"Ekonomi Menjadikan Empati dan Simpati"
Dunia digital sedang viral
Khususnya media sosial.
Bahu membahu dalam beramal
Menjadi sesuatu yang fenomenal.
Semoga bukan hanya sekedar seremonial.
Ada youtuber dan hobby gamer
Tidak hanya sekedar ajang pamer
Namun dibalik itu kebaikan meluber.
Membagikan uang atau sekedar mengisikan perut laper, netizen pun dibuat Baper.
Rezeki memang tak tertuker.
Kebaikan Moral semakin menebal
Dari kaum marjinal hingga profesional
Semua bersama, bersatu dalam kebaikan.
Mereka berkumpul menjadi manusia Unggul.
Entah dijalanan, ditempat ibadah, sarana olra, ataupun di tempat umum lainnya.
Kebaikan dilakukan dimana, kapan dan pada siapa saja yg membutuhkan.
Tingkat kepedulian semakin meninggi
Membuktikan hati nurani tak bisa dipungkiri.
Selamat datang di negeri yg saling mencintai, menyayangi dan memberi tak pandang hirarki.
Simpati ini bernilai tinggi, seperti berlian dibawah tanah terdalam, layaknya sebuah keimanan.
Adab yg luhur ibarat emas tercampur lumpur.
Ilmu yg terukur diberikanNya oleh Maha Pengatur, agar hidup teratur dalam aturan dan keteraturan.
Dan layaknya sebuah ikhsan melakukan segala perbuatan dgn penuh kerelaan serta seakan2 Tuhan Yg Maha Esa Menyaksikan.
Kebangkitan telah kembali menghinggap
Akal fikiran, perasaan serta hati sanubari.
Doa dibumi menembus langit tertinggi
Mengharapkan dikabulkan oleh yg Maha Tinggi.
Ini adalah tanda kebesaranNya
Ini ciri Kekuasaan dan kekuatanNya
Indikator dari Sang Maha Kreator.
Tak ada yg mustahil bagi yang Maha Adil.
Tidak ada yg tak Mungkin bagi yg Maha Memimpin.
Semua Pasrah, dan dijadikanNya Indah.
Semoga keselamatan, Kesejahteraan, keberuntungan, kebahagiaan, kemakmuran, keberkahan dan keridhoanNya Menyertai kita Semua..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar