Senin, 15 November 2021

Orang-Orang Pilihan di Bidang Ekonomi

 Orang Orang Pilihan di bidang Ekonomi


Orang Pilihan Ekonomi itu...


 yg senantiasa tunduk, taat dan Patuh Pada AturanNya, 


dan Juga menjalankan segala Perintah serta menjauhi Larangan Alloh SWT.


Itu Semua Ada Pada Diri... 

Rosululloh, 

Nabi

*Muhammad SAW.* The Leader of Economic in the World

Dan 

Yang Mengikuti, Tentunya dalam bidang Ekonomi ada sahabat seperti Abu Bakar R.A, Usman Bin Afan, Abdurrahman bin Auf dan banyak lagi sahabat lainnya...

Termasuk

 Bagian daripadanya..

Jadi..


Apakah kita termasuk 

Didalamnya?


Tanya Dalam Diri?!

'Sudah sejauh mana Memurnikan Ketaatan, ketulusan, keikhlasan dan sebanyak apa...


Jawabannya ada Pada Saya juga Anda Semua.


Yuk!!


Mari Kita Niatkan, Ucapkan/Tuliskan dan Lakukan agar Menjadi Hamba Pilihan Alloh dan RosulNya..

Yang Menjalankan Roda Ekonomi sesuai Kaidah Syariah.


Aamiin YRA 😇🤲

#ekonomi

#leader

#followers

Senin, 18 Oktober 2021

Pengaruh Kata Mural dan Moral Terhadap Ekonomi

 Pengaruh Kata Mural dan Moral Terhadap Ekonomi


Mural

 Secara Pengertian yaitu:


cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya.

Dari sisi ekonomi mural bisa menguntungkan apabila hasil karya tersebut di apresiasi dan dihargai nilai tinggi.


Sedangkan Moral

 Moral, akhlak, etika, susila, atau bisa disebut perbuatan.

 Secara istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya.

Dari sisi ekonomi sangat sedikit sekali biaya moral, hanya perlu kesadaran diri, adab, etika, budaya dan aturan yg nantinya bisa menghasilkan keuntungan baik pengirim pesan atau penerima pesan tsb..

Pengertian tersebut diatas bisa diartikan yakni seni tulis dan gambar untuk sebuah ide, gagasan, kritikan, saran, edukasi, pendidikan atau bahkan propaganda.


Tentunya Selama seni ini tidak berlebihan maka akan ada efek positif dan apabila berlebihan maka akan berdampak negatif.


'Sampaikan kebaikan dan kebenaran meski satu kata'

Dan

"Sampaikanlah walaupun satu ayat" HR. Bukhari

Juga Dari Abdillah ibn Amr ibn Ash RA, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat. Berkisahlah tentang Bani Israel dan tidak apa-apa. Barangsiapa berdusta atas namaku, maka bersiaplah mendapatkan kursinya dari api neraka.” (HR Bukhari).


Jadi pilih mana, mural atau moral?..

Yang jelas jangan murel aja ya hhh

Kecuali tak tertahan silahkan saja..hhhh


Dan Yang Pasti kedua kata tersebut berhubungan, berkaitan atau berkorelasi.

Semata2 Satu Tujuan, Yaitu saling menguntungkan.


Puisi Ekonomi

 "Ekonomi Menjadikan Empati dan Simpati"


Dunia digital sedang viral

Khususnya media sosial.

Bahu membahu dalam beramal

Menjadi sesuatu yang fenomenal.

Semoga bukan hanya sekedar seremonial.


Ada youtuber dan hobby gamer

Tidak hanya sekedar ajang pamer

Namun dibalik itu kebaikan meluber.


Membagikan uang atau sekedar mengisikan perut laper, netizen pun dibuat Baper.

Rezeki memang tak tertuker.


Kebaikan Moral semakin menebal

Dari kaum marjinal hingga profesional

Semua bersama, bersatu dalam kebaikan.

Mereka berkumpul menjadi manusia Unggul.


Entah dijalanan, ditempat ibadah, sarana olra, ataupun di tempat umum lainnya.

Kebaikan dilakukan dimana, kapan dan pada siapa saja yg membutuhkan.


Tingkat kepedulian semakin meninggi

Membuktikan hati nurani tak bisa dipungkiri.

Selamat datang di negeri yg saling mencintai, menyayangi dan memberi tak pandang hirarki.


Simpati ini bernilai tinggi, seperti berlian dibawah tanah terdalam, layaknya sebuah keimanan.

Adab yg luhur ibarat emas tercampur lumpur.

Ilmu yg terukur diberikanNya oleh Maha Pengatur, agar hidup teratur dalam aturan dan keteraturan.

Dan layaknya sebuah ikhsan melakukan segala perbuatan dgn penuh kerelaan serta seakan2 Tuhan Yg Maha Esa Menyaksikan.


Kebangkitan telah kembali menghinggap 

Akal fikiran, perasaan serta hati sanubari.

Doa dibumi menembus langit tertinggi

Mengharapkan dikabulkan oleh yg Maha Tinggi.


Ini adalah tanda kebesaranNya

Ini ciri Kekuasaan dan kekuatanNya

Indikator dari Sang Maha Kreator.


Tak ada yg mustahil bagi yang Maha Adil.

Tidak ada yg tak Mungkin bagi yg Maha Memimpin.

Semua Pasrah, dan dijadikanNya Indah.


Semoga keselamatan, Kesejahteraan, keberuntungan, kebahagiaan, kemakmuran, keberkahan dan keridhoanNya Menyertai kita Semua..

Sekolah Ekonomi Formal ataupun non formal

 Sekolah Ekonomi atau yang lainnya Memang Tidak semua menjadi mudah. Namun Harus Tau Mencari ilmu Ekonomi, Politik, sosial, hukum, teknik, design, IT, sejarah, HI, Pariwisata, bahasa dsb.. adalah ibadah.


Yang tadinya tidak tahu menjadi tau, yg tadinya gelap menjadi terang. Yang tadinya Lupa jadi ingat, tadinya salah jadi benar. Itulah gunanya sekolah dan yang pasti berfaedah.

Mau Sekolah Kelas Reguler, Karyawan atau apasaja.. intinya ialah sama-sama belajar agar mengantar jadi orang pintar.

Dihasilkan dari sekolah formal ataupun non formal.

Berpikir apa yg dipikir tidak akan membuatmu jadi fakir, baik belajar melalui yg tersurat atau tersirat hingga semua dilakukan dan pasti akan dimintai pertanggungjawaban.

Sebaik-baiknya manusia ialah yg bermanfaat bagi manusia dan lainnya.

Selamat Pagi, semangat lagi dan jangan lupa Ngopiii!!

Komparasi Ekonomi Konvensional dan Islam

 Ini Kata Data yang bersumber dari Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kenapa Target tidak Bisa Tercapai?

Ada beberapa faktor atau alasan ekonomi indonesia melemah diantaranya :

- tidak tersinerginya antara perdagangan mikro/makro, tenaga kerja, UMKM dan jenis usaha lainya sehingga kesejahteraan ekonomi tidak terealisasi.

- banyaknya impor dan sedikit sekali ekspor.

- tingginya suku bunga pinjaman, sehingga negara kurang mampu memgelola hutang dengan baik dan bijak.

- manajemen keuangan yang seakan asal-asalan dan menganggap remeh belanja negara.

- pendidikan ekonomi yang ke arah konsumtif dibanding kan kearah produktif 

- permainan 'subsidi' 

- banyaknya kepentingan pribadi dan golongan sehingga rakyat terabaikan

- dan kebijakan2 ekonomi lainya.

Dalam Menjalankan Ekonomi Secara Syariah, khususnya bagi kaum Muslim yaitu saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan. Baik itu pribadi, keluarga, masyarakat, sehingga negara kuat.

Contoh, dari hijrahnya kaum muslimin yg disebut Muhajirin dan yang menyambut kaum muslimin lainnya yaitu Anshor. Masa tersebut masa dimana mulainya ekonomi berlandaskan kesehjahteraan dan kemakmuran dengan ditandainya mesjid pertama yaitu Kuba dibangun dan menjadikan pusat peradaban ekonomi.

- Proses jualbeli dengan ijabkabulnya 

- bagi hasil antara pemegang aset dan pemodal (investor)

- tolong menolong dalam kesusahan antara si kaya dan simiskin maka akan terjadi keberkahan didalamnya.

- Zakat, Infaq dan Sodaqoh terkelola dengan baik sehingga memgundang RidhoNya.

- dan kebijakan EkSyar lainya.

Referensi; QS. 59:8&9.

Tulisan ini mungkin sebuah Komparasi dan semoga pembaca mengerti  dan faham sehingga kita bisa mendapat hikmah, pelajaran dan pertolonganNya.

Prinsip Ekonomi Umum

 Tindakan ekonomi dilakukan dengan memperhatikan kaidah yang disebut sebagai prinsip ekonomi.

 Terdapat dua prinsip dasar dalam melakukan tindakan ekonomi. 

Pertama, ekonomi dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan sebanyak mungkin dengan memperhatikan pengeluaran sebagai bagian dari perhitungan keuntungan.

 Kedua, keuntungan yang diperoleh sebisa mungkin hanya memerlukan pengeluaran sesedikit mungkin. Kedua prinsip ini dijadikan sebagai pedoman umum untuk melakukan tindakan ekonomi. 

Hasil dari penerapan prinsip ekonomi dapat diamati melalui tingkat efisiensi yang diukur melalui perbandingan antara keuntungan yang diperoleh dan pengeluaran yang diperlukan selama kegiatan ekonomi berlangsung. 

Suatu tindakan ekonomi dikatakan efisien bila suatu hasil dicapai dengan pengorbanan yang paling sesuai dan diserta dengan penghematan biaya.

Kerjasama Dalam Ekonomi Islam

Kerjasama Dalam Ekonomi Islam

Enam Bentuk Prinsip Kerjasama Ekonomi Syariah.

Salah satu prinsip ekonomi Islam adalah ajarannya yang bersifat menyeluruh. Islam sangat memperhatikan keberkahan dan kehalalan segala sesuatu. Termasuk juga sumber dari harta yang dimiliki. Karena itulah ekonomi Islam hadir dan menjadi solusi untuk kegiatan bisnis yang lebih halal.

Perbedaan utama antara ekonomi Islam dengan konvensional adalah akad atau instrumen yang digunakan. Dengan begitu, seseorang yang mempraktekkan ekonomi Islam bisa mendapat tujuan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Ekonomi Islam memiliki Lima bentuk kerjasama bisnis, yaitu syirkah, mudharabah, jual beli, transaksi dengan pemberian kepercayaan, dan titipan. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing bentuk tersebut:

1. Bentuk Kerja Sama Syirkah

Syirkah dalam ekonomi Islam bisa dibilang sepadan dengan konsep joint venture dalam ekonomi konvensional. Sistem kerja sama ini berjalan dengan menggabungkan sumber daya yang dimiliki demi tercapainya tujuan bersama.

Sumber daya yang digabungkan bisa dalam berbagai macam bentuk yang disepakati. Mulai dari modal, uang, keahlian, bahan baku, jaringan kerja, dan lain sebagainya. Bentuk kerja sama syirkah umumnya dilakukan oleh dua orang atau dua pihak, dan bisa juga lebih dari itu.

2. Bentuk Kerja Sama Mudharabah

Mudharabah adalah bentuk kerja sama yang melibatkan dua pihak, yaitu pemodal yang disebut shahibul maal dan pelaksana usaha yang disebut mudharib. Hasil dari bentuk kerja sama ini sering disebut sebagai bagi hasil. Dan penentuan persentase bagi hasilnya ditentukan terlebih dahulu sesuai dengan kesepakatan.

Dalam bentuk kerja sama ini, mudharib memiliki kewajiban untuk mengembalikan modal yang dia pinjam serta membayarakan keuntungan sesuai kesepakatan. Pembayaran dilakukan sesuai dengan besaran yang disepakati dan dalam rentang waktu yang telah disepakati juga.

3. Bentuk Kerja Sama Jual Beli / Murabahah

Bentuk kerja sama jual beli dalam Islam juga sering disebut sebagai murabahah. Dalam bentuk kerja sama ini, terdapat penyerahan kepemilikan barang antara penjual dan pembeli. Bentuk ini adalah bentuk kerja sama paling umum dalam ekonomi Islam.

Ada beberapa bentuk akad yang boleh dilakukan dalam murabahah. Yaitu bissamanil ajil, salam, istishna, isti’jar, ijarah, dan sarf.

– Bissamanil Ajil: transaksi jual beli dilakukan dengan penetapan harga yang berbeda untuk pembelian tunai dan angsuran.

– Salam: transaksi jual beli secara tunai, namun penyerahan barang ditunda sesuai kesepakatan.

– Istishna: transaksi jual beli dengan sistem pemesanan, pembayaran dilakukan saat pengambilan barang.

– Ijarah: transaksi jual beli jasa baik dalam bentuk penyewaan barang, tenaga, atau keahlian.

– Sarf: transaksi jual beli mata uang antar negara.

4. Bentuk Kerja Sama Pemberian Kepercayaan

Bentuk kerja sama ini merupakan perjanjian atas penjaminan atau penyelesaian hutang dengan pemberian kepercayaan. Dalam melakukan kerja sama ini, ada beberapa akad yang umum digunakan. Di antaranya adalah jaminan (kafalah atau damanah), gadai (rahn), dan pemindahan hutang (hiwalah).

Akad jaminan memungkinkan adanya pengalihan tanggung jawab seseorang yang dijamin kepada penjamin. Sedangkan gadai dilakukan dengan memberikan barang berharga dengan nilai yang setara atau lebih dari nilai pinjaman. Dan pemindahan hutang dilakukan untuk memindahkan kewajiban pembayaran hutang kepada orang lain.

5. Bentuk Kerja Sama Titipan / Wadi’ah

Bentuk kerja sama ini dilakukan dengan menitipkan barang berharga yang dimiliki seseorang kepada orang lain yang dipercaya. Selama masa penitipan, maka orang tersebut dapat memberikan biaya jasa penitipan kepada orang yang dia titipkan.

6. Bentuk Kerja Sama Perwakilan Transaksi / Wakalah

Selain lima bentuk kerja sama yang telah disebutkan, ada bentuk kerja sama keenam. Bentuk kerja sama ini disebut dengan wakalah. Dalam bentuk kerja sama ini, seseorang boleh menitipkan atau memberikan kekuasaan kepada orang lain untuk menyelesaikan transaksi miliknya. Misalnya seperti transaksi penyerahan rumah, surat berharga, dan lain sebagainya. Bentuk transaksi ini umumnya dilakukan antara seseorang dengan manajer investasi yang dia pilih.

Sumber : alhasanah.or.id