*_Pulpenku di tangan Presiden_*
Tak pernah terpikir dan terbayangkan bisa bertemu dengannya, terasa nyata dan syarat makna.
Baru satu kali bertemu pada waktu itu masa kampanye di bandung, disaat yang lain ingin bersalaman dan berphoto. Namun saya hanya memberikan 'satu kalimat' lalu beliau mendekati dan memberikan tangannya untuk bersalaman. Momen yang sangat berkesan.
Dari kecil orang tua saya mengidolakan beliau dan sampai saya dewasa untuk menjadi TNI namun nasib berkata lain.
Suatu waktu pertemuan itu
Disebuah desa terpencil
Dengan acara sederhana namun syarat makna.
Selepas sholat jum'at
Tepatnya berhadapan kemudian Pa Presiden Berkata:
Diaceh banyak membutuhkann SDM dari Jawa untuk berbagi dan mengembangkan wilayah tersebut.
Kemudian lanjutnya bertanya;
Bagaimana dipelosok terpencil namun penduduknya bisa 'berhasil'?
Jawab Saya: ada kemauan atau keinginan untuk maju.
Beliau Jawab; Betul, lantas kata beliau sini Pulpenmu.
Dan sayapun memberikan satu²nya pulpen ku padanya. Lalu memberikan arahan dan gambaran strategis agar nanti langkah penuh arah. Akhirnyapun saya mengerti.
Setelah dari gubuk tersebut
Kami melanjutkan perjalanan
Dengan keadaan hujan gerimis beliau memakai jas hujan warna biru muda dan lari-larian dengan tujuan
Ke para pedagang kaki lima.
Beliau bertanya: kamu mau makan apa?
Saya menjawab: silahkan bapak duluan
Presidenku menjawab: silahkan kamu dulu!
Saya pilih "nasi goreng jadul" dan sate. Setelah makan dengan nikmat namun sambil bertanya; dimana pulpenku...
Ajudannya melihat saya serius dan memberitahu Presiden. Sebelum bertanya pada saya, letkol tedi menghampiri. Memberikan selembar kertas.
Presiden bertanya: Surya kenapa kamu cemberut?
Jawab saya: (sambil bingung dan khawatir) hmm pulpen pa
Beliau tanya kembali: Kenapa Pulpenmu?
Jawab saya: Pulpen saya ada di tangan presiden
Setelah percakapan teesebut beliau meraba baju, saku celana lalu jawabnya kok gk ada?!.
Dan kemudian lagi saya terbangun dari tidur, lalu bergegas dan melihat serta memastikan bahwa pulpen saya ada ditas. Dan benar Ada didalamnya.
Ternyata *_"Pulpenku ditangan Presiden"_* ini hanya mimpi tadi pagi.
Bandung, 26.11.2025
SuryaS09
Tidak ada komentar:
Posting Komentar