaan khusus bagi karyawan-karyawan yang berhasil melakukan inovasi bagi kinerja atau keberlanjutan organisasi, merupakan mekanisme untuk mendorong adanya ‘ buy-in ’ karyawan terhadap proses inovasi, sehingga filosofi dari inovasi, sebagai suatu cara kehidupan organisasi dapat terlaksana.

Menciptakan struktur organisasi, sistem dan bahkan desain interior yang memperkuat keinginan karyawan untuk berinovasi, merupakan salah satu cara efektif bagi organisasi guna memobilisasi energi-energi yang kreatif dari karyawan. Apabila hal tersebut digabung dengan dukungan kepemimpinan dan komitmen, maka dukungan ini akan memberikan karyawan kebebasan dalam mengambil tanggungjawab terhadap inovasi. Dengan demikian para karyawan akan mampu menciptakan cara yang membuat mereka dapat berinovasi dalam menyelesaikan tugasnya.

Kreativitas dan inovasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap pencapaian sumber daya manusia yang unggul 

Walaupun kedua kata ini memiliki arti yang berbeda, namun kedua hal tersebut sangat berhubungan erat. Dengan bersikap kreatif dan inovatif, kita akan menjadi “beda” dengan yang lain, menjadi unik dan akan berpotensi menjadi yang terdepan dalam persaingan yang semakin ketat. Sikap kreatif dan inovatif pada dasarnya dimiliki oleh setiap orang, namun tidak semua orang mampu mengembangkannya. Untuk bisa mengembangkan sikap kreatif dan inovatif, diperlukan suatu kesungguhan dan ketekunan. Kreatif dan inovatif menjadi salah satu kunci sukses untuk memenangkan persaingan. Pengembangan sikap kreatif dan inovatif juga akan lebih baik apabila dikembangkan secara bersama-sama, karena keduanya memiliki suatu sinergitas yang kokoh. Dengan menciptakan produk baru yang berbeda dengan produk lain, maka akan memiliki suatu nilai “plus” dibandingkan dengan produk lain. Oleh karena itu, penting untuk mendorong pengembangan kreativitas dan menjadi benar-benar inovatif. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menjadi diri yang kreatif dan inovatif, antara lain dengan membuat ide-ide baru sehingga dengan memiliki ide-ide yang kreatif, maka akan tercipta program baru yang lebih inovatif, melawan ketakutan dalam melakukan perubahan dan tidak takut akan kegagalan, memiliki motivasi diri yang kuat sehingga ide yang diciptakan dapat diaplikasikan dengan mudah dan tidak akan menyerah dalam menghadapi kegagalan, menerima pendapat pihak lain terhadap ide yang akan direalisasikan, serta memperluas wawasan dengan membaca sehingga mendapat pengetahuan untuk menciptakan ide-ide baru. Dengan menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif, maka juga akan mendorong pada peningkatan produktivitas. Di mana pribadi yang produktif memiliki kemauan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih banyak dari biasanya. Hal ini akan sangat membawa dampak baik kepada sebuah organisasi. Dengan menjadi sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan produktif, maka secara otomatis juga akan membawa organisasi pada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dengan maksimal yaitu sumber daya manusia yang unggul.
Budaya organisasi ditinjau dari perspektif Sumber Daya Manusia (SDM) dilakukan melalui penerapan kode etik dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Untuk memiliki kode etik yang efektif diperlukan penyempurnaan yang berkesinambungan terhadap nilai-nilai yang terpresentasi dalam kode etik. Penyempurnaan dilakukan melalui (i) penyusunan kode etik yang dapat mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi, (ii) monitoring dan evaluasi efektivitas penerapan kode etik.
Kunci utama dalam mensikapi suasana kerja dalam hal ini adalah kesetiaan Selebihnya arahkan kepada Yang Maha Kuasa, oleh karena itu, Penulis menyarankan agar dalam setiap hari kerja selalu didahului dengan niat untuk berbuat baik dengan ridlo Yang Maha Kuasa.




















              BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
 Manajemen Perencanaan merupakan bentuk pemikiran yang lahir dari awal perkembangan manusia di muka bumi yang awalnya bersifat statis dan primitif menjadi pemikiran yang dinamis hingga mencapai satu tujuan.
            Organisasi atau badan yang mengatur kegitan manajemen hendaknya disertai dengan jenjang manajemen yng bertugas mengatur atau mengepalai segala urusan, selanjutnya mengembangkan segala bentuk perencanaan yang telah dibuat serta jenjang atau tahapan yang mampu melaksanakan atau bertugas melaksanakan segala perancanaan yang padu.
          Dalam mengupayakan keberhasilan yang diperoleh dari hasil perorganisiran diperlukan praktek-praktek dasar atau prinsip-prinsip dasar manajemen dan unsur-unsur yang berkesinambungan dengan hal tersebut Maka Actuating berjalan sesuai Perencanaan dan Pengorganisasian di Perusahaan.
          Fungsi manajemen sebagai wadah untuk mewujudkan suatu tujuan tidak lepas dari kesatuan, kepaduan, konsisten dan semangat yang sama untuk mencapai tujuan dengan selalu Mengevaluasi dan mengontrol setiap fungsi manajemen.
     Bidang –bidang manajemen juga harus diperhitungkan untuk memudahkan suatu tujuan mudah terlaksana diantaranya Manajemen keuangan, Operasional, Marketing dan tentunya SDM.
Perkembangan teknologi saat ini melahirkan cara baru dalam menyelesaikan pekerjaan di berbagai sektor, seperti manufaktur, perbankan, jasa dan tentunya pengelolalaan Kondisi ini kemudian menuntut adanya manajemen sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan cara yang kreatif dan inovatif. Manajemen merupakan hal yang amat penting dalam perencanaan, perorganisiran, pelaksanaan, evaluasi dan pengontrolan untuk mencapai suatu tujuan.
Organisasi harus menanamkan budaya, etika, dan aturan kerja yang mendukung sebagai terciptanya solusi strategis dengan kreativitas dan inovasi baru agar tercapai sumber manusia yang unggul.
Kreativitas dan inovasi melahirkan orang –orang yang kreatif dan inovatif. Hal tersebut tinul dalam diri seseorang dibangun dari kenginan kuat di internalnya terlebih dahulu, dengan demikian ketika di internalnya sudah kuat dan menghasilkan produk organisasi yang siap dan solid, otomatis ketika menghadapi permasalahan eksternal organisasi dapat diatasi. Ciri-ciri orang yang kreatif antara lain memiliki banyak ide dan kemauan, memiliki jiwa yang suka dengan tantangan, selalu mencoba sesuatu yang baru, serta memiliki jiwa yang profesional. Sedangkan yang dimaksud dengan inovatif adalah pembaruan yang bertujuan memberikan nilai lebih pada suatu produk dengan ide baru yang berbeda dengan produk lainnya. Jika kedua aspek tadi secara bersama sama berjalan di setiap oraganisasi atau perusahaan maka solusi strategis sumber daya manusia unggul yang diinginkan akan tercapai.

SARAN
Untuk mencapai solusi strategis sumber daya manusia yang unggul maka diperlukan kreatifvitas dan inovatisi yang harus dimulai dan dimiliki oleh setiap individu masing-masing. Hal ini memerlukan kerja sama dari berbagai pihak terutama pimpinan perusahaan (leadership). Baik Dari Manajemen atas, tengah dan bawah. Di internal harus mempunyai kekuatan Budaya Yang berkualitas, Pengalaman top Manajerial, Hubungan yang Baik dengan SDM, serta memiliki orientasi nasional atau bahkan internasional. Mengatasi kelemahan dalam proses operasional, saluran distribusi, dukungan keuangan yang kurang, fasilitas perusahaan.





































DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, M. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta. Bumi Aksara.
Maulidih, S. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Modul pada Universitas Brawijaya. Malang: tidak diterbitkan.
Meirinia, T. (2010). Manajemen Strategi Dan Strategi Pengembangan SDM Menuju Keunggulan Bersaing. Jurnal Sosio Religia. Vol 9. 3 Mei 2010.
Nazir, M. (2003). Metode Penelitian. Jakarta. Ghalia Indonesia.
Prasetya, H (2007). Membangun Keunggulan Strategic Melalui Aliansi Strategic Untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Jurnal Studi Manajemen dan Organisasi. Volume 4, Nomor2 Juli, 2007.
Robbins, S.(2012).Organizational Behavior. Jakarta.Salemba Empat.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta.
Setiawan, T (2016). Pencapaian Keunggulan Perusahaan Dengan Pengelolaan SDM. Jurnal Mahardika.
Sudjana, D (2012). Pendidikan Luar Sekolah Landasan dan Filsafah. Bandung. Nurul Falah.
Sunarsih, N (2016). Membangun Keunggulan Kompetitif Melalaui Inovasi dan Kewirausahaan. Jurnal Kewirausahaan Dalam Multi Persefektif.
Tim pengembang. (2016). Pedoman Bahasa Indonesia. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta. Depdiknas.
Yadiman (2018). Kewirausahaan Penunjang Wiraswasta. Bandung. Mujahid.
_ (2005). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Laporan Buku, Makalah, Skripsi, Tesis, Disertasi. UPI Bandung. Depdiknas.
Rangkuti, Freddy (2005). Analisis SWOT Membedah Kasus Bisnis- Reorientasi Konsep Perencanaan Strategis Untuk Menghadapi Abad 21. Gramedia Pustaka Utama.

Kebijakan Ekonomi

*Tanggung Jawab, Fungsi, Tugas, Wewenang dan Hak Anggota DPRD, DPRProv, DPR-RI, DPD-RI dan MPR-RI.*

1. Kabupaten (DPRD)
Setiap Kabupaten jumlah Anggota DPRD Rata2 50 orang dikalikan sebanyak 416 kabupaten seluruh Indonesia total 20.800 

 Fungsi, Tugas, Wewenang dan Hak Anggota
DPRD:
 Memiliki tiga fungsi, yaitu :

Legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah

Anggaran, Kewenangan dalam hal anggaran daerah(APBD)

Pengawasan, Kewenangan mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah.

 

TUGAS, WEWENANG, dan HAK
Tugas dan wewenang DPRD adalah:

Membentuk peraturan daerah bersama kepala daerah.

Membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang diajukan oleh kepala daerah.

Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan APBD.

Mengusulkan: 

Untuk DPRD provinsi, pengangkatan/pemberhentian gubernur/wakil gubernur kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan/pemberhentian.

Untuk DPRD kabupaten, pengangkatan/pemberhentian bupati/wakil bupati kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur.

Untuk DPRD kota, pengangkatan/pemberhentian wali kota/wakil wali kota kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur.

Memilih wakil kepala daerah (wakil gubernur/wakil bupati/wakil wali kota) dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah.

Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah daerah terhadap rencana perjanjian internasional di daerah.

Memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama internasional yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

Meminta laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama dengan daerah lain atau dengan pihak ketiga yang membebani masyarakat dan daerah.

Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

DPRD memiliki hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat. Anggota DPRD memiliki hak mengajukan rancangan peraturan daerah, mengajukan pertanyaan, menyampaikan usul dan pendapat, memilih dan dipilih, membela diri, imunitas, mengikuti orientasi dan pendalaman tugas, protokoler, serta keuangan dan administratif.

DPRD berhak meminta pejabat negara tingkat daerah, pejabat pemerintah daerah, badan hukum, atau warga masyarakat untuk memberikan keterangan. Jika permintaan ini tidak dipatuhi, maka dapat dikenakan panggilan paksa (sesuai dengan peraturan perundang-undangan). Jika panggilan paksa ini tidak dipenuhi tanpa alasan yang sah, yang bersangkutan dapat disandera paling lama 15 hari (sesuai dengan peraturan perundang-undangan).

2. Provinsi. (DPRProv)
Setiap Provinsi jumlah Anggota DPR Provinsi Rata2 120 orang dikalikan sebanyak 34 propinsi total 4.080

Tugas dan Wewenang: Membentuk Perda bersama Gubernur

Membahas dan memberikan persetujuan Raperda mengenai APBD yang diajukan Gubernur

Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan APBD

Mengusulkan pengangkatan dan/atau pemberhentian Gubernur dan/atau Wakil Gubernur kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan dan/atau pemberhentiannya

Memilih Wakil Gubernur dalam hal terjadi kekosongan jabatan Wakil Gubernur

Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada Pemerintah Provinsi terhadap rencana perjanjian internasional di daerah

Memberikan persetujuan atas rencana kerja sama internasional yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi

Meminta laporan keterangan pertanggungjawaban Gubernur dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah

Memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama dengan daerah lain atau dengan pihak ketiga yang membebani masyarakat dan daerah

Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Melaksanakan tugas dan wewenang lain berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan

3. Pusat (DPR-RI)
dari keseluruhan terdapat 575 Anggota DPR.

Tugas DPR: Terkait dengan fungsi legislasi, DPR memiliki tugas dan wewenang:

Menyusun Program Legislasi Nasional (Prolegnas)

Menyusun dan membahas Rancangan Undang-Undang (RUU)

Menerima RUU yang diajukan oleh DPD (terkait otonomi daerah; hubungan pusat dan daerah; pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah; pengelolaan SDA dan SDE lainnya; serta perimbangan keuangan pusat dan daerah)

Membahas RUU yang diusulkan oleh Presiden ataupun DPD

Menetapkan UU bersama dengan Presiden

Menyetujui atau tidak menyetujui peraturan pemerintah pengganti UU (yang diajukan Presiden) untuk ditetapkan menjadi UU

 

Terkait dengan fungsi anggaran, DPR memiliki tugas dan wewenang:

Memberikan persetujuan atas RUU tentang APBN (yang diajukan Presiden)

Memperhatikan pertimbangan DPD atas RUU tentang APBN dan RUU terkait pajak, pendidikan dan agama

Menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang disampaikan oleh BPK

Memberikan persetujuan terhadap pemindahtanganan aset negara maupun terhadap perjanjian yang berdampak luas bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara

 

Terkait dengan fungsi pengawasan, DPR memiliki tugas dan wewenang:

Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan UU, APBN dan kebijakan pemerintah

Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang disampaikan oleh DPD (terkait pelaksanaan UU mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, pengelolaan SDA dan SDE lainnya, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan dan agama)

 

Tugas dan wewenang DPR lainnya, antara lain:

Menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi rakyat

Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk: (1) menyatakan perang ataupun membuat perdamaian dengan Negara lain; (2) mengangkat dan memberhentikan anggota Komisi Yudisial.

Memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam hal: (1) pemberian amnesti dan abolisi; (2) mengangkat duta besar dan menerima penempatan duta besar lain

Memilih Anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD

Memberikan persetujuan kepada Komisi Yudisial terkait calon hakim agung yang akan ditetapkan menjadi hakim agung oleh Presiden

Memilih 3 (tiga) orang hakim konstitusi untuk selanjutnya diajukan ke Presiden

4. DPD-RI
dari setiap rovinsi ada 4 orang terpilih untuk menduduki kursi DPD dikalikan dengan jumlah provinsi sebanyak 34 jadi total keseluruhan anggota DPD-RI total 136 Orang.

Tugas DPD: Pasal 22D UUD 1945 telah menyebutkan kewenangan DPD dibidang legislasi yakni pengajuan RUU tertentu, ikut membahas bersama DPR dan Pemerintah terhadap penyusunan RUU tertentu, pemberian pandangan dan pendapat terhadap RUU tertentu, pemberian pertimbangan terhadap RUU tentang APBN dan RUU yang berkaitan dengan pajak.
Sumber: dpr.go.id

5. MPR-RI
Jumlah MPR ada 711 dipilih dari DPR dan utusan daerah.

Tugas MPR: Mengubah dan menetapkan undang-undang dasar;

Melantik presiden dan wakil presiden berdasarkan hasil pemilihan umum dalam sidang paripurna MPR;

Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan presiden dan/atau wakil presiden dalam masa jabatannya setelah presiden dan atau wakil presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam sidang paripuma MPR;

Melantik wakil presiden menjadi presiden apabila presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya;

Memilih wakil presiden dari dua calon yang diajukan presiden apabila terjadi kekosongan jabatan wakil presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari;

Memilih presiden dan wakil presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon presiden dan wakil presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon presiden dan wakil presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya, sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari;

Menetapkan peraturan tata tertib dan kode etik MPR.
Sumber: mpr.go.id

Jika ditotal keseluruhan
Anggota DPR: 25.455 Orang
Anggota DPD: 136 Orang
Anggota MPR:. 711 Orang
total:. 26.302 Orang.
Sumber Angka: Wikipedia

Maka Pertanyaan nya Apakah Perwakilan tersebut sudah mewakili suara rakyat?
Total Penduduk Indonesia: "Berdasarkan data Administrasi Kependudukan (Adminduk) per Juni 2021, jumlah penduduk Indonesia adalah sebanyak 272.229.372 jiwa, dimana 137.521.557 jiwa adalah laki-laki dan 134.707.815 jiwa adalah perempuan” papar Zudan. 
Sumber:(Disdukcapil, Kemendagri.go.id)

 Apabila dibagi dengan jumlah Anggota DPR, DPD dan MPR (26.302) maka,
rata-rata satu Anggota mewakili 10.350,14 masyarakat. Belum Lagi Nanti dibagi dengan Jumlah Eksekutif (Presiden/Menteri, Gubernur/Kesultanan/Kerajaan/Kekeratonan, Bupati, Walikota, Camat, Lurah, RW, RT dan KK/TermasukSaya) terus berapa jumlah Pejabat keseluruhan termasuk didalamnya para PNS Pasti akan ringan apabila Tujuan Tsb., dilakukan secara bersama-sama.

kalau sudah diwakilkan, dipercaya, didelegasikan maka semua Komponen perwakilan harus mewakili untuk melaksanakan
Semua Aspek Pemerintahan dan Bernegara. IPOLEKSOSBUDHANKAMRATAHUKMIL
Apabila semua Amanah 'satu suara' pasti Rakyat Sejahtera, Adil, Makmur, Aman, Sentosa, Berkah, Karta Raharja dan Selamat.

Pertanyaan Selanjutnya Apakah Sekarang Perjalanan Membuat 'Aturan' Menuju Tujuan Itu?

Membuat Aturan, Anggaran dan Mengawasi Eksekutif dalam menjalankan sebuah peraturan diperlukan pemahaman yang sama agar bersinergi dan mencapai tujuan yang sama, yaitu Semua Aspek yang disebutkan diatas bisa memenuhi 'Amanah' untuk seluruh Rakyat Indonesia.

Jawabannya Harus, Kenapa? Karena, Mau tidak mau Legislatif atau perwakilan akan dimintai pertanggung jawaban baik di dunia maupun diakhirat.
apakah Masih berminat menjadi Pejabat?
selain tanggung jawab yang berat, halangan rintangan, ujian dan cobaan Pasti datang menghadang apakah yakin menang dan bisa melalui itu semua?
jawaban selama berpegang teguh kepada Alloh dan Menjalankan SyariatNya Insyaalloh semua pasti mudah dan menuai hasil yang indah.

sebagai mana pohon yg kokoh menjulang tinggi, tahan terpaan namun menghasilkan buah yang enak dimakan dan dimanfaatkan.

Ibnu umar r.a berkata: saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. ... Dalam hadist ini dijelaskan bahwa etika paling pokok dalam kepemimpinan adalah tanggung jawab. Semua orang yang hidup di muka bumi ini disebut sebagai pemimpin.

Allah SWT berfirman, “Wahai Daud, Sesungguhnya engkau kami jadikan khalifah (pemimpin atau penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) diantara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu”, dikutip dari QS 38:26.

Semoga Kita Menjadi bagian orang-orang yang beruntung bukan sebaliknya malah merugi serta
Menghadirkan Banyak Manfaat Bagi Masyarakat.

Insyaalloh Aamiin YRA..

Bandung, 22 Oktober 2021
-SuryaS09-

#tugas
#wewenang
#fungsi
#hak
#dpd
#dprd
#dprprov
#dprri
#mprri

Kamis, 03 Maret 2022

"Wasiat ka budak lain saukur ekonomi wungkul"

Jang Neng Anaking Regepkeun!!

Ulah menta Tulung ka Batur Atawa Dulur Nu beunghar, Nu Miskin atawa nuditengah-tengah.

Ninggali maneh, babaturan atau dulurna nususah siganateh atoh ngekeak, jarang anu ngarojong.

Komo ujang Jeung Nengna loba harewos Bojong Jeung loba ngomong siganateh dianggap ngabohong.

Padahal nujalujurmah Tara baong, Tara ngandelkeun inohong, jeung kahadeana Oge Tara bolong.

Sok Jang, Neng.. Anaking
Ka Alloh Weh Wungkul hyng materi penta! hayang non materi tinggal Ngadoa!
Pokona hayang nanaon, Omat Ka Alloh wungkul ulah kasalian eta nya!!

Jaga boga pamajikan Atawa salaki sing bisa nudipercaya, silih ingetan Dina jalan kabeneran Jeung silih wasiatan Dina kasabaran.

Jeung kolot Kade sing Hade!
Ulah pundung Jeung papayaan nya!

Hiji deui Jang, Neng.. Anaking Omat kudu mere kapercantenan ka Jalmi anu bisa dipercaya.

Pilih2 meunang Ngan Sagala sesuatu Oge pasti Aya ukuran, Dina naon ngukurna.

Hiji bisi Tina omongan nubisa dipercaya, Kadua teu ingkar janji, Katilu kalakuan sesuai bukti anu sesuai Jeung kaidah etika, budaya Jeung aturan nuberlaku.

Sakitu heula Jang, Neng Anaking nudipikacinta Jeung pikanyaah. Papap teu mere materi anu loba atawa non materi anu pohara.

Nupenting ieu bisa dijadikan bekel Sangkan manfaat Dunya Jeung Akherat.

Cag Ah.

#wasiatkolot
#bagjadunyaakheratsurga
#dunyaburuakheratpaju

Senin, 21 Februari 2022

IMB Jadi PBG... 'Ekonomi Bangunan'

IMB Jadi PBG

PENGUMUMAN

Izin Mendirikan Bangun diganti dengan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)

Sistem Informasi Manajemen
Bangunan Gedung (SIMBG)

KEMENTERIAN PUPR
Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Indonesia


Situs Resmi
https://www.pu.go.id/
KONTAK SIMBG
Hubungi : (021) 7228497
Email : informasi@pu.go.id
Pengaduan Layanan

Hari Senin - Jumat
Pukul 08.00 - 17.00 WIB



© Hak Cipta 2019 Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. All Rights Reserved.


TENTANG
PEMANFAATAN SIMBG SESUAI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 16 TAHUN 2021

Sehubungan dengan telah diundangkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung, bersama ini dapat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

* SIMBG baru sedang mengalami penyesuaian proses Penyelenggaraan Bangunan Gedung di Indonesia menyesuaikan sesuai ketentuan PP Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung.

* Calon Tim Profesi Ahli (TPA) dapat mendaftarkan diri melalui SIMBG baru mulai pada tanggal 28 Juli 2021.

* Petunjuk Teknik pendaftaran TPA dapat diunduh melalui tautan simbg/panduan-tpa

* Petunjuk Teknik Permohonan PBG/SLF dan SBKBG Untuk Pemohon dapat diunduh melalui tautan simbg/panduan-pemohon

* Petunjuk Teknik Untuk Dinas Teknis dan Dinas Perizinan (DPMPTSP) dapat diunduh melalui tautan simbg/panduan-dinaspemda

* Pemohon dan Pemerintah Daerah dapat menggunakan SIMBG baru untuk melaksanakan proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) setelah pelaksanaan peluncuran (launching) SIMBG baru pada tanggal 30 Juli 2021 melalui tautan simbg.pu.go.id.

* Pemohon dapat mengajukan permohonan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sampai dengan tanggal 1 Agustus 2021 pukul 23.59 WIB melalui SIMBG versi lama pada tautan https://103.211.51.151/.

* Pemerintah Daerah dapat melayani permohonan IMB yang sudah masuk ke dalam SIMBG versi lama pada tautan https://103.211.51.151/. Output dari permohonan dimaksud akan berupa PBG.

* SIMBG versi lama tidak akan menerima permohonan IMB pada Sejak tanggal 2 Agustus 2021 pukul 00.00 WIB.

* Pendaftaran Akun di SIMBG versi lama akan ditutup mulai pukul 23.59 WIB Tanggal 01-08-2021

* Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 011/5976/SJ, bahwa dalam hal Pemerintah Daerah menerbitkan IMB setelah tanggal 2 Agustus 2021 sampai dengan terbitnya SE tersebut (21 Oktober 2021) maka IMB tersebut dapat dikonversi menjadi PBG melalui tautan https://simbg.pu.go.id/Konversi Konversi IMB menjadi PBG dapat dilakukan melalui akun Dinas Perizinan (DPMPTSP)

Sumber: Kementerian PUPR-RI