Senin, 18 Oktober 2021

Puisi Ekonomi

 "Ekonomi Menjadikan Empati dan Simpati"


Dunia digital sedang viral

Khususnya media sosial.

Bahu membahu dalam beramal

Menjadi sesuatu yang fenomenal.

Semoga bukan hanya sekedar seremonial.


Ada youtuber dan hobby gamer

Tidak hanya sekedar ajang pamer

Namun dibalik itu kebaikan meluber.


Membagikan uang atau sekedar mengisikan perut laper, netizen pun dibuat Baper.

Rezeki memang tak tertuker.


Kebaikan Moral semakin menebal

Dari kaum marjinal hingga profesional

Semua bersama, bersatu dalam kebaikan.

Mereka berkumpul menjadi manusia Unggul.


Entah dijalanan, ditempat ibadah, sarana olra, ataupun di tempat umum lainnya.

Kebaikan dilakukan dimana, kapan dan pada siapa saja yg membutuhkan.


Tingkat kepedulian semakin meninggi

Membuktikan hati nurani tak bisa dipungkiri.

Selamat datang di negeri yg saling mencintai, menyayangi dan memberi tak pandang hirarki.


Simpati ini bernilai tinggi, seperti berlian dibawah tanah terdalam, layaknya sebuah keimanan.

Adab yg luhur ibarat emas tercampur lumpur.

Ilmu yg terukur diberikanNya oleh Maha Pengatur, agar hidup teratur dalam aturan dan keteraturan.

Dan layaknya sebuah ikhsan melakukan segala perbuatan dgn penuh kerelaan serta seakan2 Tuhan Yg Maha Esa Menyaksikan.


Kebangkitan telah kembali menghinggap 

Akal fikiran, perasaan serta hati sanubari.

Doa dibumi menembus langit tertinggi

Mengharapkan dikabulkan oleh yg Maha Tinggi.


Ini adalah tanda kebesaranNya

Ini ciri Kekuasaan dan kekuatanNya

Indikator dari Sang Maha Kreator.


Tak ada yg mustahil bagi yang Maha Adil.

Tidak ada yg tak Mungkin bagi yg Maha Memimpin.

Semua Pasrah, dan dijadikanNya Indah.


Semoga keselamatan, Kesejahteraan, keberuntungan, kebahagiaan, kemakmuran, keberkahan dan keridhoanNya Menyertai kita Semua..

Tidak ada komentar: